
Setelah insiden kemarin dan mendapat peringatan dari reyhan, nisa kini lebih berhati2 lagi dalamvmengerjakan pekerjaannya. Walau sudah lelah dr sebelum berangkat, nisa tetap menyemangati dirinya sendiri agar tetap kuat dlm bekerja.
Kerjaannya memang berat, kerap kali tuan- nya menindas dan menyiksa dia dg memberi tugas yg tidak logis seperti mencari kertas yg dibuangnya dlm tong sampah, membaca- kan kontrak kerja dr client, dn lainnya. Anis tak habis pikir dg kelakuan tuannya yg makin hari makin ga waras dg perintah2nya itu.
"Huhh.. Dia makin hari makin ga waras banget si." keluh nisa saat di pantri
"Kok ada bos yg gila kya gitu. Masa iya karyawannya disuruh nyariin uban yg jelas2 dia ga punya uban." sambungnya
"Kamu disuruh nyari uban sama tuan bos?" tanya elin temen sesama OG
"Iya mba, gila banget kan dia." gerutunya
"Gila gimana, ini namanya rejeki nomplok, semua orang pd memimpikan berdekatan dg tuan bos tau, kamu yg dikasih kesempatan deket apalagi smpe ngacak2 rambutnya itu namanya anugerah " cerocoh elin
"Apanya yg dibanggakan dr dia sampe mimpi deket sm dia si, jelas2 orangnya nyebelin gitu, gila memang dia." kata nisa
"Siapa yg gila?" suara berat terdengar dari pintu pantri Elin yg mendengar suara bosnya
langsung kabur karna takut dimarahi.
"Eh anu tuan, orang lewat yg gila." nisa yg kaget ucapannya terdengar oleh reyhan menjawab dg gugup.
"Kamu pikir saya tuli ga bisa denger ucapan kamu." ucap reyhan tegas
"Keruangan saya sekarang." lanjutnya
"Baik tuan." nisa bangkit mengikuti reyhan dr belakang sambil merutuki kecerobohannya itu.
"Mampus, pasti dikerjain abis2an lg ini klo kya gini caranya." kata nisa dalam hati.
Nisa terus berjalan mengikuti reyhan dg mengetuk2 kepalanya krn kecerobohannya. Dan lagi2 nisa menabrak punggung reyhan yg sedang berhenti membuatnya makin merutuki dirinya dalam hati.
"Suka sekali menabrak saya ya." ujar reyhan datar
"Maaf tuan ga sengaja, lagian kenapa tuan berhenti mendadak si." ujar nisa
"Kalo jalan liat kedepan jangan liat kebawah makanya" Kata reyhan sedikit keras
"Atau memang sengaja mau deket2 dg saya?" lanjutnya
"Ih ogah deket2 sama ora gila." nisa yg keceplosan langsung membungkam mulutnya sendiri.
"Oo jadi saya orang gila dimatamu!" reyhan berjalan mendekati nisa yg mematung, semakin dekat wajah mereka semakin terasa pula nafasnya menyapu muka nisa.
"Kenapa aku jdi deg2an gini sih, apa aku suka sama orang gila ini?" tanya hati nisa seketika.
__ADS_1
Debaran jantungnya bener2 ga bisa dikontrol saat itu. Sampai tak sadar reyhan sudah memasuki lift dan memanggilnya.
"Mau jadi patung disitu?" kata reyhan
"Eh ng-ngga tuan." nisa menyusul masuk ke lift Sesampainya diruangan, Reyhan meminta nisa untuk mengambilkan charger HP diatas meja sofa.
Padahal jarak sofa dan meja kerja Reyhan
berdekatan tp kenapa dia malah memanggil nisa di pantri hanya untuk mengambilkan charger itu. Nisa makin yakin kalau bosnya itu sudah gila.
"Bener2 gila." gerutu nisa pelan tapi masih bisa didengar oleh Reyhan
"3x kamu nyebut saya gila." kata Reyhan yg entah sejak kapan sudah berada dibelakang nisa.
Nisa yg tak bisa menjawab apa2 hanya
memejamkan matanya saat wajah Reyhan makin dekat dengannya. Reyhan mengambil charger ditangan nisa dg cepat lalu berlalu dari hadapannya.
"Ini mah aku yg bener2 gila. Knpa aku mikir dia akan melakukan yg engga2. Astaghfirullah" Nisa bergidig sendiri
"Knpa kamu? kamu pikir saya bakal cium kamu? Bukan tipeku." kata reyhan yg kembali ke kursi kerjanya setelah mengambil charger HP disamping nisa.
Nisa masih terpaku ditempanya sampai reyhan melemparkan sepidol yg jatuh tepat diatas kepalanya membuat anisa mengaduh kaget.
