
Anisa masih melihat kamar tersebut dengan takjub. Dia tidak menyangka ada kamar sebersih ini diruangan bosnya. Apalagi ruangan ini tidak pernah dibuka dan selalu terkunci.
Anisa memeriksanya sudut dari sudut, membuka kamar mandi yang ditunjukan oleh bosnya dan ternyata benar, didalamnya terdapat bathtub dan berbagai parfum aromaterapi.
Anisa kemudian kembali kekamar dan merebahkan tubuhnya diatas kasur. Dia memang merasa lelah dan sangat mengantuk akibat tidak tidur dengan cukup.
"Kasurnya sangat empuk. Berbeda dengan kasur di kamarku. Memang kehidupan orang kaya jauh berbeda dengan orang miskin sepertiku. Andai ayah dan ibu masih ada, aku pasti akan merasakan kasur yang empuk
juga walaupun tidak se empuk kasur ini" Gumam anisa.
Tak terasa,sebentar saja anisa sudah tertidur dengan pulas dikasur itu. Reyhan kembali ke kursinya dan mengecek semua file yang Rendi kirimkan. Setelah memerikasa semuanya, Reyhan memanggil asistennya.
"Kamu pernah meminta ijin padaku untuk memasukan seorang wanita bekerja diperusahaan ini. Apa kau tau asal usulnya?" Tanya Reyhan.
"Sudah tuan. Wanita itu bernama kimmy. Dia bilang datang dari kampung dan terkena rampok dijalan. Tapi dia sempat memberikan KTPnya pada saya tuan" Jelas Rendi
"Apa kamu melupakan sesuatu Rendi??" Tanya Reyhan kembali
"Saya rasa tidak tuan" Jawabnya penuh dengan keyakinan.
"Selidiki lagi siapa wanita itu. Dan selidiki juga kinerjanya. Saya mencurigai sesuatu darinya" Ucap Reyhan kemudian.
"Dia seperti tidak asing dimataku" Kemudian Reyhan mengambil ponselnya dan membuka galeri.
"Saya belum sempat melihat siapa wanita yang kau bawa. Tapi apa dia mirip dengan yang ada digambar ini?" Reyhan menyerahkan ponselnya pada Rendi.
"Sedikit mirip, bedanya yang saya temui dalam kondisi kucel dan pakaian compang camping. Rambutnya pun pendek tuan" Rendi terkejut karna foto yang ada didalam
ponsel bosnya mirip dengan wanita yang dia bawa bekerja diperusahaan bosnya itu.
"Sudah kuduga. Tetap awasi dia. Dia suruhan dari perusahaan YN. Jangan sampai lepas dari pantauan.Saya yakin dia dalang dibalik semua ini. Pasti ada orang dalam yang ikut andil dalam hal ini" Ucap Reyhan
"Maafkan saya tuan. Saya terlalu ceroboh memasukan orang tanpa menyelidikinya terlebih dahulu" Rendi merasa bersalah dan sangat menyesali kecerobohannya.
"Sudah.Bereskan saja masalah ini. Dan tetap hati-hati.Laporkan apapun yang kau dapat, dan jangan ulangi lagi kesalahan yang sama" Ucapan Reyhan bagaikan anugrah buat Rendi.
Ini kali pertamanya dia memaafkan kesalahan fatal yang dibuat oleh karyawannya. Biasanya, dia akan memecatnya secara tidak terhormat dan Membacklis nama orang tersebut agar tidak bisa bekerja dimana-mana lalu membuat hidup orang tersebut tidak tenang.
Rendi sangat bersyukur karna Reyhan masih bisa mempercayakan dia sebagai asistennya dan tidak melakukan hal kejam padanya.
__ADS_1
"Terimakasih sudah memaafkan saya tuan" Ucap Rendi
"Saya akan memaafkan kamu, jika kamu bisa membereskan masalah ini" Jawabnya tegas.
"Baik tuan. Akan saya bereskan secepatnya" Ucap Rendi.
"Kembalilah" Usir dia
"Baik tuan. Saya permisi" Jawab Rendi.
Reyhan kembali fokus pada layar laptopnya dan mengerjakan pekerjaannya. Jam menunjukan waktu istirahat, reyhan teringat dengan anisa yang ada didalam kamar pribadinya.
Dia bangkit dan membuka pintu kamar tersebut. Dilihatnya anisa masih terlelap dengan tenang diatas kasur. Reyhan berlahan menghampirinya, menatap anisa dengan senyum mengembang.
