GADIS DESA DAN CEO GANTENG

GADIS DESA DAN CEO GANTENG
Eps 27


__ADS_3

Sesampainya dirumah, reyhan masuk ke dalam diikuti oleh anisa dan rendi yang membawa barang belanjaan.


"Kok pulang? Bukannya masih jam kerja tuan?" Tanya anisa. Reyhan terus berjalan tanpa menjawab pertanyaan anisa.


"Apa tuan sakit? Kenapa pulang jam segini?" Tanya anisa lagi.


"Bisa gak sih, gak usah banyak tanya!" Bentak reyhan.


Anisa diam tersentak. Tidak mengira


bahwa pertanyaannya membuat bosnya terganggu.


"Maaf tuan," Ujar anisa.


"Bawa semua barang-barangmu," Titah reyhan. Anisa langsung membawa semua barang belanjaan masuk kedalam kamar dan meletakkannya diatas tempat tidur.


"Huuh! Dasar orang aneh,tanya gitu aja langsung dibentak.Gimana yang jadi istrinya kalo punya suami macam dia.Udah sering marah-marah, sukanya ngebentak,sikapnya lebih dingin dari kutub utara. Pasti istrinya


bakal kena mental sama sikapnya dia. Isshh... Kalo bukan karna hutang, ogah aku kerja sama dia," Gumam anisa lirih.


"Udah belum ngatain saya? Kalo udah, masakin buat saya," Ucap reyhan.


"Tu-tuan se-sejak kapan disini?" Ucap anisa terbata melihat reyhan berdiri diambang pintu.


"Sejak kamu mengatai ku,"Jawab reyhan santai.


"Maaf tuan,saya gak....”


"Saya gak butuh kata maafmu,cepat masak untukku," Ujar reyhan memotong ucapan anisa.


"Baik tuan," Jawab anisa. Anisa pun berlalu meninggalkan reyhan yang masih berdiri dikamar anisa. Anisa membuka kulkas dan


mengeluarkan beberapa bahan makanan yang ada. Namun, dia tidak langsung memasaknya. Reyhan yang melihat anisa yang hanya diam menatap bahan masakan tersebut, menghampirinya.


"Kenapa malah diam? Gak bisa masak?" Tanya reyhan.


"Bisa kok, cuma lagi mikir masakan apa yang tuan suka," Ujar anisa.


"Apa saja saya suka, kecuali udang," Ujar reyhan.


"Kenapa gak suka udang?"Tanya anisa.


"Alergi," Jawabnya singkat.


"Padahal udang enak lho," Ujar anisa.


"Bodoamat," Jawab reyhan.


Dia duduk di sebuah kursi yang ada dimeja makan, memperhatikan anisa yang mulai mengeksekusi bahan makanan tersebut.


Anisa terus berkutat dengan bahan dan peralatan masak yang ada tanpa memperdulikan keberadaan bosnya.


Setelah selesai masak,dia menghidangkan hasil masakan itu dihadapan reyhan lengkap dengan nasi dan lauknya.


"Silahkan dimakan tuan, saya jamin masakan saya bikin nagih," Cetus anisa.


"Saya gak yakin," Jawabnya singkat.


"Belum juga nyicipin udah bilang gak yakin," Gerutu anisa yang hanya mendapat lirikan oleh reyhan.


Reyhan memasukan satu suap makanan tersebut tanpa ekspresi membuat anisa sedikit khawatir. Anisa yakin bahwa apa yang dia masak pasti enak karna setiap hari selalu memasak untuk keluarga bibinya.


Namun,melihat ekspresi bosnya yang tidak bisa ditebak, membuat anisa sedikit cemas.


"Gimana tuan?" Tanya anisa.


"Gak terlalu buruk," Jawabnya sembari melanjutkan makan.


"Syukurlah," Anisa bernafas lega. Setidaknya apa yang dia masak masih


bisa dimakan oleh sang bos.


"Kenapa kamu berdiri disitu?" Tanya


Reyhan yang melihat anisa masih tetap berdiri ditempatnya.

__ADS_1


"Temani saya makan," Ujar Reyhan kembali.


