GADIS DESA DAN CEO GANTENG

GADIS DESA DAN CEO GANTENG
Eps 2


__ADS_3

Keesokan harinya tanpa sarapan anisa berangkat kesekolah naik angkot seperti biasa, saat tiba disekolah anisa bertemu dg sahabatnya sindi.


"Hai nis, lho kok muka kamu pucet banget si? Kamu sakit?" tanya sindi sahabat anisa.


"Aku ga ppa kok, cuma kecapean aja." jawab anisa sambil tersenyum.


"Ga mungkin, muka kamu muka-muka sakit nisa, apa kamu ga makan lagi?" tanya sindi penuh selidik.


Anisa hanya tersenyum dan berlalu dengan langkah gontai. Sindi adalah Satu-satunya teman dan sahabat anisa disekolah maupun diluar sekolah, hanya sindi yg mau berteman dg nisa tanpa memandang setatus sosial padahal sindi anak dr keluarga yg cukup berada dikota itu.


Bahkan kerap kali sindi menawarkan bantuan agar nisa mau tinggal dirumahnya tapi nisa selalu menolak dg alasan ga mau merepotkan orang lain.


Sindi yang selalu menjadi pelindung nisa saat dilingkungan sekolah dari bullian teman2nya. Sampai didepan kelas, nisa merasa sangat lemas dan pandangannya menjadi buram kemudian dia jatuh pingsan.Untung saja ada sindi yang langsung membawanya ke UKS.


"Alhamdulillah km udah sadar nis, aku tuh khawatir banget tau sama kamu. Kamu sebenernya sakit apa si? Kamu abis disuruh ngapain lagi sama bibi km yg super jahat itu??" tanya sindi secara beruntun.


"Tanya satu2 napa sind, kmu udah kaya wartawan tau ga sih banyak pertanyaan." kata nisa sambil tertawa.


"ishh kamu tuh yaa, aku tanya serius


malah km ketawa." kata sindi cemberut.


"Iya iya maaf, kamu tau kan gimana bibi dan sepupuku, huhh.." nisa menghela nafas berlahan


"Kamu tuh dr dulu udah aku suruh tinggal dirumahku, lagian orangtua ku juga sayang sama kamu mereka setuju kalau kamu tinggal dirumah biar aku ada teman kalo mereka lagi keluar kota tapi kamu nolak terus." cerocos sindi


" iya maaf, tapi aku nggk mau jadi beban dirumah kamu, aku ga mau ngerepotin keluarga kamu. Keluarga kamu udah sangat baik sama aku selama ini, aku ga mau tambahin susah keluarga kamu." kata nisa


"Ya ampun niss,, kamu tuh yaa selalu


alesannya gitu. Aku tuh udah nganggap kamu kaya saudara aku sendiri tauu." jawab sindi kesal.


"Udahlah kamu makan dlu nih,udah aku beliin makanan, aku tau tadi kamu belum sarapan dan pasti kemarin km jg ga makan, makanya bisa sampe pingsan lama kya gini."


lanjutnya


"Dalam kamus hidupku ga ada kata miskin atau kaya, klo orang itu baik hatinya,apapun status sosialnya aku akan tetap berteman sama dia. Udah mkan dlu ih." kata sindi


Kemudian anisa memakan makanan itu sampai habis. Setelah dirasa cukup kuat untuk berjalan, anisa kembali kedalam kelas bersama sindi.


Pulang sekolah seperti biasa nisa langsung beres2 rumah agar bisa makan. Setelah semuanya beres dia bergegas kekamar dan merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Kayaknya aku harus cari kerja sampingan biar bisa punya uang sendiri deh." gumam masa dalam hati

__ADS_1


"tapi klo aku kerja terus kerjaan dirumah ini ga sempet keurus aku pasti bakal ditendang dr rumah ini, Aku mau tinggal dimana coba." tambahnya


Saking lelahnya tak terasa nisa tertidur dalam kondisi belum mandi. Jam 10 malam nisa terbangun dan hendak mengambil air minum, sesampainya didapur dia samar2 mendengar percakapan bibi dan pamannya diruang keluarga.


"Kapan sih kamu mau bawa pergi ponakan kamu itu dr rumahku mas?" tanya bibi murni


"Kan aku udah bilang, tunggu sampai dia lulus SMA dulu baru aku bisa ngelepasin dia diluar, beberapa bulan lagi, sabar dong mah." ucap pamannya.


"Tapi aku udah ga tahan sama keberadaan dia, aku muak liat Mukanya tiap hari disini." ucap bimurni sebelah


"Kenapa si kamu ga bisa sayang sama keponakan aku? Yg salah kan orangtuanya dan dia ga tau apa-apa." tanya arya paman nisa


"Pokoknya aku ga suka ya gak suka mas."


"Ya udah lah terserah kamu."


"Pokoknya kalo sampe dia ga keluar dr rumah ini pas lulus, aku bakal usir paksa dia dengan atau tanpa persetujuan kamu." ancam bi murni


Arya hanya menghela nafas mendengar semua ucapan istrinya yg keras kepala. Sementara nisa yg mendengar pembicaraan paman dan bibinya berlari ke dalam kamar sambil nangis sesenggukan.


Anisa ga tau ada masalah apa di masa lalunya, ingin bertanya tapi takut bibinya ngamuk dan mengusir dia.


