
Beberapa menit setelah anisa tiba disupermarket, terlihat mobil sindi berhenti didepannya.
"Langsung masuk aja nis." Ucap sindi dari dalam mobil.
"Apa kabar sind? Maaf ya kemarin aku ingkar janji," Ucap anisa.
"Udah gak apa, kamu kan pergi sama bosmu. Aku maklumi kok," Jawabnya.
"Ini langsung ke bank dulu aja ya, biar cepet," Ujar anisa.
"Siap, tapi abis itu bisa jalan-jalan dulu gak sama aku? Kangen nih pengen jalan-jalan. Waktu itu kan
acara makan kita gagal gara-gara si cunguk and the geng itu," Ujar sindi.
"Boleh, hari ini aku free," Jawab anisa.
"Seriusan? Yeeeyyy...Kita bisa jalan-jalan sampai sore kalo gitu," Ujar sindi dengan semangat.
"Siap deh, tapi jangan ketempat yang mahal dulu ya, gajian ku belum cair," Pinta anisa sembari meringis.
"Tenang aja, hari ini aku traktir kamu. Mau apapun aku bayarin yang penting kita jalan bareng sampe sore," Ujar sindi.
"Emm... Kamu gak pernah berubah baiknya sama aku, dari jaman sekolah sampe sekarang masih aja suka traktir aku. Udah berapa banyak aku makan
dari uangmu coba," Ucap aniss tak enak hati.
"Lebih dari satu juta pokoknya. Nanti kalo kamu udah kaya, gantian aku yang minta traktiranmu," Canda sindi sembari tertawa.
"Siap deh, doain aja aku cepet kaya biar bisa jalan-jalan keliling dunia ngajakin kamu," Ucap anisa disambut tawa keduanya.
"Eh ya, ngomong-ngomong kamu betah kerja sama pak Reyhan? Denger-denger dia orangnya kejam, trus sikapnya juga dingin banget," Ucap sindi.
"Gak sekejam itu kok, dia juga ada sisi baiknya walapun emang sering bikin kesal si," Jawab anisa melengkungkan bibirnya keatas.
"Ekhm,kayaknya ada yang lagi naksir bosnya sendiri nih," Goda sindi pada sahabatnya.
"Ish, enggak lah. Mana mungkin aku suka sama dia," Sangkal anisa.
"Elah...Jangan mengelak. Ekspresimu waktu cerita tentang dia itu udah keliatan kalo kamu ada rasa. Hayo ngaku," Goda sindi lagi.
"Serius engga sindi, aku sadar diri lah. Aku sama dia bagaikan pungguk merindukan bulan tau. Lagian dia gak mungkin suka sama cewek kaya aku," Cetus anisa.
"Ya siapa tau dia naksir sama kamu. Secara kamu cantiknya alami,terus penyabar sama lemah lembut lagi. Cocok deh sama dia,"Ujar sindi.
"Enggak, gak ada kecocokan sama sekali. Aku juga masih terlalu muda buat mikirin pasangan. Aku pengen kuliah kalo uangku udah cukup,"
Jelas anisa.
"Iya deh iya, yang gak ngaku. Semoga kamu bisa mencapai cita-citamu terus abis itu nikah deh sama tuan bos reyhan," Kelakar sindi diiringi tawa untuk menggoda anisa.
"Doa pertama aku aamiinin tapi engga dengan doa kedua. Gak mau nikah muda aku," Ucap anisa.
"Terserah kamu aja deh," Ucap sindi pasrah.
Sindi memutar sebuah lagu yang mana lagu itu adalah lagu kesukaan mereka berdua saat masih sekolah. Sepanjang jalan mereka bernyanyi dan bercanda ria didalam mobil.
Sampai tak terasa mereka sudah sampai disalah satu kantor Bank Indonesia. Mereka berdua turun dan berjalan menuju kantor tersebut.
