GADIS DESA DAN CEO GANTENG

GADIS DESA DAN CEO GANTENG
Eps 31


__ADS_3

Mereka bertiga makan siang dengan tenang tanpa ada percakapan apapun sampai selesai. Saat anisa ingin membayar,leo mencegahnya.


"Biar aku saja yang bayar," ucap leo.


"Gak usah mas, biar saya saja," Tola kanisa.


"Please, anggap saja ini sebagai tanda pertemanan kita. Waktu itu1 kan kamu gak mau aku bayarin belanjaannya," ucap leo.


"Tidak usah,terimakasih," Anisa tetap menyodorkan uang pada pelayan.


"Pake kartuku aja mbak," Leo pun menyodorkan kartu kreditnya.


"Tidak usah mas, biar pake punya saya aja," tolak anisa.


"Udah nis biarin, sekali-kali ditraktir ⁰ cowo ganteng kan," bisik sindi.


"Teman kamu aja gak keberatan, udah biar aku aja yang bayar," ucap leo.


"Ya sudah,terimakasih mas leo,"ucap anisa.


"Sama-sama,"Ucap leo sembari tersenyum.


Anisa menyimpan kembali uangnya kedalam tas.


"Habis ini kalian mau kemana?" tanya leo.


"Kita mau jalan-jalan di mall ini," Bukan anisa yang jawab tapi sindi.


"Kalo begitu, aku ikut ya. Siapa tau kalian butuh bantuan buat bawain barang belanjaannya,"ujar leo.


"Boleh kok,ya kan nis," jawab sindi.


"Em...Maaf, tapi saya pengen berdua aja sama sindi. Kalo mau ikut, lain kali saja ya," ucap anisa membuat sindi sedikit kesal.


"Ya udah kalo begitu aku permisi dulu ya, hati-hati dijalan,"ucap leo.


"Sekali lagi terimakasih sudah membatu saya," ucap anisa. Anisa dan sindi berjalan meninggalkan leo.Namun,baru beberapa langkah,leo memanggilnya lagi.


"Nis, boleh minta nomer kamu? Siapa tau kita bisa berteman dekat," ucap leo.


"Maaf, saya belum punya ponsel," jawab anisa.


"Ya sudah,"ucap leo pasrah. Anisa dan sindi melanjutkan perjalanannya untuk belanja kebutuhan mereka.


"Kenapa gak diajak aja si cowo tadi? Kan lumayan bisa bantuin bawa barang-barang kita nanti,lagian


cakep juga dia walaupun lebih cakep pak reyhan sih,"Cetus sindi.


"Kamu kan tau aku gak bakal nyaman klo jalan sama cowo, apalagi baru kenal. Lagian kita kesini kan mau jalan-jalan berdua doang," ucap anisa.


"Kamu memang calon mantuidaman, udah susah didapetin tapi yang bisa dapetin kamu bakal beruntung karna kamu serba bisa apalagi kamu


cantiknya alami," puji sindi.


"Mana ada yang mau punya mantu orang miskin kaya aku sind, apalagi pendidikan terakhir cuma SMA. Orang tua jaman sekarang kan maunya punya mantu yang berpendidikan tinggi," cetus anisa.


"Kalo aku si,yang penting mah pinter masak deh kaya kamu. Andai aku udah jadi orang tua terus punya anak cowo, aku mau kok jadi mertua


kamu," Goda sindi.


"Kamu mau punya mantu nenek-nenek?" canda anisa.


"Aku si mau-mau aja kalo nenek-neneknya itu kamu,tapi anak aku yang gak akan mau,"balas nisa


diiringi tawa keduanya.


"Mau beli apa nih kita? Baju dulu kali ya?" tanya sindi.


"Emm... Bajuku masih banyak yang belum dipake," ujar anisa.


"Emang kapan kamu belanja baju? Perasaan dari dulu pakaian kamu cuma dari bekasnya si Sinta itu,eh wait...Aku baru nyadar, baju yang kamu pake baju mahal loh. Jangan bilang bosmu yang beliin?" Ucap sindi sedikit menggoda.


"Iya, waktu aku lupa punya janji sama kamu itu, aku diajak keluar sama bosku.Nah ternyata dia belanjain aku baju sama beberapa tas dan sepatu,"


Anisa meringis sembari meg garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kan sudah aku tebak. Mungkin bosmu suka sama kamu jadi mau beliin kamu pakaian," ujar sindi.


"Mana mungkin. Dia pasti cuma kasian sama aku karna aku miskin," anisa menyangkal.


"Yaelah... Kamu ga peka banget jadi orang. Mana mungkin seorang Reyhan yang notabenya kejam dan dingin mau membelikan barang-barang pribadi pada karyawannya apalagi dia sampai turun tangan buat beli semua itu." Sindi terus saja menjelaskan apa yang dia simpulkan dari semua yang sahabatnya ceritakan.


"Gak mungkin lah, jangan bikin aku berharap yang gak pasti deh,"ujar anisa.


"Ini udah pasti menurutku. Eh iya aku belum tau tempat tinggalmu yang sekarang. Kamu tinggal dimana? Semalem bilang gak bisa bawa orang kesana?"tanya sindi.