"Saya bisa makan nanti tuan," Jawab anisa.


"Makan sekarang atau keluar dari rumah ini detik ini juga?" Ancam reyhan.


"Iya saya makan, saya belum nemu kontrakan jangan diusir dulu," Cetus


anisa. Dia pun duduk dan ikut makan bersama reyhan.


"Kenapa pak Rendi gak diajak makan sekalian tuan?" Tanya anisa.


"Makan! Jangan banyak bicara,"Ujar reyhan.


"Ish cuma tanya doang juga," Ucap anisa lirih.


Suasana hening, hanya denting sendok dan piring yang terdengar. Selesai makan, anisa membereskan meja dan mencuci piringnya.


Sedangkan reyhan kembali ke ruang tamu menemui rendi.


"Kamu kembali saja kekantor, saya ingin mengecek proyek papa dulu. Mungkin saya gak akan kekantor lagi nanti," Ujar reyhan pada sang asisten.


"Tapi,nanti sore ada meeting dengan perusahaan YN tuan," Jawab rendi.


"Pindahkan saja ke tempat yang dekat


dengan proyek papa," Ujar reyhan.


"Baik tuan, nanti saya hubungi pak Yudha untuk perubahan tempat ini," Jawab rendi.


"Kalo begitu,saya permisi tuan," Pamitnya kemudian.


"Pak rendi kemana?" Tanya anisa yang hanya melihat reyhan saja diruang tamu.


"Pergi," Jawab reyhan singkat.


"Kok pergi?"Tanya anisa lagi.


"Memang mau ngapain dia disini terus?" Tanya reyhan balik.


"Memangnya kenapa kalo saya masih


disini?" Tanyanya lagi.


"Ish ditanya malah balik tanya," Gerutu anisa.


"Saya mau keluar. Kamu gak perlu kekantor lagi karna saya gak akan kembali kekantor," Ujar reyhan seraya bangkit dari duduk dan merapihkan jasnya.


"Terus saya ngapain disini?" Tanya anisa.


"Terserah kamu.O ya, nanti malam saya ingin makan disini. Jadi, sebelum saya pulang, kamu harus masak,"Ujar reyhan.


"Tuan akan tinggal disini lagi?" Tanya anisa lagi.


"Terlalu banyak tanya. Masak saja untukku," Ujarnya.


"Tapi, bahan masakan udah habis. Tadi tinggal dikit udah aku masak semua,"Ujar anisa.


"Ini,belanja saja di supermarket. Tidak jauh dari jalan depan, ada supermarket,"Reyhan mengambil satu credit card kepada anisa.


"Ada uang cash gak? Saya gak biasa pake kartu kaya gitu," Ucap anisa.


"Dasar kampungan," Ujar reyhan kesal.


"Nih,cukup gak?" Reyhan memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan pada anisa.


"Udah cukup banget, makasih tuan," Ujar anisa menerima uang tersebut.


"Masak yang enak. Saya pergi dulu," Ujar reyhan sembari berlalu meninggalkan anisa.


"Hati-hati dijalan tuan,"Teriak anisa. Reyhan yang baru keluar pintu, menoleh dan tersenyum pada anisa lalu kembali melangkah menuju mobil.


Setelah reyhan pergi, anisa pun masuk kekamar mengambil tas dan bergegas pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan.


Sesampainya di supermarket, anisa mulai memilih beberapa bahan makanan yang dia perlukan dan beberapa bahan makanan lain untuk stok di rumah.

__ADS_1


Saat sedang memilih sayuran,seorang pria yang sejak tadi mengamati anisa menghampirinya.


"Siang mbak,sendirian aja belanjanya," Sapa pria itu.


"Iya," Jawab anisa singkat.


"Boleh saya bantu mbak?" Tanya pria itu.


"Tidak udah mas, saya bisa sendiri," Tolak anisa.


"Gak apa mbak, o ya, perkenalkan nama saya Leonardo, panggil aja Leo,"Ujar pria itu sembari mengulurkan tangannya.


"Saya anisa," Jawab anisa tanpa menerima uluran tangan pria tersebut.