"Selamat siang mbak,ada yang bisa saya bantu?" Sapa satpam yang ada didepan pintu.
"Saya mau membuat ATM pak," Jawab anisa.
"Kalo begitu, silahkan ambil nomer antriannya terlebih dahulu mbak," Ucap sang satpam.
"Baik pak," Jawab anisa. Anisa pun mengambil satu kertas yang tertera nomer antrian.
"Nis, antriannya banyak banget. Ini mah bisa sampe sore," Ujar sindi.
"Terus gimana dong? Apa batalin aja ya? Tapi nanti tuan reyhan pasti marah.Gimana ya?" Ucap anisa sembari berfikir.
"Coba kita minta diduluin aja, siapa tau bisa duluan," Ucap sindi.
"Jangan, kasian yang udah antri dari tadi," Ujar anisa. Namun sindi tidak menghiraukan ucapan anisa.Dia menemui pelayan bank tersebut dan mengutarakan niatnya.
"Permisi mbak, maaf sebelumnya. Teman saya mau membuat tabungan di Bank ini, tapi teman saya sedang buru-buru. Bisa tidak kalo dilayani
terlebih dahulu?" Ujar sindi.
"Maaf mbak, tidak bisa. Harus sesuai nomer antrian. Mohon ditunggu ya, nanti saya panggil sesuai nomer antrian yang tertera," Ujar pelayan itu
ramah.
"Please mbak,bisa ya. Sekali ini saja, saya mohon," Sindi terus memohon.
"Maaf mbak, tetap tidak bisa," Ujar pelayan tersebut. Sindi akhirnya menyerah dan kembali
ke tempat anisa berada.
"Gak bisakan,"Ujar anisa. Sindi hanya menggelengkan kepalanya dengan cemberut.
Satu jam sudah anisa mengantri tapi masih tetap masih banyak orang yang belum terpanggil.Anisa teringat dengan kartu yang diberikan oleh reyhan kepadanya.
"Sind, aku coba pake kartu ini aja kali ya?" Ucap anisa sembari memperlihatkan sebuah kartu kepada sindi.
"Kenapa kamu gak bilang dari tadi kalo punya kartu kaya gini sih. Kalo gitu kan gak harus nunggu lama kaya gini,"Ucap sindi kesal.
"Baru ingat," Anisa menyengir.
"Ya udah ayo kedepan," Sindi dan anisa berjalan menuju meja pelayanan.
"Maaf mbak, saya minta diduluin ya soalnya Ini urgent," Ujar sindi.
"Maaf mbak, tidak bisa. Harus sesuai antrian,"Ujar pelayan tersebut. Sindi mengambil kartu yang ada
ditangan anisa dan menyerahkannya pada pelayan tersebut. Saat melihat kartu tersebut, pelayan
sontak kaget karna yang mempunyai kartu VVIP tersebut hanya orang-orang tertentu.
"Bagaimana mbak? Apa masih tidak bisa?"Tanya sindi.
"Bisa mbak, bisa.Maafkan perlakuan saya yang lancang mbak," Ucap palayan tersebut. Anisa dan sindi bernafas lega karna pelayan langsung mengurus pembuatan tabungan untuk anisa.
"Maaf mbak, apa ada kartu identitasnya?" Tanya pelayan.
"Aku lupa, aku kan belum punya KTp sim, gimana ini?" Tanya anisa pada sindi.
__ADS_1
"Kamu gimana sih, kirain udah bawa persyaratan- nya," Ujar sindi kesal.
"Aku lupa, abisnya terlalu seneng sih. Ini gajian pertamaku," Ucap anisa lirih.
"Bagaimana mbak? Apa anda membawa kartu identitasnya?" Tanya pelayan lagi.
"Bentar ya mbak," Ucap anisa.
"Gini aja deh, aku masih simpan nomer bosmu. Aku telfon aja,minta bantuan sama dia," Ujar sindi.