"Dia terlihat cantik saat tidur. Bibir ranumnya terlihat manis" Batinnya. Reyhan segera tersadar dari pikirannya saat anisa berlahan membuka matanya.
"T tu tu tuan ngapain disini?" Tanya anisa kaget melihat Reyhan sedang menatapnya.
Anisa segera memeriksa bajunya,dia takut Reyhan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan saat dia sedang tidur.
"Ini kamar saya, terserah saya mau ngapain" Ujar Reyhan santai. Melihat wajah panik anisa, Reyhan terkekeh geli. Sungguh sangat menggemaskan tingkah gadis itu
baginya.
Reyhan berlalu meninggalkan anisa yang masih berselimut. Saat Reyhan sudah keluar, anisa masuk kedalam kamar mandi dan mengecek seluruh tubuhnya.
Dia bernafas lega saat tidak menemukan hal aneh ditubuhnya. Kemudian dia keluar menemui Reyhan yang sudah duduk disofa menunggu anisa dengan beberapa makanan yang sudah tertata diatas meja.
"Temani saya makan. Saya tidak bisa memakan semuanya" Ujar Reyhan.
"Ga bisa makan banyak sok-sokan beli banyak makanan. Kan mubazir kalo ga dimakan" Celoteh anisa membuat Reyhan mengerutkan keningnya.
"Mau makan tidak? Kalau tidak, biar saya buang saja" Ucapan Reyhan membuat anisa cepat menjawab.
"Eh jangan. Mubazir kalo dibuang. Diluar sana banyak orang yang kelaparan karna tidak bisa mendapatkan makanan. Ini yang bisa beli makanan malah mau dibuang"
Anisa mengambil makanan tersebut dan memakannya.
Reyhan hanya tersenyum menggelengkan kepalanya melihat tingkah anisa. Saat sedang memperhatikan anisa makan, dia baru tersadar bahwa dia belum pernah menyelidiki kehidupan anisa sedikitpun.
__ADS_1
"Kamu, habiskan makanannya.Saya ada urusan" Reyhan lalu bangkit dan menjauhkan diri dari anisa.
Dia mengirim pesan kepada asistennya untuk menyelidiki kehidupan anisa yang sebenarnya.Setelah mengirim pesan pada sang asisten,reyhan kembali ke sofa dan melihat anisa sudah selesai dengan makanannya.
"Tuan, terimakasih banyak atas semua kebaikan tuan pada saya.Apa yang harus saya lakukan untuk membalas kebaikan tuan?" Ucap anisa.
"Cukup jadi pelayan saya tanpa berkhianat" Ucap Reyhan.
"Saya janji akan bekerja pada tuan semaksimal saya" Anisa tidak tau apa yang dimaksud oleh Reyhan tapi dia berjanji pada dirinya sendiri akan tetap bekerja dengan Reyhan walau entah apa yang akan terjadi
dihidupnya di masa yang akan datang.
"Bagus. Suatu saat saya akan membutuh- kan bantuanmu." Ucapnya lagi.
"Baik tuan" Jawab anisa.
"Bagaimana dengan tanganmu?" Tanya Reyhan
"Sudah mendingan tuan. Kemarin saya mampir ke apotik untuk membeli obat dan alat perban seperti yang tuan perintah" Jawab anisa.
"Bagus" Reyhan menjawab dengan singkat.
"Maaf tuan, ini saya harus ngerjain apa lagi ya?"Tanyanya
"Hari ini saya bebasin kamu. Terserah mau ngapain. Tapi ingat! Jangan keluar dari kantor ini" Ujar Reyhan.
"Apa saya boleh membantu karyawan lain?" Tanya anisa
"Maksudmu?" Tanya Reyhan balik.
"Saya ingin membantu mba atika OG dilantai bawah" Ujar anisa.
"Baiklah.tapi jangan dengan karyawan lain" Jawab Reyhan pasrah.
"Siap tuan. Terimakasih. Kalau begitu saya pamit keluar" Anisa tersenyum senang dengan jawaban bosnya.
Kemudian dia keluar dari ruangan reyhan menuju pantri. Dia ingin bertemu dengan atika yang pernah dia bantu kemarin. Sesampainya di pantri, dia langsung bertemu dengan atika yang sedang mengambil air minum.
Sedangkan Reyhan lagi2 hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anisa. Dia benar2 merasa punya hiburan baru dikantor dengan kehadiran anisa.
__ADS_1
Entah apa yang ada pada diri anisa sehingga mampu membuat Reyhan tersenyum lagi.
Reyhan saja bingung kenapa dia bisa tersenyum hanya dengan tingkah gadis itu yang tidak seberapa