
Reyhan menyimpan cemilan yang dia rampas dari anisa kedalam kulkas. Setelahnya, dia masuk kedalam ruang kerja yang tersembunyi dibelakang lemari pakaian yang ada didalam kamarnya.
Reyhan berkutat dengan laptop dan berkas yang ada diatas meja kerja. Saat dering ponsel terdengar nyaring. Tercantum nama rendi sang asisten dilayar ponsel.
"Ada apa?" Tanya reyhan setelah mengangkat panggilan tersebut.
"Malam tuan, maaf saya mengganggu. Saya mendapat info jika perusahaan cabang yang ada di Paris mendapat masalah," Jelas rendi di sebrang.
"Apa masih bisa di handle sama kamu?"Tanya reyhan.
"Maaftuan, masalah ini cukup serius. Harus ditangani langsung oleh tuan," Ujar reyhan.
"Ya sudah, cari tiket pesawat untuk dua hari lagi. Besok saya masih ada urusan. Sampaikan pada pada Ronald untuk urus dulu apa yang bisa dia urus," Jelas reyhan.
"Baik tuan, akan saya sampaikan. Kalau begitu saya izin matikan sambungannya, selamat malam tuan," Jawab rendi yang kemudian mematikan sambungan telfonnya.
Reyhan mengusap mukanya dengan kasar, masalah proyek baru selesai dan sekarang perusahaan cabang pun ikut terkena masalah.
Samar, reyhan mendengar anisa memanggilnya. Dia pun menutup laptopnya dan membereskan berkas-berkas yang ada dimeja kerja.
Dia keluar dari ruangan tersebut tapi tidak melihat anisa dikamarnya. Reyhan puin keluar mencari keberadaan anisa.
"Mencari saya?" Tanya reyhan saat melihat anisa menutup pintu depan.
"Tuan darimana saja si, saya cariin gak ada," Ujar anisa.
"Mau ngapain cari saya?" Tanya reyhan.
"Mau minta tolong boleh?" Ucap anisa.
"Apa?" Tanyanya lagi.
"Emm...Saya mau minta tolong pinjemin ponsel lagi," Ujar anisa penuh harap.
"Untuk apa?" Tanya reyhan.
"Tadi saya ada janji sama sahabat saya, tapi lupa gara-gara tuan ngajak saya belanja," Ucap anisa lagi.
"Kamu nyalahin saya?" Ucap reyhan.
"Eh tidak tuan. Maksud saya, saya mau kasih kabar ke sahabat saya. Takutnya dia masih nungguin di halte, lagian rumah sebagus ini gak ada telpon rumahnya," Ucap anisa.
"Nih, jangan lama," Ujar reyhan sembari menyerahkan ponselnya.
"Terimakasih tuan," Ucap anisa.
"Ingat jangan lama," Reyhan mengingatkan.
"Iya iya," Jawab anisa singkat.
Reyhan duduk disofa ruang tamu, sedangkan anisa menghubungi sahabatnya.
"Halo sind, ini aku anisa," Ucap anisa.
"Iya aku tau, keman aja sih. Tadi aku nungguin kamu berjam-jam tapi kamu gak muncul-muncul. Dan,,kok masih bisa pake ponsel bosmu? Jangan bilang kamu lagi sama dia malam-malam begini? Atau kamu gak nemuin aku karna diajak keluar sama bosmu?" Ujar sindi.
"Iya iya aku salah, aku minta maaf. Iya aku lagi sama bosku,makanya ini aku pinjem ponselnya buat hubungi kamu.Kita ketemu besok aja ya,
besok aku dikasih libur buat bikin ATM, kamu aja yang temenin aku ya. Kamu mau kan?" Ucap anisa.
"Boleh, tapi aku bisanya siang. Soalnya ada kelas pagi di kampus. Nanti aku jemput dimana?" Tanya
sindi.
__ADS_1
"Em,dimana ya? Dideket supermarket dijalan biru aja deh, aku nanti tungguin disana. Soalnya aku
gak berani bawa orang lain kesini," Ujar anisa.