"Kalo dia gak mau bantu gimana?" Tanya nisa panik.
"Tenang. Aku yakin dia mau bantuin kamu,kita coba dulu ya," Ujar sindi. Sindi pun menelfon reyhan.
"Siapa?" Tanya reyhan disebrang telfon.
"Halo tuan,ini saya anisa. Begini, saya kan belum punya KTP jadi gak bisa bikin tabungannya tuan," Ujar anisa.
"Dimana sekarang? Dan ini kamu nelfon saya pake nomer siapa?" Tanya reyhan.
"Saya masih didalam bank tuan.Ini saya pinjem ponselnya sindi temen saya,"Jawab anisa.
"Tunggu disana. Rendi yang akan kesana,"Ujar reyhan.
"Tuan serius? Terimakasih tuan," Ucap anisa.
Reyhan langsung mematikan sambungan telfonnya.
"Gimana?"Tanya sindi.
"Pak Rendi yang mau kesini,"Jawab anisa.
"Bagaimana mbak?" Tanya sangat pelayan.
"Tunggu sebentar ya mbak, atasan saya yang akan mengurusnya," Jawab anisa. Beberapa saat menunggu, akhirnya rendi datang menemui anisa.
"Itu yang namanya pak Rendi bukan?" Tanya sindi saat melihat pria tampan berpakaian rapih berjalan
mendekati mereka.
"Akhirnya pak Rendi datang juga, terimakasih ya pak," ujar anisa.
"Selamat siang Pak Rendi,"sapa pelayan.
"Siang, saya ingin mengurus pembuatan buku tabungan untuk nona anisa," ucap rendi.
"Maaf pak Rendi, tapi mbak ini tidak membawa kartu identitasnya,"jawab pelayan.
"Pake identitas tuan Reyhan," ujar rendi sembari menyerahkan kartu identitas bosnya.
"Baik tuan," jawab pelajan tersebut.
Pelayan pun memproses buku tabungan anisa dengan cepat. Mereka tau rendi adalah asisten pribadi sekaligus tangan kanan dari reyhan ardian pranata yang menjadi pelanggan prioritas di kantor Bank tersebut. Setelah selesai membuat buku tabungan, mereka bertiga keluar dari kantor tersebut.
"Terimakasih banyak pak Rendi, sudah membatu saya," ujar anisa.
"Sama-sama,kalo begitu saya permisi dulu nona. Gaji bulan ini akan segera masuk ke rekening nona anisa,"kata rendi.
"Terimakasih banyak pak," ucap anisa.
Sepeninggalan rendi, anisa dan sindi masuk kedalam mobil. Sesuai rencana,mereka akan pergi
dahulu dibantu oleh sindi.
Dengan sabar,sindi mengajari anisa cara memakai ATM tersebut. Mereka berdua terkejut saat melihat nominal saldo yang ada di rekening anisa.
"Lima belas juta? Ini gak salah lihat kan? Aku gak salah baca kan sind? tanya anisa.
"Ini bener lima belas juta nis,kamu kaya mendadak kalo begini," ucap sindi kegirangan.
"Ini pasti salah kirim, gak mungkin gaji sebulan segini gedenya," Ucap anisa tak percaya.
"Tapi ini benar nis, atau mau telfon bosmu buat memasgikan?" Tanya sindi.
"Coba telfon sind, siapa tau ini salah kirim," ucap anisa. Sindi akhirnya menghubungi reyhan.
"Halo tuan,"sapa snisa.
"Ada apa? Bukannya gaji udah masuk?" Tanya reyhan.
"Su-sudah tuan. Tapi, apa ini gak salah?"Tanya anisa.
"Apanya?" Tanya reyhan balik.
"Nominalnya apa gak salah? Kenapa banyak banget tuan?" Tanya anisa.
"Apa masih kurang?" Bukannya menjawab,reyhan balik melayangkan pertanyaan pada nisa.
