GADIS DESA DAN CEO GANTENG

GADIS DESA DAN CEO GANTENG
Eps. 32


__ADS_3

Mentari pagi mulai terbit, anisa bangun dan merapihkan tempat tidurnya. Lalu turun menuju dapur untuk memasak. Anisa memilih masak nasi goreng untuk sarapan paginya.


Setelah selesai,anisa meletakan nasi gorengnya diatas meja makan dan naik lagi kekamar untuk


membersihkan tubuhnya. Dengan dandanan yang seadanya, anisa mengambil tasnya berniat untuk


langsung berangkat setelah sarapan pagi.


Namun,betapa terkejutnya saat melihat nasi gorengnya sudah habis dan menyisakan piring kotor saja. Gelas yang berisi air minum pun


sudah kosong. Anisa celingukan mencari siapa yang sudah memakan makanannya.


"Kok bisa kosong gini? Perasaan gak ad orang lagi disini. Siapa yang makan?" Gumam anisa.


"Pintu juga perasaan udah aku kunci semua kemarin.Siapa yang makan? Apa jangan-jangan ada setan? Masa setan makan nasi goreng, pagi-pagi


begini lagi.Aneh,,"Gerutu anisa.


"Apa tuan reyhan pulang kerumah ini ya? Tapi gak mungkin kan, orang dia bilangnya gak kesini beberapa hari. Bikin merinding deh," anisa bergidig


ngeri. Namun, saat anisa membalikkan tubuhnya,terlihat reyhan sedang berdiri dibawah tangga.


"Kenapa mukamu begitu? Kaya liat setan aja," ucap reyhan santai.


"Jadi tuan, setan yang udah makan nasi goreng ku," Gerutu anisa yang didengar oleh reyhan.


"Kamu anggap saya setan?" Reyhan mendekati anisa.


"Bercanda tuan, abis tuan kaya setan sih. Dateng gak diundang pulang gak diantar,"Kata anisa meringis memperlihatkan deretan giginya yang


putih bersih.


"Saya bukan setan. Dan ini rumah saya,terserah saya mau datang kapanpun," ujar reyhan.


"Iya iya ini rumah tuan,saya cuma numpang disini. Setidaknya bilang kalo mau makan disini. Jadi saya bisa masak yang lebih banyak," cetus


anisa.


"Kamu gak ikhlas?" Ucap reyhan sembari mendekatkan dirinya pada anisa.


"Ikhlas tuan, ikhlas tapi...." Ucapan anisa tercekat melihat reyhan yang semakin dekat dengannya.


"Tapi apa?"tanya reyhan. Tubuh anisa seakan sulit untuk digerakkan sehingga saat reyhan terus mendekatinya membuat dia tak bisa mundur selangkah pun. Bahkan anisa bisa merasakan nafas reyhan yang segar dan wangi.Mereka saling


menatap untuk beberapa detik, bergulat dengan pikiran masing-masing.


"Duh deg-degan banget, kenapa dia tampan begini sih," batin anisa.


"Kenapa dia lebih cantik dilihat dari dekat gini?" batin reyhan.


Dering ponsel reyhan seketika menyadarkan mereka dan membuat keduanya saling menjauh karna salah tingkah.


"Ya halo?"Ucap reyhan pada orang disebrang telfon.


"Baik, saya kesana sekarang," Ujar reyhan lagi.


Reyhan mematikan sambungan telfonnya dan menghubungi seseorang lagi.


"Ren, tolong siapkan penerbangan sekarang.Saya harus kesana hari ini juga,"ucap reyhan.


"Bukannya tuan akan terbang besok pagi?" Tanya rendi pada sang bos.


"Batalkan. Barusan Mr. Ronald menghubungi saya jika perusahaan tidak bisa dia tangani sendirian," jelas reyhan.


"Baik tuan, saya akan mengaturnya secepat mungkin,"ucap rendi. Reyhan mematikan sambungan telfonnya tanpa menjawab ucapan


Rendi lagi. Reyhan melihat anisa ingin pergi dari


rumah segera mencegahnya.


