
Reyhan memanggil Rendi sebelum keluar dari ruangannya.
"Rend keruangan saya sekarang" Ucap Reyhan lewat telefon.Tanpa menunggu jawaban,Reyhan mematikan sambungan telfonnya. Tak lama kemudian, Rendi masuk
kedalam ruangan Reyhan.
"Saya mau keluar dulu, tolong kamu handle semua pekerjaan saya termasuk meeting dengan PT. X" Kata Reyhan. "Apa tuan akan keluar lama" Tanya Rendi
"Saya belum tau, karna mama saya minta saya menemaninya pergi" Jawab Reyhan.
"Baik tuan" Jawab Rendi
"O iya, nanti kalo anisa dateng tolong suruh beresin ruangan saya sampai kinclong. Dan jangan pulang sampai saya kembali lagi kesini.Satu lagi, kalo sampai saya datang dan mengecek semua isi ruangan ini masih ada debu yang tersisa, saya akan menghukum kalian berdua. Paham?!" Reyhan menjelaskan dengan tegas kepada sang asisten.
"Paham tuan" Rendi menganggukan kepalanya tanda paham.
"Ya sudah saya pergi dulu" Reyhan bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan.
Sesampainya di lobi, Reyhan masuk kedalam mobil dan langsung melajukan mobilnya. Sesampainya dirumah,sang mama
sudah menunggunya didepan teras.
"Lama sekali kamu rey. Mama udah nunggu dari tadi ini" Ujar mama rina
"Tadi minta Rendi buat nge handle kerjaan rey dulu ma" Jawab rey.
"Ya udah yuk jalan.Udah ditunggu sama tante risa" Ujar rina mengajak sang anak
Tanpa menjawab, Reyhan membukakan pintu untuk sang mama lalu memutari mobil dan kembali kedepan kemudi.
Jarak rumah Reyhan dan tante risa memang lumayan jauh, butuh waktu setengah jam untuk perjalanan kesana. Belum lagi macetnya kota membuat perjalanan lebih lama. Saat sedang berhenti dilampu merah, Reyhan tidak sengaja melihat seorang wanita yang mirip dengan anisa, dia mengamati dari belakang karna memang mobil Reyhan berada dibelakang motor yang dikendarai wanita yang mirip nisa itu.
Saat lampu lalu lintas menunjukan warna hijau, reyhan masih tak bergeming menatap motor itu yang membelok. Dia tersadar ketika mamanya menegur dan memberitahu bahwa lampu sudah hijau dan kendaraan dibelakangnya sudah membunyikan klakson pertanda Reyhan harus cepat menjalankan mobilnya.
Reyhan menepis semua kemungkinan yang ada dan fokus untuk menyetir. Hampir satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai didepan rumah tante risa. Rina keluar dari mobil Reyhan disambut senyum ramah sang satpam yang tadi membukakan gerbang.
"Rey, kamu ikut masuk yuk" Ajak rina kepada sang anak.
"Reytunggu disini aja. Ga lama kan?" Ucap Reyhan
__ADS_1
"Mama lama, kamu ikut kedalam aja. Siska juga ada dirumah kok" Ujar rina
"Aku tunggu di cafe deket sini.Klo mama mau pulang telfon aja" Tolak Reyhan
"Kamu ikut mama ya, please..Ikut ya" Pinta rina berhasil membuat Reyhan mengiyakan ajakannya. Akhirnya Reyhan turun dari mobil
dan ikut masuk kedalam rumah itu.
"Heyjeng rina,apa kabar? Akhirnya dateng juga kesini" Sapa risa senang.
"Baik kok, kamu sendiri apa kabar?" Tanya rina balik.
"Sama aja jeng. Eh nak Reyhan juga ikut kesini? Atau mau ketemu Siska ya?" Ucap risa basa basi. Reyhan hanya tersenyum tanpa membalas ucapan tante risa.
Reyhan memang bukan tipe pria yang mudah berbaur apalagi dengan kaum hawa. Karna pada dasarnya memang dia tidak suka dengan keramaian.
"Iya, aku sengaja bawa Reyhan biar dia main kesini jeng" Ucap rina
"Ya udah duduk dulu yuk, nak Reyhan duduk dulu ya, biar tante panggilkan Siska" Ujar risa menyuruh Reyhan dan mamanya duduk.
