
Hari demi hari berlalu,setelah kejadian anisa yang pingsan dikantor tempo hari, membuat reyhan membawa bekal untuk sarapan dikantor. Dia mengambilnya dari restoran miliknya sendiri.
Membuat karyawan yang ada di restoran tersebut menjadi heran. Begitupun dengan karyawan dikantor reyhan yang melihatnya membawa kantong makanan kekantor. Pasalnya, dia tidak pernah membawa makanan sendiri untuk dibawa kekantor.
Dia selalu meminta salah satu karyawannya untuk mengantarkan makanan keruangan reyhan. Tapi kali ini perubahan itu membuat semua karyawannya penasaran.Rendi sangat asisten yang paham akan sikap reyhan, sangat memakluminya.
Meskipun reyhan tidak pernah jujur akan perasaannya, tapi dia tau bahwa bosnya itu sedang jatuh cinta pada karyawannya sendiri yaitu anisa. Sedangkan anisa yang tidak peka dengan sikap perhatian reyhan yang berlebihan berfikir bahwa apa yang bosnya lakukan hanyalah sebagai bentuk rasa kasihan semata.
Seperti hari ini, reyhan membawa bekal dia kotak makanan yang dia ambil sendiri direstorannya. Dia masuk kedalam ruangan dengan menenteng kotak makanan tersebut, sesampainya diruangan,terlihat anisa sudah mulai bekerja dengan telaten.
Hari demi hari berlalu,setelah kejadian anisa yang pingsan dikantor tempo hari, membuat reyhan membawa bekal untuk sarapan
dikantor. Dia mengambilnya dari restoran miliknya sendiri.Membuat karyawan yang ada di restoran tersebut menjadi heran.
Begitupun dengan karyawan dikantor reyhan
yang melihatnya membawa kantong makanan kekantor. Pasalnya, dia tidak pernah membawa makanan sendiri untuk dibawa kekantor. Dia selalu meminta salah satu karyawannya untuk mengantarkan
makanan keruangan reyhan.
Tapi kali ini perubahan itu membuat semua
karyawannya penasaran. Rendi sangat asisten yang paham akan sikap reyhan, sangat memakluminya. Meskipun reyhan tidak pernah jujur akan perasaannya, tapi dia tau bahwa bosnya itu sedang jatuh cinta pada karyawannya sendiri yaitu anisa.
Sedangkan anisa yang tidak peka dengan sikap perhatian reyhan yang berlebihan berfikir bahwa apa yang bosnya lakukan hanyalah sebagai bentuk rasa kasihan semata. Seperti hari ini, reyhan membawa
bekal dia kotak makanan yang dia ambil sendiri direstorannya.
Dia masuk kedalam ruangan dengan menenteng kotak makanan tersebut, sesampainya diruangan,terlihat anisa sudah mulai bekerja dengan telaten.
"Makan dulu sarapanmu." Kata reyhan.
"Saya sudah sarapan tuan. Terimakasih" Jawab anisa yang tetap melanjutkan pekerjaannya.
"Jangan membantah.Makanlah." Tegas reyhan.
"Kenapa sekarang tuan begitu baik dengan saya? Selalu membelikan saya makanan, meminta saya tidur siang dikamar tuan dan memberi saya pekerjaan yang ringan. Apa tuan tidak rugi?" Tanya anisa.
"Apa kamu kira saya akan bangkrut hanya karna memberimu makanan?" Reyhan balik bertanya.
"Bukan begitu tuan, tapi.."
"Bahkan jika saya membeli kapal pesiar pun tidak akan bangkrut" Ucapan anisa terhenti oleh kalimat Reyhan.
Anisa terdiam, dia tidak tau sekaya apa pria didepannya. Yang dia tau, pria itu hanya seorang CEO ditempatnya bekerja.
"Cepat makan!" Titah reyhan.
__ADS_1
"Ba-baik tuan" Jawab anisa yang segera mendekat ke sofa.