"Anisa,tunggu,"ucap reyhan.


"Ada apa?" tanya anisa. Tanpa menjawab, reyhan naik keatas dan masuk kedalam kamarnya. Anisa


pun duduk disofa ruang tamu sembari menunggu reyhan. Beberapa menit kemudian Reyhan turun dengan membawa sebuah paperbag ditangannya.


"Ini untukmu." Ujar Reyhan sembari meletakkan paperbag tersebut dihadapan anisa.


"Ini apa tuan?" tanya anisa.


"Buka saja,"jawab reyhan. Anisa membuka paperbag itu dengan hati-hati. Dan betapa terkejutnya saat dia mendapati sebuah ponsel


pengeluaran terbaru yang harganya begitu fantastis didalam kotak.


"Tuan, ini ponsel siapa?" tanya anisa penasaran.

__ADS_1


"Itu untukmu. Gunakan saja untuk keperluanmu," ucap reyhan.


"Tapi ini terlalu mahal tuan,saya tidak enak jika menggunakannya, mending dipake tuan aja," tolak anisa.


"Kalo kamu tidak mau, buang saja," ucap reyhan.


"Eh jangan tuan. Barang mahal gini kok mau dibuang," ucap anisa.


"Ya sudah kamu pake saja. Sudah ada simcard dan nomerku," ujar reyhan.


"Tapi ini beneran kan? Apa saya juga harus mencicilnya?" tanya anisa.


"Itu bonus untukmu asal kamu tetap mengikuti perintah dan aturanku," ucap reyhan.


"Kapan aku melanggar perintahmu, hal sepele juga aku lakuin" Gumam anisa ketus.


"Berani menjawab?" ucap reyhan.


"Eh enggak, iya saya akan mengikuti semua perintah tuan," jawab anisa.


"Untuk sementara saya tidak akan datang kesini ataupun kekantor. Saya ada urusan di Paris. Jadi, bekerjalah seperti biasa dikantor. Dan kamu juga


boleh beristirahat dikamar pribadi yang ada diruangan saya. Tapi satu hal, jangan pernah membawa siapapun kerumah ini tanpa terkecuali. Hanya bibi dan mang yono yang boleh keluar masuk rumah ini selain kamu. Walaupun orang itu


hanya didepan rumah, tetap saja tidak diperboleh kan," jelas reyhan.


"Kalo sahabat saya boleh gak tuan?" tanya anisa.


"Tidak boleh," jawab reyhan singkat.


"Pelit amat sih," Gerutu anisa lirih.


"Terserah kamu mau bilang apa. Yang jelas jangan pernah melanggar apa yang saya perintahkan jika tidak ingin mendapat hukuman dari saya," ujar reyhan.


"Iya siap tuan muda," ucap anisa.


"Jangan keluar dimalam hari atau pulang terlalu larut malam.Paham?" ujar reyhan.


"Iya paham," jawab anisa.


"Ya sudah saya pergi dulu, saya tidak akan kekantor mulai hari ini,"ujar reyhan.


"Baik tuan, hati-hati dijalan," ujar anisa.


sarapanmu," ucap reyhan.


"Siap tuan, tapi untuk makanan gak perlu diganti.Nanti saya bisa beli sendiri," jawab anisa.


Reyhan pergi meninggalkan anisa yang masih tidak percaya dengan ponsel yang dia pegang.


"Gaji yang aku sebulan aja gak ada setengahnya dari harga ponsel ini," Gumam anisa.


"Beruntung banget punya bos super baik kaya tuan Reyhan. Ya walaupun sering bikin kesel si. Tapi gak apa lah, semoga kebaikan dia tulus sama aku," Ujar anisa sembari menyimpan ponsel tersebut kedalam tas.


Anisa bergegas berangkat kekantor menggunakan angkutan umum seperti biasa. Sesampainya dikantor, anisa mulai bekerja seperti biasa. Sedangkan reyhan sudah berangkat ke Paris dengan menggunakan helikopter pribadinya.