"Ngapain masih disitu. Cepat belikan aku makanan untuk makan siang." perintah reyhan
"Emng kamu udah tau apa yg ingin saya makan?" tanya reyhan
"Belum tuan, tuan ingin makan apa?" tanya anisa kembali
"Belum tau tapi sok-sokan ga nanya dulu. Sya ingin pizza." ucap reyhan
"Baik tuan, tapi saya ga punya uang cukup buat belinya tuan." kata anisa menunduk.
Reyhan menghela nafas berat lalu merogoh dompet disaku jas dan mengambil satu credit card lalu menyerahkannya pada anisa.
"Maaf tuan, saya ga bisa pake kartu begituan, lebih baik pake uang cash aja." ucap nisa jujur.
"Hidup kamu ribet bnget si, dikasih yg isinya banyak malah ga bisa pake. Dasar gadis kampung." cibir reyhan sambil menelpon rendi.
"Berikan uang cash ke anisa buat beli makanan." ucap reyhan pd rendi
"Baik tuan." sambung Rendi disebrang telfon.
"Kamu minta ke rendi. Sekalian buat beli makan kamu." kata reyhan
__ADS_1
"Baik tuan. Saya permisi." anisa meninggal- kan ruangan itu dan menemui rendi.
Setelah dikasih uang, anisa bergegas keluar kantor untuk membeli pesanan Reyhan. Saat sedang memesan makanan, anisa melihat seorang gadis berseragam SMA sedang berdebat dengan seorang pelayan. Anisa yg penasaran mendekati gadis yg sedang kesusahan itu.
"Maaf, adek kenapa?" tanya anisa pada gadis itu.
"Ini mba, mba ini abis makan disini tapi ga mau bayar" Ucap seorang pelayan
"Aku bukannya ga mau bayar, tapi ATM aku ketinggalan dirumah, hpku mati dan aku ga punya uang cash. Aku udah bilang mau ambil uang dulu ke kantor kakak aku yg deket dr sini tp pelayan ini ga percaya mba." gadis itu menjelaskan panjang lebar.
"Emng berapa total bilnya?" tanya anisa ke pelayan itu.
"350 ribu mba." jawab sangar pelayan.
"350 ribu doang juga, nanti aku suruh kakakku beli sekalian ini restoran." ucap gadis itu ketus sambil melibatkan tangannya didada.
"Ini saya ada uang, buat bayar pesanan adek ini dulu ya mba" Anisa menyerahkan uang itu kepada sang pelayan.
"Baik mba, terimakasih." pelayan itu menerima uang dr anisa dan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Tapi, nanti mba gimna bayar pesanan mba nya?" tanya gadis itu yg melihat anisa dg tatapan kasihan.
Karna dr penampilan anisa yg sederhana dan jauh dr stylish anak orang berada jadi dia khawatir kalau anisa ga bisa bayar pesanan yg dia pesan.
"Uangku masih cukup kok buat beli makan siang bosku, udah kamu tenang aja yg penting kamu terbebas dr pelayan itu." anisa tersenyum ramah.
"Makasih ya mba, nanti aku bakal ganti uang mba nya. Oya namaku sesil, nama mba siapa?" sesil mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.
"Aku anisa, panggil aja nisa. Ngomong-ngomong kamu pake baju seragam SMA, kamu kelas berapa emng?" anisa menerima uluran tangan sesil sembari kembali bertanya.
"Aku kelas 2 SMA mba, tadi niatnya mau mampir ke kantor kakaku tpi gara2 insiden ini jdi males deh, mau pulang aja." jawab sesil.
"Pesanan atas nama anisa." suara pelayan yg menandakan pesanan anisa sudah bisa diambil.
"Aku pergi dulu ya, senang berkenalan sma kamu dek." anisa bangkit dari duduknya. Baru 2 langkah sesil memanggil lagi.
"Mba nisa boleh minta no HP? Biar nanti kalo aku mau ganti uang yg tadi gampang ngehubungin nya." ucap sesil.
"Maaf, tapi aku ga punya hp." jawab nisa
"Trus nanti kalo aku mau ganti uang itu gimana?" tanya sesil
"Ga usah diganti, aku ikhlas kok bantuin kamu. Udah dulu ya." anisa kembali melangkah meninggalkan sesil
"Makasih ya mba." teriak sesil. Anisa hanya menoleh dan menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
__ADS_1
"Untung ada orang sebaik mba nisa, klo engga pasti aku ga bisa pulang." ujar sesil
Anisa kembali ke kantor dg membawa pizza pesanan Reyhan. Beruntungnya sisa uang yg dia pegang pas dg harga pizza itu. Walaupun dia juga merasa lapar, tapi tidak ada lagi uang yg dia punya jadi dia hanya membeli apa yg tuannya minta.