Merekapun sarapan bersama diruangan reyhan. Selepas makan, reyhan melanjutkan pekerjaannya sedangkan anisa memberes- kan bekas makanan yang ada. Hati itu semua berjalan dengan baik, tak ada masalah atau gosip apapun yang anisa dengar dari karyawan lain.
Hingga sore menjelang, anisa pulang setelah reyhan pulang. Dia berjalan menuju halte bus dan tak disangka, sindi sang sahabat sedang
menunggunya dihalte tersebut.
"Hei Sa.. Udah mau pulang kan?" Sindi menyapa anisa.
"Kok kamu disini? Iya aku mau pulang." Jawab anisa.
"Sengaja pengen ketemu kamu.Aku kangen sama kamu, kangen makan bareng kamu. Kita makan dulu yuk sebelum kamu pulang" Ujar sindi.
"Tapi ini udah sore, aku harus pulang" Anisa menolak dengan lembut.
"Sekali ini saja. Mau yaa please,nanti aku anterin kamu sampe depan rumah kok. Kalo bibi kamu marah, aku yang akan menjelas- kan" Sindi terus membujuk anisa agar mau pergi dengannya.
"Hm ya udah deh, tapi makan aja ya" Anisa pasrah menerima ajakan sahabatnya itu.
"Iya, makan aja. Abis itu pulang" Jawab sindi.
"Ya sudah,ayok" Ujar anisa
"Yeey...Makasih sahabatku" Sindi memeluk sahabatnya dengan senang. Kemudian mereka berdua masuk kedalam mobil sindi dan bergegas mencari tempat makan.
"Dipojok itu yuk, disitu lebih nyaman" Sindi menunjuk sebuah tempat disalah satu pojok restoran dan menarik tangan anisa. Mereka duduk dan memanggil pelayan restoran.
"Kamu mau pesen apa? Pesen aja yang kamu suka" Ujar sindi Anisa mengambil daftar menu makanan yang diberikan oleh pelayan dan mulai membacanya.
"Aku samain kaya kamu aja deh,gak ngerti sama menu-menu ini. Takut salah pesen malah gak kemakan nanti." Anisa yang tidak pernah makan direstoran elit seperti itu
membuat dia bingung dan menyerahkan daftar itu kepada sahabatnya.
"Ya udah kalo gitu saya pesen makanan terenak yang ada disini deh mba,terus minumnya orange juice dua" Kata sindi pada seorang pelayan.
"Emang gak apa makan ditempat semewah ini? Makanan disini pasti mahal-mahal banget." Kata Anisa.
"Kamu tenang aja, aku yang traktir." Ucap sindi.
"Makasih ya, kamu masih mau jadi temenku sampai saat ini" Ucap anisa.
"Kan kita sahabat, sampai kapanpun kamu tetap sahabatku." Timbal sindi. Beberapa saat kemudian, apa yang mereka pesan datang.Pelayan menghidangkan beberapa makanan terbaiknya diatas meja tersebut.
"Ini banyak banget sind, kalau gak habis gimana?" Tanya anisa yang melihat mejanya penuh dengan makanan.
"Udah tak apa, jangan pikirin itu. Makan aja yang banyak ya" Sindi tau sahabatnya merasa tidak enak hati dengannya sehingga dia meyakinkan sang sahabat. Mereka berdua makan dengan tenang, sesekali mereka bercanda ria dan mengingat masa-masa SMA. Disela mereka makan, datang tiga orang menghampiri mereka.
__ADS_1
"Gak nyangka ya, bisa ketemu lagi sama si culun ini" Ucap rena sembari melipat kedua tangannya didepan dada. Ya,tiga orang yang datang adalah rena dan kawan-kawannya. Mereka melihat sindi dan anisa saat memasuki restoran sehingga mereka menghampirinya.
"Eh sindi, kamu mau-maunya tetap berteman sama dia apalagi sampai bawa dia makan direstoran mewah seperti ini."Ucap Rena.