Sebenarnya, Reyhan sedikit gelisah harus meninggalkan gadis itu sendirian. Tapi jika membawanya, reyhan tidak tau harus membuat alasan apa pada anisa agar dia mau ikut dengannya.


Reyahn berharap masalah diperusahaan cabang nya selesai dengan cepat agar dia bisa secepatnya pulang ke Indonesia. Dikantor,anisa yang sudah menyelesaikan tugasnya merasa begitu berbeda.


Dia duduk disofa didalam ruangan Reyhan, menatap sekeliling ruangan tersebut dengan perasaan hampa.


"Rasanya sepi ya,apa karna sudah terbiasa dengan kehadiran tuan Reyhan jadi pas gak ada sepi kaya gini,"Gumam anisa.


"Mungkin karna terbiasa dikerjain kalo lagi kerja jadi kaya gini. Harusnya kan seneng dia gak ada, aku jadi gak terlalu cape kerjanya. Tapi kok rasanya sepi banget. Bingung juga mau ngapain lagi," Gerutu anisa lagi.


"Apa aku coba telfon sindi ya,coba ah siapa tau dia lagi gak ada jadwal kuliah,"Gumamnya lagi.


Anisa pun mengambil ponsel dan kertas yang berisi catatan nomer sahabatnya. Lalu dia menghubungi


sangat sahabat. Lama anisa menunggu jawaban dari sindi sampai akhirnya panggilan itu diangkat oleh sindi.


"Halo? Siapa?" Tanya sindi disebrang.


"Ini aku anisa. Kamu lagi ada kelas?" ucap anisa.


"Anisa? Ini nomer siapa lagi? Hampir aja gak aku angkat," ujar sindi.


"Ini nomerku, aku baru dapet ponsel baru,"jawab anisa.


"Kamu kapan beli ponselnya? Kok baru hubungi aku? Perasaan semalem kamu gak beli ponsel pas bareng sama aku?"Tanya sindi penasaran.


"Aku... Aku dikasih sama bos reyhan tadi pagi. Jadi baru sempet hubungi kamu.Maaf ya," ucap anisa.


"What??? Dikasih? Seriusan dikasih sama pak Reyhan? Gila ini mah udah fix dia ada rasa sama kamu nis," Ucap sindi kaget.

__ADS_1


"Jangan mengada-ada kamu. Katanya ponsel ini buat bonus aku. Awalnya aku menolak, tapi daripada disuruh dibuang, ya akhirnya aku terima aja," jelas anisa.


"Aku gak percaya. Pokoknya nanti kita harus ketemu. Kamu harus jelasin yang benar. Gak mungkin itu cuma bonus," ucap sindi.


"Aku gak bohong sindi," Ujar anisa meyakinkan.


"Udah ah, nanti harus ketemu. Udah dulu ya, aku mau masuk kelas lagi habis ini. Kamu hutang penjelasan sama aku. Bye," ucap sindi yang


langsung mematikan sambungan telfonnya tanpa menunggu jawaban dari anisa.


Anisa yang sudah selesai dengan kerjaannya, turun ke lantai bawah berniat mencari atika.


Namun, dia tidak menemuinya. Lantas anisa menuju ke pantri dan bertemu dengan ibu ana sanh kepala OB.


"Bu Ana, maaf apa ibu melihat mbak atika? Saya mencari dilantai bawah tapi gak ketemu,"tanya anisa.


"Tadi lagi bersihin lantai dua nis. O ya, apa kamu masih banyak pekerjaan?" Tanya bu ana pada anisa.


"Kebetulan kerjaan saya sudah selesai bu, makanya saya cari mbak Atika. Niatnya mau bantu pekerjaan dia," ucap anisa.


"Gini, kamu bantuin saya bersihin ruang meeting aja ya, soalnya satu jam lagi ruangan itu mau dipake sama tuan Rendi, tapi OB yang lain masih


belum selesai kerjaannya," jelas bu ana.


"Baik bu, saya kerjakan sekarang saja kalo begitu," ujar anisa.