"Em...Aku..."kata anisa terbata.


"Aku apa? Jawab yang jelas dong, bikin penasaran aja," ucap sindi.


"Aku...Aku tinggal dirumah pribadinya tuan Reyhan,"jawab anisa lirih.

__ADS_1


"What?? Kamu...." Anisa langsung membekap mulut sindi karna suaranya yang keras mengalihkan perhatian beberapa pengunjung mall


kearah mereka.


"Ssstt jangan keras-keras nanti ada yang denger. Kalo ada yang tau nanti tuan Reyhan marah sama aku," ujar anisa.


"Maaf maaf,keceplosan.Serius kamu tinggal sama bosmu?" tanya sindi.


"Dua hari ini iya, tapi kita gak ngelakuin apa-apa kok. Kamar juga terpisah,"Ucap anisa.


"Ekhm,yakin gak ngelakuin apapun? Kurang percaya ya aku," goda sindi.


"Serius sindi, kami gak ngelakuin apapun," ucap anisa meyakinkan.


"Kalo gak ngelakuin apapun berarti gak mandi, gak makan, gak ganti baju,gak minum...."canda sindi.


"Ish kamu ini, ya kali aku gakmakan gak mandi gak minum, mati dong aku,"Cetus anisa yang jalan lebih cepat meninggalkan sindi karna kesal.


"Eh tunggu dong, gitu aja ngambek. Cantiknya ilang lho kalo ngambek," goda sindi.


"Tau ah, kamu bikin kesel," ucap nisa.


"Iya maaf deh maaf, yuk ah temenin aku beli baju," Ujar sindi sembari merangkul pundak anisa.


Mereka berdua masuk kedalam sebuah toko baju.


Hampir satu jam mereka berkutat didalam toko itu hanya untuk membeli satu buah baju sindi. Sedangkan anisa hanya menemaninya saja.


Setelah selesai, mereka menuju sebuah toko tas dan sepatu. Anisa dan sindi memilih beberapa tas


dan sepatu yang menurut mereka cocok untuk dipakai.


Saat sindi ingin mengambil satu tas, ada orang lain yang ikut mengambil tas tersebut. Sindi menoleh dan terkejut saat tau bahwa wanita itu Sinta.


"Loh Sinta?" Ucap sindi terkejut.


"Ini tas gue,gue duluan yang pegang," ujar sinta.


"Tapi aku duluan yang pegang,"ujar sindi.


"Gue duluan.Lagian ngapain sih orang kaya lo ada disini," ucap sinta.


"Aku mau beli tas ini," ucap sindi.


"Enak aja ini punya gue ya," ucap sinta. Terjadilah tarik menarik antara sindi dan sinta. Membuat seluruh pelanggan di toko tersebut memperhatikan mereka tanpa melerai. Anisa yang sedang asik


memilih tas diujung toko langsung menghampiri ketika mendengar keributan yang terjadi.


Tapi mereka berdua tidak mendengarnya. Anisa yang bingung meminta pengunjung lain untuk


membantunya namun tidak ada yang mau membantu.


"Udah sindi, Sinta jangan bertengkar!" Ucap anisa keras. Namun tetap tidak membuat mereka


berhenti.


"Ini tas gue,"ucap sinta.


"Gue duluan," ucap sindi.


"Gue...."


"Gue..."


Mereka terus berebut tas sampai akhirnya ada satpam yang datang melerai. Baru keduanya berhenti bertengkar.


"Apa-apaan ini. Kalo mau berantem jangan disini! Mengganggu pengunjung lain!" bentak satpam.


"Dia duluan yang mulai pak," ujar sindi.


"Dia duluan pak, enak aja," ujar sinta.


"Udah, kalian mau pergi atau saya bawa ke pos,"ucap satpam.


"Udah, kita cari ditoko lain aja ya. Daripada masalah makin panjang," kata anisa.


"Uh dasar cewe gila,"Ucap sinta yang kemudian keluar dari toko tersebut.


"Lo yang gila," teriak sindi.


"Udah, udah, ayo keluar," ajak anisa. Sindi yang sudah badmood keluar dari toko dengan kesal.


"Maaf ya pak, mbak, sudah bikin keributan disini. Saya permisi,"ucap anisa pada orang-orang yang ada disana.


Anisa keluar mengejar sindi yang sudah berjalan lebih dulu.


"Sumpah ngeselin banget sepupu kamu itu," Ucap sindi kesal.


"Maafin dia ya, tapi kamu gak apa-apa kan?" ucap anisa.


"Kenapa kamu yang minta maaf? Dia yang salah kok. Lagian buat apa kamu minta maaf atas nama dia sih,"Ucap sindi.

__ADS_1


"Walau bagaiman pun dia masih saudaraku sind. Aku gak enak sama kamu,"ucap anisa.


"Udah lah. Yang salah dia, harusnya tadi aku cakar aja wajahnya yang sok kecantikan itu. Udah dandanannya kaya tante-tante,sok cantik lagi.


Cantikan juga aku," Cerocos sindi.