"Yaudah besok aku kesanajam sebelas ya, kamu harus sudah ada disana sebelum aku sampai," Ujar
sindi.
"Oke, udah dulu ya. Bye," Ucap anisa. Anisa menutup telfonnya dan mengembalikan pada Reyhan.
"Makasih tuan," Ucap anisa hanya dibalas anggukan oleh reyhan. Reyhan kembali naik keatas menuju kamarnya. Sedangkan anisa yang masih belum mengantuk,menyalakan kembali TV diruang tengah untuk ditontonnya. Beberapa menit kemudian,Reyhan kembali dengan membawa dua buah amplop coklat.
"Ini uang untuk bibi dan tukang kebun besok. Tolong berikan pada mereka saat mereka sampai disini," Ujar Reyhan menyodorkan amplop tersebut pada anisa.
"Baiklah, besok saya berikan," Jawab anisa.
"Dan ini untuk membuat ATM," Reyhan menyodorkan lagi beberapa lembar uang seratus ribuan pada anisa.
"Ini kebanyakan tuan, saya masih ada untuk ongkosnya," Tolak anisa.
"Bikin ATM juga harus langsung diisi dulu, ini buat setor pertamamu ke ATM,Terima atau tidak sama sekali?" Ujar reyhan.
"Iya iya, makasih tuan," Jawab anisa sembari menerima uang tersebut. Mereka berdua akhirnya masuk kekamar masing-masing. Paginya, anisa bangun dan membuat sarapan didapur. Dia memasak beberapa menu makanan. Reyhan yang sudah bersiap dengan jas dan tas kerjanya ditangan, menuruni tangga ingin segera pergi.
"Tuan, sarapan dulu sebelum bekerja. Saya udah buatin sarapan untuk tuan," Ucap anisa yang melihat reyhan berjalan menuruni anak tangga.
"Saya tidak biasa sarapan dirumah," Tolak reyhan.
"Sarapan sedikit aja gak apa tuan, saya udah cape masakin ini, tapi tuan gak mau nyobain," Cetus anisa.
"Makan aja sendiri," Ujar reyhan.
"Tuan makan dikit aja ya," Anisa memohon.
"Gak," Jawab reyhan singkat.
tangan Reyhan dengan paksa.
"Aku bilang enggak ya enggak,maksa banget sih jadi orang," Bentak reyhan. Anisa yang kaget dengan bentakan reyhan pun langsung diam
menunduk. Dia tidak menyangka bosnya bisa semarah itu hanya karna disuruh makan.
"Ma-maaf tuan,"Ujar anisa. Reyhan meninggalkan anisa yang masih tertunduk diruang makan.Saat
ingin memasuki mobil, dia terhenti sejenak. Mengingat apa yang telah dia lakukan pada anisa.
"Apa aku terlalu keras ya sama dia? Apa dia akan marah karna aku bentak?" Batin reyhan. Reyhan berfikir sejenak,dan memutuskan untuk kembali kedalam rumah. Sesampainya diruang makan,
reyhan melihat anisa yang sedang sarapan dengan tenang. Reyhan duduk di salah satu kursi.
"Ambilkan saya makanan," Titah reyhan.
"Katanya gak mau sarapan disini, kenapa balik lagi?" Ujar anisa santai.
"Gak usah banyak tanya," Ucap reyhan. Anisa mendengus kesal namun tetap mengambilkan Reyhan makanan. Reyhan memperhatikan dengan lekat bagaimana luwesnya anisa saat mengambil- kan makanan untuk dirinya. Bayangan jika setiap pagi dia disuguhkan dengan pemandangan indah seperti itu terbuyar saat aniss
memanggilnya.
"Tuan?" Panggil anisa.
"Ah ya?"Jawab reyhan.
"Ini mau pake lauk yang mana? Melamun terus mikirin apa si?" Tanya anisa.
__ADS_1
"Ikan aja," Jawab reyhan singkat.
Anisa mengambilkan ikan dan sayuran yang ada.
