
Di sebuah mall Sinta sedang berbelanja bersama seorang pria paruh baya dengan bergandengan mesra sambil menenteng kantong belanjaannya.
Dia masih belum puas dengan apa yang dibelinya,dia membawa sang pria menuju salah satu toko perhiasan dimall tersebut.
Pria paruh baya itu tidak mempermasalah- kan kemauan Sinta bahkan Sinta dibelikan satu set berlian dengan harga yang cukup mahal.
Pemberian itu sebanding dengan apa yang Sinta berikan kepada Anto sang kekasih gelapnya. Ya, pria paruh baya itu bernama Anto yaitu kekasih gelapnya Bukan hanya pak Anto simpanan simpanan, Sinta menjadi simpanan om-om itu tanpa ada siapapun yang tau.
Sejauh ini sandiwaranya berjalan sangat mulus dan menghasilkan banyak uang dan barang2 branded. Dari Sandi kekasihnya yang dia kenalkan kepada keluarganya,dia mendapatkan cukup banyak uang karna setiap bulannya sandi selalu mentransfer uang yg nilainya cukup tinggi.
Tapi karna gaya hidupnya yang mempunyai gengsi tinggi dan teman sosialita nya yang selalu memamerkan barang2 branded membuat Sinta selalu merasa kurang dan kurang. Dengan kondisi ayahnya yang hanya seorang mandor,dan ibunya yang juga suka berfoya2, membuat Sinta tidak bisa meminta uang saku lebih.
Sampai dia mencari jalan pintas sebagai wanita simpanan bos2 besar. Tentu saja dia tidak memakai nama aslinya karna dia tidak mau kekasihnya sampai tau.
Karna jika itu terjadi,dia akan kehilangan salah satu sumber keuangannya. Setelah mendapatkan berlian yang diinginkannya, Sinta dan pak Anto berjalan meninggalkan toko tersebut.
Baru selangkah jalan, HP pak anto berbunyi pertanda ada panggilan masuk. Kemudian, pak anto mengangkatnya. Beberapa saat panggilan itu terputus dan berpamitan kepada Sinta karna ada suatu urusan.
"Aku tinggal ya, kamu pulang naik taxi aja" Ucap pria itu membuat Sinta membrengut kesal.
"Katanya mau ngajak makan direstoran trus ke apartemen kamu. Kok malah pergi" Ujar Sinta kesal.
"Maaf sayang, tapi saya ada meeting mendadak. Besok kita makan bareng sekalian cari tas branded yg kamu mau itu ya" Pria itu menenangkan Sinta dg rayuan seperti biasa.
"Beneran ya? Janji?" Ujar sinta.
"Iya janji sayang,asal kamu selalu memuaskan aku" Jawab pria itu dengan senyuman menggoda.
Seketika muka Sinta berbinar senang. Tidak ada yang membuat seorang Sinta senang selain uang dan barang2 mewah yang dia inginkan. Bahkan dia rela memenuhi nafsu pria itu hanya demi harta yang dia dapatkan.
Pria paruh baya bernama anto itu pun pergi meninggalkan Sinta dengan tergesa.Dan Saat Sinta berjalan ingin meninggalkan toko tersebut, dia bertabrakan dengan seorang gadis berseragam putih abu2.
"Kalo jalan liat2 dong tante" Ujar si gadis.
__ADS_1
"Lo yg liat2. Jalan itu pake mata bukan pake mulut" Ujar sinta
"Dimana2 jalan itu pake kaki. Dasar tante2 bego" Ujar gadis itu tak mau kalah.
"Heh gue bukan tante2 ya, umur gue masih 19 tahun" Ucap Sinta dengan marah.
Bahagiakan tidak marah,dia bahkan belum genap berusia 20 tahun tapi sudah dibilang tante2 oleh anak SMA yang mungkin seumuran dengan anisa.
"Ngaca dong, muka kaya ondel2 juga belagu" Ujar sesil sinis. Ya, gadis berseragam sekolah itu adalah sesil, adik dari reyhan.
"Bocil kaya lo mana tau make up yg berkelas.Masih sekolah aja sok-sokan ngomentarin orang" Ucap Sinta semakin emosi.
"Lo ga usah ngeremehin gue ya,lo kira lo siapa hah?!"Ujar sesil ikut emosi.
"Minggir lo, ondel2 bego ga laku aja belagu" Sambung sesil sembari bejalan menabrak batu sinta.