"Sebentar ya" Ujar risa yang berlalu masuk kedalam rumah.
"Baik nyonya" Ucap bibi Risa berjalan menaiki tangga dan mengetuk pintu kamar Siska lalu masuk kedalam tanpa menunggu
persetujuan.
"Ada Reyhan diluar. Kamu cepat dandan dan pakai baju yang bagus terus temui Reyhan" Ucap risa pada anaknya yang sedang bersantai didalam kamar.
"Beneran mah? Aku mau dandan dulu" Ujar Siska yang kemudian bangkit menuju meja rias.
"Iya, makanya cepet dandan. Bikin Reyhan jatuh hati sama kecantikan kamu. Biar kamu bisa nikah sama dia" Ucap risa
"Oke, Siska mau dandan yang cantik. Mama keluar dulu, Siska mau cari baju" Siska menjawab dengan wajah yang gembira.
Karna memang Siska sudah menaruh hati sejak pertama melihat Reyhan dirumahnya kala itu. Bahkan dia meminta orang tuanya
untuk menjodohkan mereka berdua agar bisa menjadi istri Reyhan dan menikmati harta kekayaannya itu. Risa pun meninggalkan anaknya dan menemui tamunya.
"Sebentar ya nak Reyhan, Siskanya lg ganti paju dulu. Dari kemarin Siska emang pngen ketemu sama nak Reyhan tp karna dia kurang fit jadi tante larang. Eh ternyata nak Reyhan yang datang kesini" Ujar risa
__ADS_1
"Siska sakit? Sakit apa jeng? Kok ga ngabarin dari kemarin? Kalo tau sakit pasti tadi bawa buah tangan buat Siska" Ucap rina tak enak hati.
"Ga ppa,cuma sakit biasa kok. Mungkin kecapean soalnya kemarin pas baru pulang LA, langsung kerumah kamu kan terus paginya disuruh bantuin papinya dikantor
katanya biar belajar sekalian" Risa menjelaskan.
Beberapa saat kemudian Siska turun dari tangga menghampiri mereka
diruang tamu.
"Hei tante,apa kabar?" Siska menyapa rina dengan menyalami tangannya
"Baik nak, kamu apa kabar? Kata mami kamu, kamu sakit? Sakit apa?" Tanya rina cemas.
"Cuma kecapean kok tan, ini juga udah mendingan" Jawab Siska
"Sis, kamu ajak Reyhan ke taman gih, biar kalian bisa ngobrol disana" Titah risa pada sang anak
"Kak Rey, mau ikut Siska jalan2?" Tanya Siska berusaha lemah lembut dihadapan Reyhan.
"Sana Rey, ikut Siska. Nanti klo mama udh mau pulang bakal mama hubungi" Ucap rina.
Reyhan yang tak enak hati akhirnya mengikuti Siska menuju taman di belakang rumahnya. Sebenernya Reyhan sangat risih
dengan keberadaan Siska karna Siska hanya memakai minidress yang belahan dadanya sangat rendah sehingga sedikit terlihat benjolan yang ada didadanya.
Siska memang sengaja menggunakan dress itu untuk menarik perhatian reyhan. Dia berharap dengan pakaian yang sexy itu bisa membuat Reyhan tergoda dan akhirnya menyukainya. Dia berfikir bahwa reyhan sama dengan pria yang sering dia temui diluaran sana apalagi diluar negara.
Dia tidak tau bahwa reyan bahkan tidak pernah tertarik dengan wanita manapun selain mantan cinta pertamanya dulu. Siska mengajak Reyhan untuk duduk di salah satu bangku yang ada ditaman itu. Reyhan pun menerima ajakan itu dengan enggan.
"Kak Reyhan apa kabar?" Tanya Siska basa basi
"Baik" Ujar Reyhan singkat
"Kak Rey ga ada niatan buat nikah?" Tanya Siska kembali
"Gak" Jawabnya
"Tapi, kalo nikahnya sama aku mau kan?" Tanya Siska sembari merapatkan duduknya dan memeluk tangan Reyhan dengan erat sehingga buah dadanya yang cukup besar
__ADS_1
menyentuh tangan reyhan.Sontak reyhan bangkit dari duduknya membuat tubuh siska terhempas diatas kursi itu.