Sehabis makan,reyhan pergi kekantor sedangkan anisa membereskan meja makan dan merapihkan dapurnya. Jam menunjukkan pukul delapan
pagi.
Anisa yang sudah selesai membersihkan rumah, duduk disofa ruang tamu untuk beristirahat sejenak. Beberapa saat kemudian, terdengar suara orang membuka gerbang rumah. Anisa keluar dan
melihat dua orang yang memasuki rumah tersebut. Anisa menghampiri mereka dan menyapanya.
"Bibi sama mamang yang kerja dirumah ini kan?" Tanya anisa.
"Iya, maaf tapi nono siapa ya? Kenapa ada dirumah ruan reyhan?" Tanya tukang kebun.
"Perkenalkan bi, mang, saya Anisa. Saya karyawan tuan reyhan yang untuk sementara waktu akan menempati rumah ini," Jelas anisa.
"Tapi kok aneh ya, tumben tuan Reyhan memperbolehkan orang lain datang kesini," Ucap bibi.
"Aneh bagaimana ya bi?" Tanya anisa.
"Selama rumah ini dibangun, tuan tidak pernah membawa orang lain ataupun mengizinkan orang lain selain kami berdua dan tuan Rendi memasuki rumah ini apalagi menempatinya,"Jelas bibi.
"Kalo itu saya juga gak tau bi. O iya, nama bibi sama mamang siapa ya?" Tanya anisa.
"Saya runi non, panggil aja bi runi," Jawab bibi runi.
"Kalo saya Turyono panggil aja mang yono," Jawab tukang kebun tersebut.
"Ya udah mang yono sama bi runi masuk aja yuk, ada titipan juga dari tuan Reyhan untuk kalian berdua," Ujar anisa.
Mereka bertiga masuk kedalam rumah. Bi runi tercengang saat melihat rumah itu sudah bersih dan rapi padahal terakhir dibersihkan tiga
hari yang lalu.
"Tunggu sebentar ya bi,mang," Ucap anisa.
"Iya non," Jawab mereka berdua bareng. Anisa naik keatas dan masuk kedalam kamar lalu mengambil amplop yang dititipkan oleh reyhan padanya.
"Ini untuk bibi, dan ini untuk mamang.Tuan Reyhan bilang,itu untuk gaji bulan ini," Jelas anisa
sembari menyerahkan amplop tersebut.
"Terimakasih banyak non," Ucap mang yono.
"Sama-sama,"Jawab anisa.
"Maaf non, apa non nisa yang bersihin rumah? Ini kok sudah rapih dan bersih?" Tanya bi runi.
"Iya bi,baru saja selesai. Bibi tinggal bersihin halaman depan aja,rumah usah saya bersihkan," Ucap anisa.
"Ya ampun non, ini kan kerjaan bibi. Harusnya non gak perlu ikut bersihin," Ujar bi runi.
"Tak apa bi, daripada bingung mau ngapain. Lagian hari ini saya libur jdi bisa beresin rumah," Jawab anisa.
"Ya sudah kalo begitu mamang pamit kerja dulu non," Ucap mang yono.
"Bibi juga mau ngerjain yang belum dikerjain ya non,terimakasih udah bantuin bibi bersihin rumah ini,"Ujar bi runi.
"Sama-sama bi, mang. Semangat bekerja ya,"Ucap anisa. Setelah kepergian bibi dan tukang kebun, anisa masuk kekamar dan membersihkan diri, lalu bersiap untuk pergi membuat ATM dengan
sindi. Setelah semua selesai, anisa pamit pada bibi runi yang sedang menyapu dihalaman rumah.
__ADS_1
"Bi, anisa pamit keluar duluan ya, didalam masih ada makanan.Kalo bibi sama mamang lapar, makan aja ya. Masih banyak kok," Ucap anisa.
"Iya terimakasih, hati-hati dijalan ya non," Jawab bi runi. Anisa keluar dan berjalan menuju supermarket tempat dia janjian dengan sindi.