"Udah nikah belum mbak?" Tanya leo.


"Belum, saya permisi dulu," Jawab anisa dan langsung menghindar dari pria tersebut.


"Sial, baru kali ini ada cewe yang nolak gue. Menarik juga dia," Gumam leo menyeringai.


Leo terus memperhatikan anisa yang masih memilih beberapa buah dan sayuran di rak lain. Sampai anisa sadar bahwa pria itu masih saja menatapnya,dia langsung mengakhiri belanjanya dan membayarnya dikasir. Lagi-lagi pria itu menghampirinya.


"Biar saya yang bayar semua belanjaan dia mbak," Ujar leo pada sang kasir.


"Jangan. Saya masih bisa membayar-nya," Ujar anisa.


"Tak apa, anggap saja tanda pertemanan," Ujar pria itu.


"Terimakasih,tapi saya tidak ingin berteman dengan anda, dan saya tidak butuh traktiran dari anda," Jawab anisa sembari memberikan uang pada sang kasir dan keluar dari supermarket tersebut.


Leo merasa semakin tertantang untuk mendekati anisa. Dia masuk kedalam mobil dan mendekati anisa yang sedang berjalan kaki.


"Aku anter ya, daripada jalan kaki nanti cape,"Rayu leo.


"Tidak perlu, terimakasih," Ujar anisa menolak.


"Ayolah, aku anter ya. Aku gak jahat kok," Leo tetap berusaha agar anisa mau diantar olehnya.


"Maaf saya tidak bisa," Anisa tetap menolak. Lalu anisa melihat sebuah ojek yang baru saja menurunkan penumpangnya tidak jauh dari dirinya berdiri. Diapun memanggil tukang ojek tersebut dan meminta untuk mengantarnya pulang.


"Pak, ojek kan? Bisa antar saya?" Tanya anisa pada tukang ojek tersebut.


"Iya mbak bisa, ayo naik" Ucap tukang ojek.


Leo yang melihat anisa naik ojek, langsung mengikutinya.Namun ditengah perjalanan, ponsel leo berdering.Leo pun langsung


mengangkatnya.


"Ya ada apa?"Tanya leo.


"Dimana? Cepat pulang. Papa nyariin," Ujar seseorang disebrang telfon.


"Baiklah," Jawabnya.


"Ganggu aja, belum juga tau alamat gadis itu," Gerutu leo sembari memutar arah mobilnya.


Anisa yang melihat mobil leo tidak lagi mengikutinya,bernafas sangat lega. Setidaknya tidak ada yang tau tempat tinggalnya sekarang. Sesampainya di depan rumah,anisa turun dan membayar ojek. Diapun masuk kedalam dan duduk disofa


ruang tamu.


"Untung aja orang itu gak ngikutin nyampe sini," Gumam anisa.


"Masih siang, aku ngapain ya enaknya? Bosen juga kalo diem terus dirumah, mau keluar bingung kemana, dibelakang rumah ada apa ya?" Gumamnya lagi.


Anisa akhirnya masuk ke dapur dan menyimpan semua bahan makanan didalam kulkas. Setelahnya,dia pergi ke halaman belakang. Anisa tercengang melihat apa yang ada dihalaman tersebut.


"Bagus banget, kok tuan gak bilang kalo ada taman bunga yang bagus seperti ini disini," Ujar anisa.


Bagaimana tidak tercengang, dihalaman tersebut ada sebuah taman bunga dengan macam-macam bunga. Ada kolam renang dan lapangan rumput yang terawat.


Ada kebun buah juga diujung halaman tersebut. Banyak macam pohon buah- buahan tertanam disana. Anisa berjalan mengelilingi halaman tersebut.


Dia tidak menyangka, rumah yang dari depan terlihat sederhana,terdapat kemewahan


didalamnya.Anisa masuk kedalam taman bunga dan mencium beberapa bunga mawar yang harum.

__ADS_1


Dia mengelilingi taman bunga itu dan melihat bunga edelweis yang indah disana. Anisa lalu menghampiri bunga tersebut dan memetiknya satu tangkai.


__ADS_2