GADIS DESA DAN CEO GANTENG

GADIS DESA DAN CEO GANTENG
Eps 15 Rasa yg tak disadari


__ADS_3

Selepas kepergian dokter tadi, Reyhan kembali menghampiri anisa yang masih terduduk disofa.


"Kenapa bisa seperti ini?" Tanya reyhan


Tapi anisa tetap diam tidak menjawab, dia hanya menunduk memainkan ujung bajunya dengan tangan kiri.


"Kamu tetap ga mau cerita?" Tanya Reyhan lagi dijawab gelengan kepala oleh anisa.


"Ya sudah kalau ga mau cerita.Kamu


istirahat aja dirumah selama tangan kamu masih luka. Jangan datang kesini" Ujar Reyhan.


"Tolong jangan pecat saya tuan. Saya mohon, saya janji tidak akan datang terlambat lagi. Tapi tolong biarkan saya tetap bekerja disini" Anisa spontan berlutut dikaki Reyhan yang kalau itu sedang duduk disofa sebelah.


Anisa hanya tidak ingin berada dirumah sepanjang hari karna jika begitu, dia tidak akan bisa mendapatkan uang untuk mencari kontrakan. Walau kerja dengan Reyhan mendapat banyak tekanan juga tapi setidaknya dia merasa nyaman bekerja dikantor itu.


Reyhan yang mendengar permohonan anisa hingga berlutut seperti itu sontak tertawa lepas.Dia bahkan tidak berniat untuk memecat anisa walaupun terkadang anisa suka membantah perintahnya.


"Kamu berfikir saya memecatmu?" Tanya Reyhan kembali tertawa


"Ma-maksud tuan? Bukannya tadi tuan bilang saya tidak boleh ke kantor lagi?" Anisa mendongakkan kepalanya menatap kearah bosnya yang sedang tertawa


"Kamu ini lugu atau culun sih? Tadi saya bilang kamu istirahat dirumah selama lukamu belum sembuh. Bukan mau memecat kamu. Kamu bisa datang lagi kalau kamu sudah bisa bekerja dengan maksimal" Jelas Reyhan.


"Huuhh.. Kirain tuan mau pecat saya.


Tau gitu ga usah berlutut kya gini tadi" Anisa mendengus kesal lalu bangkit dan merapihkan bajunya yang sebenarnya tidak kusut.


"Memang kenapa kalau saya pecat kamu?"Tanya Reyhan


"E e enggak apa tuan. Saya cuma masih ingin bekerja disini" Jawab anisa gugup. Tidak mungkin anisa menceritakan hal yang sebenarnya kepada bosnya itu.


"Masih ingin bekerja disini atau masih ingin didekatku??" Goda Reyhan


"Hah.. Si siapa bilang?" Jawaban gugup anisa membuat Reyhan semakin senang menggodanya.


Reyhan mendekati anisa yang masih berdiri disamping sofa hingga anisa terduduuk disofa karna tidak bisa


melangkah mundur. Reyhan terus mendekatkan wajahnya ke wajah anisa sehingga wajah mereka semakin mendekat.


"Tu tu tuan mau ngapain! Jangan macem2 sama saya" Anisa yang ketakutan mendorong dada Reyhan tapi tubuhnya yang kecil dan tenaganya yang tak sekuat Reyhan,

__ADS_1


membuat Reyhan tidak terdorong


sama sekali.


Entah sejak kapan Reyhan mulai suka menggoda nisa, melihat rona merah di pipi putih anisa menjadi hiburan tersendiri baginya.


"Kamu pikir saya mau ngapain kamu?" Tanya Reyhan menegakkan tubuhnya lalu melipat tangannya didepan dada.Anisa bernafas lega ketika Reyhan sudah menjauh


darinya.


"Ini udah waktunya makan siang,apa tuan ingin makan sesuatu untuk siang ini?"Tanya anisa menghindari pertanyaan bosnya.


"Tidak perlu. Saya sudah bawa makanan sendiri" Ucap Reyhan


"Yasudah kalau begitu saya pamit ke kantin dulu" Pamit nisa


"Siapa bilang kamu boleh pergi dari ruangan ini?" Ucapan Reyhan menghentikan langkah nisa


"Ma maksud tuan?Saya harus tetap disini? Ini kan waktunya istirahat tuan." Ucap nisa


"Kamu bisa istirahat disini. Sambil Temani saya makan" Reyhan membuka bungkus makanan yang tadi dia bawa kekantor.