"Apa lo bilang?" Sinta menarik rambut sesil yang tergerai.
"Auwww..."Sesil mengaduh kesakitan. Dia yang tidak siap dengan serangan dadakan dari Sinta,terjatuh karna rambutnya ditarik dengan keras.
"Dasar wanita murahan,lon**,
tante2,awas aja kalo ketemu lagi bakal gue pites lo" Teriak sesil yang menahan sakit. Banyak pelayan yang ada ditoko itu melihat kejadian tersebut tapi tidak berani berbuat
apa2. Karna mereka tau gadis berseragam sekolah itu adalah putri dari pemilik mall tersebut.
Sesil yang ingin membeli perhiasan ditoko itu akhirnya mengurungkan niatnya karna moodnya sudah hancur sebab pertengkaran- nya dengan sinta, dia berjalan keluar toko untuk kembali ke mobilnya.
"Gara2 lon** itu jadi males belanja. Awas aja kalo sampe ketemu lagi, ga ada ampun buat dia" gumam sesil yang terus berjalan memasuki mobilnya.
Akhirnya sesil mengendarai mobilnya pulang kerumah. Disisi lain, sinta yang sedang menunggu taxi tersenyum senang karna hari ini dia mendapatkan banyak barang2 mewah termasuk satu set berlian mewah yang harganya 200 juta rupiah.
Taxi datang, dan sinta bergegas untuk masuk kedalam mobil. Dia berencana untuk menemui sang kekasih di apartemennya. Tapi, sebelum bertemu kekasihnya, dia pulang terlebih dahulu kerumah untuk meletakkan semua barang2 mewahnya agar sang kekasih tidak curiga.
__ADS_1
Lain sesil lain sinta. Dikantor reyhan, pria itu sedang uring-uringan menunggu anisa datang. Harusnya saat dia sampai dikantor, anisa sedang membersihkan ruangannya.
Tapi hari ini, bahkan ruangan itu belum dibersihkan sama sekali.
Reyhan meminta Rendi untuk mencari tau keberadaan anisa tapi semua nihil. Karna baik Reyhan maupun Rendi tidak tau alamat nisa atau nomer yang bisa mereka hubungi untuk mengetahui keberadaan anisa.
Salah Reyhan juga karna dia tidak pernah menanyakan alamat atau nomer handphone- nya pada nisa. Reyhan membawa anisa masuk kedalam kantornya tanpa mencari tahu asal usul gadis itu. Reyhan membatalkan semua meeting hari ini karna dia tidak akan bisa fokus dalam menjalankan pekerjaannya.
Reyhan berdiri didepan jendela kaca yang besar di ruangannya. Pemandangannya sangat indah karna memang kaca itu tumbuh pandang sehingga siapapun di ruangannya bisa melihat pemandangan kota.
"Kemarin gadis itu. Kenapa sampai sekarang belum muncul juga? Atau jangan2 dia kabur dr gue" Gumam Reyhan termenung menatap kosong kearah luar jendela.
"Awas aja kalo sampe dia berani menghindar dariku, dia akan mendapatkan hukuman yang berat dariku" Gumamnya lagi.
Reyhan masih termenung menatap lurus kearah luar saat ponselnya berdering menandakan ada panggilan. Saat dilihat mamanya yang menelfon, Reyhan langsung
mengangkatnya.
"Ya ma" Ucap Reyhan.
"Halo Rey, kamu dimana?" Tanya sang mama disebrang telfon.
"Dikantor. Ada apa?" Tanya Reyhan balik.
"Tolong anterin mama ke rumah tante risa ya" Ujar mama rina
"Sama sesil aja ma, Reyhan lg sibuk" Jawab Reyhan.
"Sesil belum pulang. Katanya tadi mau mampir ke toko perhiasan dulu" Ujar sang mama.
"Ya udah naik taxi aja" Saran Reyhan.
"Rey, kamu disuruh nganterin mama aja ga mau? Apa susahnya si cuma nganterin doang" Ucap mama rina dengan nada kesal.
__ADS_1
"Ya udah tunggu bentar" Mendengar ucapan sang mama, Reyhan pun tak tega. Akhirnya dia memutuskan untuk mengantar mamanya terlebih dahulu. Siapa tau, setelah kembali kekantor, anisa udah ada dikantor. Reyhan bergegas keluar ruangan menuju lobi dan melakukan mobilnya untuk menjemput mama rina dirumah.