
Anisa masuk keruangan reyhan dengan mendengus kesal.Bagaimana tidak kesal, saat dia mau menyiapkan minuman untuk para karyawan yang akan meeting, bu ana datang menghampirinya membawa OB lain untuk menggantikan pekerjaan yang sedang anisa kerjakan.
"Terus aku ngapain dong kalo gak boleh ngerjain ini itu? Masa nyantai gini padahal gaji gede banget," Gerutu anisa.
Anisa masuk kedalam kamar pribadi reyhan dan merebahkan tubuhnya diatas kasur. Karna bosan, dia membuka ponsel barunya dan menyetel lagu di dalam aplikasi toube. Tanpa terasa anisa tertidur dengan pulas setelah beberapa lagu terputar.
Anisa terbangun saat jam di ponselnya menunjukkan pukul tiga sore. Terdapat beberapa panggilan tak terjawab dari sindi dan nama
asing yang tak dia kenal.
"Si tampan? Kok ada kontak lain disini? Kan aku baru ngisi kontaknya sindi doang. Banyak banget lagi panggilan tak terjawabnya. Mana gak ada profilnya, siapa ya?"Gumam anisa yangpenasaran sendiri.
"Apa jangan-jangan...Gak,gak mungkin masa tuan reyhan kasih namanya sendiri dengan sebutan kaya
gini sih. Tapi kan tadi pagi dia bilangnya sudah ada nomer dia.Tapi masa iya dia kasih nama alay kaya
gini sih. Apa coba telfon balik aja ya?" Gerutu anisa.
Lalu, anisa pun menghubungi nomer itu karna penasaran. Berdering namun tidak ada jawaban.
Sekali lagi,anisa menghubungi nomer tersebut dan tidak ada jawaban lagi.
"Udah lah,cuci muka dulu aja kali," Gumam anisa yang langsung masuk kedalam kamar mandi.
Saat keluar dari kamar mandi, ponsel anisa berdering tertera nomer si tampan yang memanggilnya.Anisa langsung mengangkat nomer
tersebut.
"Halo? Ini siapa ya?" tanya anisa.
"Sudah bangun?" tanya orang disebrang sana.
"Ini siapa sih? Kok tau kalo aku abis tidur?" Tanya anisa yang masih tidak mengenali suara reyhan.
"Kamu tidak mengenali suara saya?" ucap reyhan.
"Siapa sih?" tanya anisa.
"Menurutmu?" tanya reyhan balik.
"Bentar bentar, suaranya si mirip tuan reyhan," ucap anis.
"Itu memang saya,"jawab reyhan santai.
"Tapi kok dikasih nama si tampan sih. Alay banget jadi bos," Cetus anisa dijawab dengan sebuah tawa oleh reyhan.
"Memang saya tampan kan,"ucap reyhan.
"Dih percaya diri amat jadi orang," ujar anisa.
"Ya sudah, lekas pulang. Disana pasti sudah sore. Saya mau lanjut kerja lagi,"ujar reyhan.
"Iya ini juga mau pulang. Selamat bekerja tuan bos yang ngeselin,"ucap anisa. Tanpa dijawab, reyhan langsung saja mengakhiri panggilan tersebut.
"Kan ngeselin banget memang. Langsung matiin gitu aja tanpa jawab. Udah dikasih semangat juga.Uh dasar bos nyebelin,"gerutu anisa. Dia kemudian keluar dari ruangan reyhan sembari mengirim pesan pada sahabatnya bahwa dia akan keluar dari kantor. Anisa menunggu sindi di halte tempat biasa dia menunggu bus. Beberapa
menit kemudian terlihat mobil sindi berhenti tepat didepannya.
"Ayo langsung masuk," ujar sindi. Anisa pun masuk kedalam mobil sindi.
"Kerumahku aja ya, mami baru pulang dari luar kota.Tadi pas aku cerita tentang kamu,mami bilang
pengen ketemu kamu. Katanya kangen sama kamu," ujar sindi.
"Boleh.Aku juga udah lama banget gak ketemu tante," jawab anisa.
"O ya,lihat ponsel baru yang dikasih bosmu dong. Penasaran aku sama barang itu. Pasti dikasih yang
__ADS_1
harganya mahal ya?" tanya sindi.
"Lebih mahal dari gajiku sebulan," ujar anisa.
"Coba mana lihat," ucap sindi. Anisa mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan memperlihatkan pada sindi.
"Waahhh gila, ini mah mahal banget. Keluaran terbaru ini. Kalo sepupu kamu lihat, pasti ketar ketir dia. Fiks ini mah dia ada rasa sama kamu. Mana mau seorang bos ngeluarin uang sebanyak itu kalo gak ada tujuan apa-apa,"ucap sindi.
"Jangan mikir yang aneh-aneh deh. Dia bilangnya ini buat bonus aku. Bukan karna suka sama aku," ujar anisa.
"Kamu dibilangin ngeyel. Gini amat ya kalo temenan sama orang yang gak peka. Udah jelas-jelas ada yang perhatiannya lebih. Tapi tetap saja gak peka," ujar sindi.
"Mulai lagi,jangan bikin aku berharap sama yang gak pasti deh kamu,"ujar anisa..
"Dikasih tau yang bener juga gak percaya," ujar sindi. Sepanjang jalan,mereka terus saja
mengobrol dan bercanda ria. Sampai akhirnya tiba dirumah sindi. Mereka turun dan masuk kedalam
rumah.
"Mam,mami...."
"Mam,mami dimana?" teriak sindi.