"Kamu ngapain berdiri disitu?" Tanya Reyhan yang menyadari bahwa anisa masih tetap berdiri ditempatnya.


Kan tadi ga boleh pergi" Jawab nisa polos.


"Gadis ini... Duduk sini" Reyhan semakin gemas dengan tingkah anisa yang menurutnya sangat polos itu. Anisa menurut dan duduk disofa jauh dari Reyhan.


"Jauh banget. Takut sama saya?" Uvap Reyhan kembali


"Abis tuan mukanya serem kalo lagi marah" Ceplos anisa membuat Reyhan tertawa


"Kamu ga usah takut, aku ga makan orang. Kecuali kalo kamu ga nurut" Ucapan Reyhan sontak membuat nisa duduk lebih dekat dengan reyhan.


"Nah gitu dong nurut. Gadis baik" Reyhan mengacak sedikit kepala anisa membuat anisa tersipu dengan perlakuan kecil bosnya itu.


"Makanlah. Kamu pasti laper kan" Reyhan menyodorkan makanan itu kedepan anisa.


"Saya bisa makan dikantin nanti tuan. Ini buat tuan aja" Tolak nisa


"Saya ga akan bisa memakan semuanya. Kamu temani saya makan jadi kamu harus ikut makan juga" Ucap Reyhan

__ADS_1


"Tapi..."


"Ga usah tapi2an. Atau kamu mau saya makan sekalian?" Ancam Reyhan


"E enggak. Iya saya makan" Anisa langsung mengambil makanan didepannya lalu memakannya dengan lahap. Memang anisa sudah sangat lapar karna memang jam sudah menunjukan waktunya makan siang.


"Lahap banget, ga makan berapa hari?" Ejek Reyhan yang melihat begitu lahapnya anisa makan.


"ish.. Katanya tadi disuruh makan. Udah makan malah diejek" Gumam anisa


"Iya iya sorry. Silahkan makan lagi. Biar kamu ga kurus kaya gitu" Ucap Reyhan mengejek anisa yang memang sangat kurus tak terurus.


Anisa tidak menghiraukan ucapan Reyhan. Dan tak juga menyadari bahwa dia sedang makan bersama bosnya. Reyhan hanya memperhatikan betapa rakusnya anisa saat memakan semua makanan yang ada termasuk makanan Reyhan.


Dia hanya tersenyum menggelengkan kepalanya melihat tingkah anisa yang menurutnya sangat menggemaskan.


"Mau lagi?"Tanya Reyhan


"Udah cukup tuan. Maaf sudah menghabiskan makanan tuan" Ucap anisa yang baru menyadari bahwa smua makanan habis tak tersisa dimakan olehnya.


"Tuan bisa potong dari gaji saya buat


bayar makanan ini. Saya minta maaf" Anisa yang tidak enak hati terus meminta maaf kepada Reyhan.


Sebelum Reyhan menjawab pertanyaan anisa, terdengar pintu diketuk dari luar.Anisa lalu bangkit dari duduknya tapi ditahan oleh reyhan.


"Masuk" Ucap Reyhan. Terlihat Rendi masuk membawa 2 kantong makanan dan minuman.


"Ini pesanan tuan" Reyhan meletakannya diatas meja didepan Reyhan.


"Makasih rend, kamu boleh istirahat" Ucap Reyhan.


"Baik, saya permisi tuan" Pamit Rendi


tetap disini" Ucap Reyhan membuka bungkus makanan yang ada didepannya dan mulai makan.


Anisa hanya duduk terdiam menunggu sang bosnya makan dengan lahap juga. Sesekali anisa melirik memperhatikan cara Reyhan makan. Saat makanpun reyhan terlihat tampan.


Dia sampai teringat saat wajahnya begitu dekat dengan wajah Reyhan begitu tampan garis wajah bosnya itu sampai tak sadar lamunannya terhenti ketika Reyhan mencubit hidungnya yang kecil.


"Mikirin apa sampai melamun seperti itu?" Tanya Reyhan membuat anisa gugup.

__ADS_1


"Ah eh engga mikirin apa2 tuan" Anisa menyengir dan menggaruk2 belakang kepalanya yangidak gatal untuk menghilangkan rasa gugupnya. Yang dibalas gelengan kepala oleh Reyhan.


Setelah selesai makan, anisa membereskan bekas makanan tersebut dan membuangnya kedalam tong sampah. Dan Reyhan kembali ke kursi kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya


__ADS_2