
Kali ini anisa diterima kerja disalah satu restoran atas rekomendasi sahabatnya sindi, restoran itu adalah restoran milik paman sindi karna itu sindi bisa dengan sangat mudah memasukan anisa ke restoran itu, lagi pula tidak ada yg diragukan dari seorang anisa tentang pekerjaan, dia bisa disegala bidang walaupun masih berstatus siswa.
Awalnya anisa menolak saran sindi tapi sindi terus memaksanya sampai anisa tidak tega untuk menolaknya lagi. Saat sedang membawa minuman untuk pelanggan, tak sengaja ada seseorang yg menabraknya dari belakang sehingga minuman yg dia bawa jatuh.
Naasnya minuman itu tumpah ke jas seorang pria yg ternyata itu adalah Reyhan. Dengan rahang mengeras dan menahan emosi, Reyhan melayangkan tatapan tajamnya ke anisa.
"Maaf tuan, saya tidak sengaja." kata nisa sambil berusaha mengelap jas reyhan
"Kamu lagi? Kali ini saya tidak akan memaafkan atas tindakanmu ini." kata Reyhan menghempaskan tangan nisa yg sedang menyentuh jasnya dg tisu
"Maaf tuan, saya bener2 tidak sengaja." ucap nisa sambil menunduk
"Saya tidak mau tau, kau harus ganti rugi. Jasku limited edition hanya ada satu didunia. Kau harus ganti rugi apapun caranya." kata Reyhan dingin.
"Saya akan membayar ganti ruginya tuan, tapi bisakah dg cara mencicil? Karna saya tidak punya uang sebanyak itu." kata nisa
"Kamu pikir saya tukang kredit yg bisa cicil mencicil?" tegas reyhan
"Tapi tuan...
"Kamu layani saya sampai uangmu lunas " tegas reyhan lagi
"Tapi gimana kerjaan saya tuan."
"Saya tidak mau tau dan saya tidak butuh penolakan. Besok pagi datang kealamat ini jam 7.jangan sampai telat." reyhan melemparkan kartu nama dan bergegas pergi meninggalkan nisa dg pikiran nisa yg berkecambuk.
Bagaimana mungkin dia bisa pergi sepagi itu sedangkan kerjaan dirumah bibinya tidak bisa ditinggalkan, apalagi besok dia harus datang kesekolah untuk acara kelulusannya. Otak nisa bener2 buntu dg segala kekacauan yg dia buat hari ini. Tapi bukan anisa nama- nya kalau tidak punya jalan keluar.
Paginya anisa bangun jam 3 dan langsung membersihkan rumah bibinya. pukul 6 dia sudah beres semuanya, tinggal bersiap2 untuk ke alamat yg reyhan kasih kemarin.
Beruntung hari ini bibi dan sepupunya sedang berlibur ke luar kota jadi nisa tidak menghadapi masalah yg biasanya dia hadapi
sebelum keluar rumah.
Untuk surat kelulusannya sendiri nisa sudah minta tolong pada sindi sahabatnya untuk mengambilkan- nya. Pukul 06:50 anisa sudah berada didepan sebuah gedung perkantoran yg besar dan mewah.
Yaa, nisa sampai dikantor reyhan dg hati deg2an. Dia takut tidak bisa melakukan apa yg reyhan perintahkan untuk menebus kesalahannya. Saat nisa sedang menata hatinya, suara klakson mengagetkan nisa.
Sebuah mobil Alphard hitam melaju didepannya, dia hafal mobil itu adalah mobil reyhan. Dan benar saja, seorang pria tinggi dan tampan keluar dari mobil itu. Nisa terpana dg karisma yg reyhan punya sampai tak sadar kalau reyhan udah ada didepannya.
Reyhan menjitak kepala nisa dg keras hingga nisa yg sedang memandangi- nya tanpa kedip tergelak kaget dan salah tingkah. Nisa mencoba mentralkan hatinya dan mengikuti reyhan sesuai perintahnya.
Anisa berjalan mengikuti reyhan dg rasa takjub atas semua yg dia lihat diperusahaan milik reyhan itu. Para karyawan yg berpapasan dg pria itu menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat kepada sang pemilik perusahaan.
Reyhan terus berjalan dg sikap wibawa yg melekat didirinya. Para pekerja disitu memang tidak ada yg heran dg sikap angkuh CEO tampan itu karna sejak dulu dia tidak pernah terlihat ramah sedikitpun kepada semua karyawannya.
__ADS_1
Anisa terus mengikuti Reyhan berjalan menuju lift khusus petinggi. Banyak karyawan yg menatap iri dan sinis pada anisa karna wanita dg pakaian lusuh seperti anisa bisa masuk kedalam lift khusus apalagi dia datang bersama pemimpin mereka.
Sangat berbanding terbalik dg pakaian yg mereka kenakan. Anisa mendengar bisik-bisik itu tapi tidak berani menegurnya karna dia sendiri sadar siapa dia disini.
Anisa tetap mengikuti Reyhan dg tetap menundukan kepalanya tanpa berani berbivara sepatah katapun. Sepanjang perjalanan menuju ruangan reyhan, nisa bener2 terkagum dg tatanan arsitektur disetiap sudut perusahaan itu.
Sampai dia tak sadar kalau pria yg bersamanya menghentikan langkahnya. Sontak nisa menabrak bagian belakang tubuh pria itu.
Tanpa suara apapun, reyhan melihat nisa dengan tatapan tajam, sampai nisa tertunduk takut. Sesampainya diruang kerjanya, reyhan duduk dikursi kebesarannya dan mengambil sebuah map lalu melempar- nya kemeja.