"Bu-bukan begitu,ini malah terlalu banyak tuan. Saya pikir tuan salah kirim,"jawab anisa terbata.
"Itu gajimu selama sebulan ini. Terserah kamu mau pake buat apa," jawab reyhan.
"Terimakasih banyak tuan,"ucap anisa. Reyhan memutuskan sambungan telfonnya tanpa menjawab.
"Ini beneran gajiku," ucap nisa kegirangan.
"Ya sudah kalo begitu kita shoping..." ucap sindi.
"Oke,nanti aku yang traktir kamu makan sepuasnya," ujar anisa.
"Jadi, aku boleh pesen makanan
"Bu-bukan begitu,ini malah terlalu banyak tuan. Saya pikir tuan salah kirim,"jawab anisa terbata.
"Itu gajimu selama sebulan ini. Terserah kamu mau pake buat apa," jawab reyhan.
"Terimakasih banyak tuan,"ucap anisa. Reyhan memutuskan sambungan telfonnya tanpa menjawab.
"Ini beneran gajiku," ucap nisa kegirangan.
"Ya sudah kalo begitu kita shoping..." ucap sindi.
"Oke,nanti aku yang traktir kamu makan sepuas- nya," ujar anisa.
"Jadi, aku boleh pesen makanan
__ADS_1
"Iya deh, aku ikut kamu aja," jawab sindi.
Mereka masuk ke mobil dan bergegas menuju salah satu mall terbesar di kota itu. Sesampainya di mall,mereka berjalan berdampingan.
"Mau makan dulu atau mau belanja?" tanya sindi.
"Makan dulu deh, aku laper ini," ucap nisa.
"Ciyee yang mau traktir semangat banget,"kata sindi.
"Kan ini pertama kalinya aku makan makanan mahal dengan uang hasil kringatku sendiri," cetus anisa.
"Yaudah,yuk masuk," ajak sindi. Sesampainya di restoran yang dituju, mereka duduk di sebuah kursi dekat dengan jendela. Mereka pun memesan makanan.
"Mau pesan apa nis?" Tanya sindi.
"Aku mau coba ini aja deh." Anisa menunjuk salah satu menu makanan tradisional.
"Kenapa ga coba makanan Jepang atau Itali? Enak tau,"ujar sindi.
"Engga ah, takut lidahku ga bisa makan, kan tau sendiri aku ga pernah makan kaya gitu," jawab anisa.
"Ya udah aku samain aja semuanya sama kamu nis, klo minumnya aku cappucino latte aj deh," ujar sindi.
"Oke, klo aku minumnya strawberry smoothie, sama air putih biasa ya mbak," ujar anisa pada pelayan.
"Baik mbak, ditunggu sebentar ya," jawab pelayan.
Sembari menunggu makanan datang, anisa dan sindi pun berbincang. Mereka berdua saling bercerita banyak hal tentang kehidupan mereka
setelah lulus sampai akhirnya mereka bertemu lagi didekat kantor tenpat anisa bekerja.
Mereka tidak sadar bahwa sejak mereka masuk ke restoran tersebut, ada dua pasang mata yang terus
memperhatikan mereka terutama anisa. Pria itu adalah sandi dan leo.
Mereka berdua terus menatap anisa tanpa henti. Sampai sandi memberanikan diri untuk menghampiri anisa.
"Hai manis, gak nyangka kita ketemu lagi ya.Makin cantik aja kamu," goda sandi.
"Mau apa kamu?"tanya anisa ketakutan.
"Slow, aku cuma mau ngobrol sama kamu kok," Ujar sandi yang langsung duduk disamping anisa tanpa permisi. Anisa celingukan mencari keberadaan sinta yang mungkin saja ada ditempat
yang sama.
"Kamu cari siapa? Sinta? Dia gak akan datang kesini. Jadi kita bebas mau ngapain aja," ujar sandi.
"Tolong jangan ganggu kami,"ucap sindi.