"Udah,kita belanja ditempat lain aja yuk,"Ucap anisa berusaha menenangkan.


"Udah gak mood aku. Kita nonton aja deh,cari film yang lucu biar mood aku balik," Ajak sindi.


"Boleh, mau nonton apa kira-kira ya?"tanya anisa.


"Em...Nanti deh liat disana ada apa aja,"ucap sindi.


Sindi dan anisa naik ke lantai atas menuju bioskop.


"Aku beli karcisnya dulu ya," ucap sindi.


"Oke, aku beli cemilan sama minumannya ya. Nanti ketemu disini," ujar anisa. Setelah membeli cemilan, anisa balik lagi ketempat semula dan menunggu sindi.


"Lah tadi bilangnya pengen nonton yang lucu-lucu, kok malah milih yang horor sih," ujar anisa yang melihat sindi datang membawa karcis film horor.


"Berubah pikiran, jadi penasaran sama film ini," Ucap sindi menyengir.


"Ya sudah deh terserah kamu aja," ujar anisa.


"Gak apa-apa kan?"tanya sindi.


"Ya gak apa-apa si, cuma nanti malem kalo gak berani tidur jangan salahin aku ya," ujar anisa.


"Engga lah, aku gak akan takut. Lagian ini cuma film kok," sangkal sindi. Mereka berdu1a masuk kedalam bioskop dan duduk dikursi. Dua jam berlalu, film pun habis dan mereka keluar dari bioskop tersebut.


"Seru ya filmnya,"ucap anisa.


"Iya seru," ucap sindi singkat.


"Kamu kenapa? Kok muka kamu pucet gitu? Ketakutan?" tanya anisa sembari menahan tawa melihat wajah sindi yang pucat karna takut.


"Eh engga kok, mana ada aku takut sama begituan,"sangkal sindi.


"Beneran gak takut? Hayoo" goda anisa.


"Anisa udah deh jangan ngeledek gitu, mentang-mentang pawang hantu kamu,"ujar sindi kesal.


"Gaya-gayaan nonton film horor sih,"


ucap anisa sembari tertawa.


"Udah deh,pulang yuk ah. Keburu malem,"ajak sindi.


"Emang kenapa kalo udah malem?" goda anisa.


"Tau ah," Sindi keluar dari mal meninggalkan anisa yang berjalan dengan pelan.


"Sindi, tungguin," teriak anisa


"Kok malah aku ditinggal sih," gerutu anisa lagi.


Akhirnya mereka berdua pulang dengan sindi yang mengantar anisa.


"Aku boleh anter kamu sampai rumah kan? Penasaran juga sama rumah pribadinya CEO muda itu," ujar sindi.


"Em... Untuk sekarang sampai supermarket dulu aja ya, lain kali kalo udah izin dan diizinin, aku bakal bawa kamu kerumah itu," jawab anisa.


"Kenapa gak sekarang aja sih, kan cuma didepan rumahnya doang," ucap sindi kesal.


"Maaf ya, lain kali kalo udah ada izin pasti aku ajak kamu main kerumah," Jawab anisa yang tak enak hati pada sahabatnya.


"Ya udah lah. Hati-hati dijalan ya," ucap sindi.


"Oke, kamu juga hati-hati,"ujar anisa. Sesampainya dirumah, bi runi sedang duduk diteras menunggu kepulangan anisa.


"Loh kok bibi belum pulang?Ini udah mau malem loh bi," ujar anisa.


"Bibi nunggu non anisa pulang non, mang yono maaf udah pulang dari tadi jam empat," jawab anisa.


"Ya udah, bibi mau masuk dulu atau mau pulang? Udah makan belum bi?" tanya anisa.


"Bibi mau pulang aja non, tadi udah makan masakan non anisa. Masakannya enak non, jadi tadi dihabisin sama bibi dan mang yono. Tapi non tenang aja, udah bibi masakin lagi kok buat non anisa," jelas bi runi.


"Syukurlah kalo bibi sama mang yono suka, lagian kenapa repot-repot masakin lagi bi, kan bibi jadi tambah cape. Tugas bibi kan cuma bersihin


rumah doang," ucap anisa.


"Gak apa-apa non, ya udah bibi pamit pulang dulu ya non. Permisi," ujar bi runi.


"Hati-hati dijalan bi," Ucap anisa dijawab anggukan oleh bi runi. Anisa kemudian masuk kedalam rumah dan mengunci pintu. Dia melempar tasnya dan duduk disofa ruang tamu.


"Astaga,, aku lupa gak beli ponsel," Gumam anisa.


"Kan susah lagi kalo mau hubungi sindi, kenapa jadi pelupa gini sih nis, kan gajian udah cair, bisa buat beli ponsel dulu. Ini gara-gara sindi berantem sama Sinta nih jadi lupa deh," Gerutu anisa yang kesal sendiri.

__ADS_1


"Udah lah besok-besok lagi aja belinya,mending mandi terus tidur. Jalan-jalan ternyata bikin cape badan juga ya,"Gumam anisa. Diapun naik keatas dan masuk kedalam kamarnya.


__ADS_2