"Ini surat perjanjian. Kamu baca dan kamu pahami." nisa mengambil map itu dan membukanya
"Mulai sekarang kamu kerja disini sebagai pelayan saya. Hanya saya yg boleh memerintah kamu disini." kata reyhan.
Nisa membaca satu persatu surat perjanjian itu. Setelah semuanya dibaca, nisa pun menyetujuinya. Menurutnya tidak ada poin yg memberatkan dia dalam pekerjaan ini, lagipula dia bekerja hanya untuk melunasi hutang kesalahannya aja.
Rendi yang sejak tadi berdiri didekat pintu sedikit terpana dg kelakuan tuannya. Bagaimana tidak, selama ini dia tidak pernah mengizinkan perempuan manapun ikut masuk kedalam ruangannya kecuali adik dan mamanya.
Bahkan mantannya dulu juga tidak pernah diajak masuk keruangan itu. Dan setiap hari yg membersihkan ruangannya pun office
boy Tapi nisa yang bukan siapa2 malah disuruh membersihkan dan merapihkan ruangan itu. Ini adalah hal yg langka dlm kehidupan tuannya yg membuat Rendi terpana.
"Ren, bawa perempuan ini ke pantri dan beritahu jalan yg harus dia kerjakan biar ga tersesat nantinya " perintah reyhan
"Baik tuan." jawab Rendi.
Rendi membawa anisa ke pantri dan menjelaskan jalan dan ruangan2 yg dia lewati agar memudahkan dlm bekerja. Rendi juga menjelaskan apa yg boleh dan tidak boleh dilakukan selama bekerja karna memang di perusahaan itu ada beberapa aturan mutlak yg harus dipatuhi. Sesampai- nya di pantri nisa diserahkan ke kepala pantri.
"Bu ana, ini anisa karyawan baru disini. Tolong ajari dia cara menjadi OG ya." ujar Rendi
"Baik tuan, akan saya ajarkan sampai bisa tuan." jawab bu Ana.
"Satu lagi, dia khusus untuk membereskan dan melayani tuan reyhan. Jadi tolong untuk yg biasa bersihin ruangan tuan reyhan dipindah aja." kata rendy datar
"Baik tuan. Saya paham" jawab bu Ana
Setelah itu Rendy pun meninggalkan pantri, sebelumnya dia juga memerintahkan nisa untuk membuat kopi untuk reyhan.
"Salam kenal mba nisa, saya Ana kepala pantri disini, panggil saja bu ana." kata bu ana mengulurkan tangan memperkenalkan diri.
"Salam kenal juga bu ana, saya anisa, mohon bimbingannya ya bu." jawab nisa menerima uluran tangan bu ana.
Bu ana menjelaskan peralatan2 dan apa saja yg bisa digunakan untuk membersihkan ruangan tuannya. Setelahnya nisa membuat kopi dan membawanya ke ruangan reyhan.
"Bikin kopi aja lama banget." kata reyhan sinis
__ADS_1
"Maaf tuan, tadi saya dijelaskan dulu ttg pekerjaan saya oleh kepala pantri." jawab nisa
"Alesan" kata reyhan singkat reyhan meminum kopi itu tanpa ekspresi. Anisa yg melihatnya sedikit takut.
"Gimana kopinya tuan, apa sesuai selera tuan?" tanya nisa was2.
"Ga enak." hanya dua kata yg Reyhan lontarkan sontak membuat nisa langsung mengambil gelas itu.
"Mau dibawa kemana?" Tanya Reyhan tajam
"Saya mau ganti yg baru tuan, katanya tadi..."
"Siapa yg bilang suruh ganti?" ucapan nisa terpotong dg suara keras reyhan membuat nisa kaget dan sontak gelas yg dia pegang terguncang hingga menumpahkan isinya keatas kertas dokumen penting reyhan.
"Siall!! baru sejam kerja aja udah bikin onar!" kata reyhan menahan amarah
"Maaf tuan saya ga sengaja" nisa menundukan kepalanya rendi yg mendengar suara tuannya langsung masuk kedalam ruangan itu
"Bawa anak ingusan ini keluar." kata reyhan keras
"Ayo ikut aku keluar dulu " kata rendi
Nisa yg ketakutan akhirnya menurut
saja, dia keluar dr ruangan reyhan.
"Bagaimana ini tuan, saya bener- bener ga sengaja." kata nisa kepada rendi
"Ya mau bagaimana lagi, dokumen itu sangat penting, kalo ga, ga mungkin tuan semarah itu." jelas Rendi
"Aku harus bagaimana tuan, aku takut disuruh ganti rugi lagi. Yg kemarin aja belum nyicil sepeserpun." kata nisa ketakutan
"Coba nanti aku bantu pikirkan, siapa tau ada jalan" Rendi dengan muka datar
"Kamu kerjakan yg lain aja dulu sambil nunggu dipanggil tuan lagi." lanjutnya
Nisa kemudian bergegas menuju pantri, disana sangat sepi karna semua OB/OG sedang menjalankan tugasnya masing2. Nisa mengambil air minum lalu duduk di salah satu kursi.
"Aku harus gimana? Apa aku keluar aja dr kantor ini trus cari kerja di tempat lain aja. Tapi gimana dgn utangku?" kata hati nisa
"Kenapa si nasibku sial terus. Udh disiksa dirumah, dibuli disekolahan, sekarang punya utang sama manusia kutub."
" Astaghfirullahalazim ya Tuhan ampuni hamba yg selalu mengeluh." nisa masih berbicara
dalam hati.
__ADS_1