"Wow, ada orang lain rupanya. Kenapa gak dikenalin ke aku nisa?" tanya sandi.
"Tolong jangan ganggu saya, saya gak mau ada kesalah pahaman jika Sinta tau kamu menghampiriku,"ucap anisa.
"Tenang aja, dia gak akan tau kok," Ucap sandi seraya mencoba menggenggam tangan anisa, namun anisa segera menepisnya.
"Jaga sikap anda! Teman saya tidak mau diganggu oleh anda. Jadi jangan ganggu dia apalagi sampai menyentuhnya!"Sindi yang emosi
karna sahabatnya diganggu, menggebrak meja dengan keras.Sampai semua pengunjung di
restoran tersebut menoleh kearah mereka.
"Wow...Woww...Santai mbak, aku hanya ingin mengajak temanmu ini bersenang-senang.Kamu tidak usah khawatir,aku tidak akan menyakitinya," ujar sandi santai.
"Pergi atau saya panggil satpam!" ucap anisa tegas. Leo yang melihat pria itu terus memaksa anisa, langsung datang menghampirinya. Leo menarik bahu sandi kebelakang agar menjauh dari
anisa.
"Lo gak ngerti bahasa manusia hah? Dia gak mau diganggu,jadi jangan memaksa," Ujar leo tegas.
"Lo siapa? Berani-beraninya halangin gue?"tanya sandi.
"Lo gak perlu tau siapa gue,yang jelas lo harus pergi dari sini atau gue panggilkan satpam untuk mengusir lo?"ucap leo.
Sandi yang tidak Terima dengan perlakuan leo, langsung menonjok muka leo dengan keras. Dan terjadilah perkelahian antara sandi dan leo. Anisa yang melihat mereka berkelahi, melerai dibantu oleh sindi namun tidak berhasil.
"Stop! Aku bilang stop!" teriak anisa.
"Apa-apaan kalian ini," ucap anisaagi. Tapi ucapan anisa tidak dihiraukan oleh keduanya. Sampai akhirnya sindi memanggil satpam untuk melerai
mereka.
"Ada apa ini? Kenapa kalian berkelahi disini?" tanya salah satu satpam.
"Dia yang menggangu saya pak," Ucap aniss menunjuk kearah sandi.
"Benar pak, saya hanya ingin membantu teman saya ini agar tidak diganggu tapi dia malah pukul saya," ujar leo.
"Enak aja, lo yang ganggu gue sama anisa. Bukan gue yang mengganggu," elak sandi.
"Pak tolong bawa dia menjauh," ucap sindi. Sandi pun keluar dari restoran tersebut dengan perasaan kesal.
"Akhirnya pergi juga itu orang," ucap sindi.
"Mas leo gak apa kan? Terimakasih sudah membantu saya," kata anisa.
"Sama-sama, aku gak apa kok,"jawab leo tersenyum.
"Pria tadi siapamu? Kok kaya udah kenal sama kmu?"tanya leo.
"Dia pacarnya sepupuku,"jawab anisa.
"Tapi keliatannya dia suka sama kamu," ucap leo.
"Aku gak tau,"jawab nisa.
"O ya, boleh gak aku gabung sama kalian?"tanya leo.
"Boleh boleh, kenalin aku sindi sahabatnya anisa,"Ucap sindi memperkenalkan diri.
"Aku leo, temannya anisa," jawab leo.
"Kalian udah lama berteman?"tanya sindi penasaran.
"Belum lama, kenal waktu sama-sama belanja di supermarket. Iya kan nis?" jawab leo.
__ADS_1
"Iya,"ucapnya singkat.
Beberapa menit kemudian pesanan datang begitupun pesanan leo yang dia bawa kemeja tempat anisa berada. Anisa ingin menolak, namun tidak enak hati karna leo sudah membantunya mengusir sandi. Akhirnya mereka bertiga makan