"Sapu, pel dan lap semua meja atau kursi yang ada disana ya, habis itu kamu siapkan minuman untuk disuguhkan pada orang-orang yang meeting nanti,"ujar bu ana.


"Baik bu, kalo begitu saya permisi," pamit anisa.


"Silahkan. Terimakasih ya nisa," ucap bu ana.


"Sama-sama bu,"jawab anisa. Anisa bergegas mengambil alat kebersihan dan mulai membersihkan ruang meeting yang dimaksud.


Saat hampir selesai, terdengar pintu dibuka oleh seseorang dan ternyata rendi yang datang untuk memeriksa.


"Apa sudah beres?" tanya rendi.


"Sedikit lagi pak,tinggal lap meja saja," jawab anisa.


"Loh kok nona anisa yang membersihkan ruangan ini? OB yang lain dimana? Ini kan bukan tugas


nona,nanti kalo tuan Reyhan tau, bisa marah," Jelas rendi yang terkejut saat mendapati anisa yang


membersihkan ruangan itu.


"Kerjaan saya sudah selesai pak,jadi daripada bingung mau ngapain mending saya bantu karyawan yang lain saja pak. Dan tolong jangan


panggil saya nona. Saya disini juga cuma karyawan bukan keluarganya tuan bos," Jelas anisa yang mulai risih karna selalu saja dipanggil dengan kata nona oleh asisten bosnya.


"Tapi tetap saja ini tidak dibenarkan. Lain kali mending nona anisa istirahat saja dikamar pribadi tuan jika kerjaan sudah selesai. Dan soal panggilan saya, maaf saya tidak bisa merubahnya. Biarkan saya memanggil anda dengan sebutan nona karna itu lebih membuat saya nyaman. Lebih baik nona sekarang masuk keruangan tuan Reyhan. Jangan lagi mengerjakan apa yang bukan tugas nona,"ucap rendi.


"Tapi pak, saya gak enak sama karyawan lain.Takutnya mereka menganggap saya lebih


diistimewakan sama tuan Reyhan kalo pak Rendi panggil saya nona," elak anisa.


"Maaf non, saya tetap tidak bisa," jawab rendi.


"Ya sudah lah. Terserah pak rendi saja.Bos sama sekertaris sama saja keras kepalanya. Sama saja


nyebelinnya," Gerutu anisa yang masih tetap membersihkan meja.


"Non, tolong lain kali jangan mengerjakan apa yang bukan tugas nona.Agar tuan Reyhan tidak


marah," ucap rendi lagi.


"Sya gak janji pak," ucap anisa ketus. Rendi kemudian keluar meninggalkan anisa dan menghubungi bu ana.


"Kenapa kamu biarkan nona anisa mengerjakan pekerjaan yang bukan tugasnya?" tanya rendi pada bu ana.


"Maaf tuan, tadi...."Ucapan bu ana terpotong oleh kalimat rendi.


"Saya tidak mau tau. Cari OB lain untuk menggantikan nona anisa membersihkan ruangan itu. Kalo sampai saya melihat nona anisa mengerjakan sesuatu yang bukan tugasnya lagi, bukan saya yang akan menghukummu tapi tuan Reyhan sendiri,"ancam rendi.


"Maaf tuan jangan hukum saya. Baik saya akan segera cari OB untuk melanjutkan pekerjaan anisa," jawab bu ana dengan nada takut.


Rendi mematikan sambungan telfonnya dan melanjutkan kembali pekerjaannya. Pagi tadi saat rendi mengantar reyhan menuju bandara,reyhan memang sudah berpesan bahwa rendi harus


menjaga anisa didalam maupun diluar kantor.


Walaupun ada CCTV disetiap sudut perusahaan, namun reyhan masih tidak bisa tenang jika


tidak ada yang melindungi anisa. Dengan perintah yang rendi dapatkan itu,dia semakin yakin jika bosnya menaruh hati pada anisa.


Rendi juga yakin walaupun sekarang belum ada yang menyadarinya satu sama lain, namun suatu hari nanti reyhan pasti akan luluh oleh anisa.

__ADS_1


__ADS_2