"Kamu duduk dulu ya, aku panggilin mami. Kayaknya lagi dikamar deh," ujar sindi.
Anisa duduk disofa ruang tamu sembari menunggu sindi memanggil maminya.
"Mam, coba tebak aku bawa siapa kesini?" Ucap sindi saat melihat maminya dikamar.
"Emang kamu bawa siapa? Pacar?" Tanya mami sindi santai.
"Pacar mulu yang mami tanyain. Udah tau anaknya jomblo akut," ujar sindi.
"Ya siapa tau pas mami tinggal udah punya pacar," ujar mami sindi.
"Ya sudah, kamu bawa siapa kesini?" tanya mami sindi.
"Orangnya diruang tamu. Mami turun yuk,"ajak sindi. Sindi dan maminya pun turun menuju ruang tamu.
"Anisa? Ya Ampun, mami kangen banget sama kamu.Apa kabar sayang?" Ucap maminya sindi langsung memeluk anisa saat tau tamunya adalah anisa.
"Alhamdulillah baik tante, tante apa kabar?" tanya anisa.
"Alhamdulillah baik juga, kamu makin cantik saja nisa," ucap maminya sindi.
"Tante bisa saja. Tante juga makin cantik kok," jawab anisa.
"Masih aja manggil tante. Coba panggil mami,biar mami bisa ngerasain punya anak dua," ucap
maminya sindi.
"Gak enak tante,"ucap anisa.
"Gak enak sama siapa? Sama sindi? Dia mah biarin saja jangan dipeduliin,"canda maminya sindi.
"Yeee mami mah kalo udah ketemu anisa, lupa sama anak kandungnya," cetus sindi.
"Sayang, jangan pulang dulu ya, kita makan malam bareng disini.Mami udah lama banget gak makan bareng sama kamu loh," ujar maminya sindi.
"Boleh mam kalo gak ngerepotin," jawab anisa.
"Nah gitu dong panggil mami,kan enak didenger. Ngomong-ngomong nisa masih sama keluarga paman Arya atau udah pindah?" tanya maminya sindi.
"Nisa udah gak dirumah itu lagi mam. Sekarang nisa tinggal dirumah bos nisa,"jawab anisa.
"Dimana? Kamu udah kerja? Syukurlah kalo kamu udah gak tinggal lagi sama mereka," ucap maminya sindi.
__ADS_1
"Dideket jalan Biru mam. Iya nisa kerja jadi office girl," jawab anisa.
"Mau bekerja jadi apa saja gak apa, yang penting halal. Apa kamu gak ada niatan kuliah? Sayang loh
kecerdasanmu gak dipake," ucap maminya sindi.
"Niat si ada mam, cuma nanti saja kalo udah kekumpul dananya," ucap anisa.
"Kalo kamu mau, mami bisa bantu biayain kamu kuliah sampe sarjana kok,"ucap maminya sindi.
"Gak usah mam, nisa pengen kuliah pake uang nisa sendiri,"tolak anisa.
"Ya udah kalo itu mau kamu. Tapi kalo kamu butuh bantuan apapun,kamu harus bilang sama
mami ataupun sindi ya. Kami siap membantu kamu. Sekarang kalian senang-senang dulu saja. Mami mau kekamar dulu ya," Ujar maminya
sindi yang dibalas anggukan oleh anisa.
"Ke kamarku yuk," ajak sindi.
"Boleh," jawab anisa.
Mereka berdua naik ke kamar sindi. Saat ingin duduk dikasur, ponsel anisa berdering tanda panggilan masuk.
"Ya halo?"sapa anisa.
"Dimana?" tanya reyhan disebrang telfon.
Ya,yang menghubungi anisa adalah reyhan.
"Dirumah sindi, kenapa emang?" ucap anisa.
"Jangan pulang terlalu larut. Jam sembilan harus sudah ada di rumah," ujar reyhan.
"Iya iya, udah kaya emak nyuruh anaknya pulang aja sih," gerutu anisa. Reyhan mematikan sambungan telfon ya tanpa menghiraukan jawaban
anisa.
"Kenapa kamu?" tanya sindi.
"Gak boleh pulang kemaleman," jawab anisa kesal.
"Sama bosmu?" tanya sindi lagi.
"Iya lah, siapa lagi. Bikin kesal saja," ujar anisa.
"Ciyeee...ciyee...Ada yang perhatian nih," goda sindi.
"Perhatian apaan, bikin kesel iya. Serasa dikekang tau gak kalo kaya gini.Sama bawahannya saja kaya gini apalagi sama istrinya," ucap anisa.
"Sama istrinya ya lebih romantis lah," ucap sindi.
"Orang dingin kaya dia emang bisa romantis? Kayaknya engga deh,"ujar anisa.
Obrolan mereka masih berlanjut sampai ketika mami sindi masuk dan mengajak mereka untuk makan malam. Jam menunjukan pukul delapan
malam saat acara makan malam itu selesai dan anisa pamit untuk pulang.
"Sering-sering main kesini ya nis,biar sindi ada temen dirumah. Kalo perlu nginep saja disini," ujar mami sindi.
"Makasih makan malamnya mam, nisa pamit pulang dulu," ujar anisa.
"Hati-hati dijalan ya. Dan sindi jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya. Ini udah malam," ujar mami sindi.
"Siap mami," jawab sindi. Sindi mengantar anisa hanya sampai depan supermarket karna memang
tidak diperbolehkan mengantar sampai depan rumah.
__ADS_1