Dalam hati nisa sudah bertekad bahwa mulai besok akan mencari kerjaan sampingan karna beberapa bulan lagi dia akan ujian dan pasti setelah ujian selesai dia akan segera diusir dari rumah ini.


Kemudian dia kembali tidur agar bisa bangun lebih awal dan bisa mengerjakan pekerjaan rumah terlebih dahulu.


Saat sedang melayani pengunjung, datang teman sekolahnya anisa beserta gengnya. Mereka berjalan kedalam cafe dg bercanda ria. Namun ketika melihat anisa, mereka berjalan menghampiri anisa dg angkuhnya.


"Ternyata sekarang si cupu kerja disini." kata rena dg tatapan sinisnya.


"Ga cocok si jadi pelayan gini, cocoknya jadi pemulung." sambung putri disambut gelak tawa kedua temannya.


"Maaf mau pesan apa?" tanya anisa tidak mempedulikan cemoohan mereka.


"Okey, gue pesen cappocino latte, potato weges, sama strawberry dessert. O ya, dessertnya jangan Terlalu manis. Inget jangan terlalu manis." kata rena.


"Gue Iced Matcha Boba Latte sama Cinnamon Roll." lanjut putri


"Condense Cold Brew Coffee terus Croffle.GPL yaa cupu." sambung salsa.


"Baik, tunggu sebentar." anisapun pergi meninggalkan mereka bertiga.


Beberapa menit kemudian anisa datang membawa pesanan mereka, putri mengulurkan kakinya menghadang anisa hingga anisa tersandung membuat minuman yg dibawanya jatuh.

__ADS_1


Naasnya minuman itu tumpah tepat didepan rena hingga bajunya basah terkena minuman itu.


"Astaga baju gue. Heh lo bisa kerja ga Sih hah? Baju gue kotor nih." rena dg amarahnya memarahi anisa.


"Maaf tadi aku tersandung." ucap anisa


"Bilang aja lo mau bales dendam krn tadi kita ngehina lo. Iya kan?" ucap salsa menuding anisa.


"Engga, aku beneran tersandung kakinya putri." ucap anisa mengelak


"Apa-apaan, lo nuduh gue ngehadang lo dg kaki? Lo aja yg jalan ga liat-liat." salsa tidak terima.


Semua pengunjung memperhatikan kajadian itu sambil bisik-bisik saat seorang pria paruh baya keluar dari salah satu ruangan dicafe itu. Melihat keributan itu, pria paruh baya itu kemudian menghampiri mereka.


Maaf ada apa ini?" tanya pria paruh baya itu yg ternyata manager cafe.


"Ini nih pelayan kamu ga becus kerjanya. Baju gue kotor gara-gara dia." ucap rena


"Maaf atas kesalahan karyawan saya, dia memang karyawan baru. Biar nanti saya kasih peringatan sama dia. Tolong maafkan dia nona." ucap manager itu dg ramah.


"Gue mau dia dipecat dr cafe ini atau gue bilangin ke bokap gue buat nutup ini cafe. Kamu tau kan siapa bapak gue? Bapak Handoyo pemilik perusahaan X." rena mengancam manager cafe itu.


Manager cafe itu terkejut dan merasa takut karna orang yg dia sebut adalah pemilik saham terbesar ke 3 dicafe Itu.


"Anisa kamu saya pecat dan mulai hari ini kamu tidak boleh kerja disini lagi. Sekarang keluar dr cafe ini." kata manager itu dg tegas.


"Tolong pak jangan pecat saya, saya masih butuh kerjaan ini." anisa memohon.


"Lu udah dipecat mending lu pergi aja


sono,jadi pemulung aja yg cocok sama muka lu." ucap putri mengibaskan tangannya untuk


mengusir anisa.


Kemudian anisa keluar dari cafe itu dg langkah gontai. Anisa tidak tau lagi harus mencari kerjaan dimana. Anisa berjalan menyusurijalanan yg masih ramai dg kendaraan yg lalu lalang.


Kadang saat kacau seperti ini,dia Teringat kedua orang tuanya. Andaikan orang tuanya masih ada, pasti dia tidak akan kesusahan seperti ini. Yang dia ingat saat masih kecil saat kedua orang tuanya masih ada, dia tidak pernah merasa kesusahan walaupun hidup didesa yg jauh dari kota.


Dia tidak tau apa pekerjaan kedua orang tuanya karna setiap kali dia menanyakan hal itu, orang tuanya selalu bilang kalau itu tidak penting yang terpenting mereka bisa memberikan apapun yg anisa mau.


Walaupun anisa selalu dimanja oleh orang tuanya, tidak membuat anisa menjadi anak yg manja dan lemah. Justru anisa tumbuh menjadi anak yg cerdas, kuat dan mandiri.


Hingga saat orang tuanya meninggal, dia bisa membuat jalani kehidupan yg berbanding terbalik dr sebelum orang tuanya meninggal.

__ADS_1


Dia bisa bertahan Dg sabar menjalani kerasnya hidup dirumah pamannya belum lagi hinaan dan cemoohan dr teman sekolahnya yg tidak pernah absen seharipun. Kerap kali kekerasan fisik dia


dapatkan saat teman sekolahnya menghina dia.


__ADS_2