"Kalo gue jadi lo mah ogah berteman lama-lama sama dia. Gak level banget
sih."Sambung putri.
"Ya iyalah, buat apa temenan sama anak culun. Udah culun, miskin lagi. Kamu tuh gak pantas makan ditempat mewah seperti ini." Timpal salsa.
"Heh kalian gak ada bosen-bosennya ya ngebully anisa terus. Kalian maunya apa sih!!"Sindi yang geram menggebrak meja.
"Ada yang sok pahlawan nih.iiihh takuutttt" Ucap putri dengan ekspresi pura-pura takut dan disambut tawa oleh ketiganya.
"Lo gak usah sok ngebelain dia deh, nanti lo dimanfaatin sama dia baru tau rasa." Ucap rena.Kemudian putri yang melihat ada minuman dimeja tersebut mengambilnya tanpa permisi dan dengan sengaja menyiramnya keatas kepala anisa. Anisa hanya diam saja saat rambut dan bajunya basah oleh air juice tersebut.
"Heh! Keterlaluan sekali kalian. Gue bisa ngelaporin kalian dengan tuduhan bullying yaa" Ancam sindi yang tidak Terima dengan perlakuan ketiga orang itu kepada sahabatnya.
"Dianya aja diem kok kamu yang sewot sih."Ucap rena.
"Jangan sok pahlawan deh lo.Lo gak tau bokap rena siapa hah! Bokapnya polisi dikota ini. Jadi walaupun lo ngelaporin kita, kita gak bakal masuk bui.Paham!!" Ucap salsa dengan senyum sinis.
"Udah sindi, aku gak papa kok. Mendingan kita pulang aja" Ucap anisa melerai mereka. Anisa memang kesal,tapi dia tidak ingin
memperpanjang masalah. Dia memilih diam dan mengalah. Anisa bangkit dan menarik tangan sindi untuk pergi dari tempat itu.
"Awas kalian ya!" Sindi berucap geram lalu menambrak bahu rena untuk mengikuti anisa.
"Dasar anak culun. Gaya-gayaan mau makan ditempat mewah" Ujar renda.
"Ya gak pantas lah" Ujar putri disambut tawa ketiganya.Mereka bertiga kemudian mencari tempat untuk duduk. Sedangkan anisa dan sindi keluar menuju mobil.
"Kenapa sih kamu diem aja klo dibully sama mereka? Kesel aku sama kamu. Liat nih rambut kamujadi kotor gini. " Ucap sindi kesal.
"Aku gak mau memperpanjang masalah,suatu saat mereka juga akan mendapatkan balasannya" Anisa berkata dengan senyuman.
"Kamu tuh yaa, sekali-kali balas perbuatan mereka gitu loh.Jangan ngalah terus. Heran aku sama kamu" Sindi benar-benar merasa kesal karna sahabatnya selalu mengalah jika ada yang menyakitinya.
"Udah,aku gak apa kok. anterin aku pulang ya." Ucap nisa menenangkan sahabatnya.
"Ya udah lah. Ayo aku antar. Nanti keburu nenek lampir dirumahmu ngamuk" Sindi masuk kedalam mobil diikuti oleh anisa.
Anisa pulang dengan diantar oleh sahabatnya. Saat memasuki gerbang depan,anisa melihat pacar sepupunya sedang duduk diteras rumah. Anisa melewatinya tanpa menyapa sama sekali.
Sandi yang melihat sikap anisa yang acuh, membuatnya semakin penasaran dengan gadis itu. Sandi terus menatapnya sampai anisa tak terlihat lagi.Sandi berusaha mencari cara agar dia bisa mendekati gadis itu.
Sehingga, saat Sinta sang pacar meninggalkannya untuk mandi, sandi langsung mengiyakan dengan senang hati. Rumah sedang sepi, orang tua Sinta sedang keluar. Sandi berfikir bahwa ini adalah waktu yang tepat untuknya mendekati gadis cantik yang dikenalkan nya sebagai pembantu itu.
__ADS_1