
Di kediaman orang tuanya, Reyhan baru saja pulang dari kantor. Dia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.Baru saja hendak
merebahkan tubuhnya diranjang, terdengar seseorag mengetuk pintu kamarnya.
"Rey, ini papa. papa masuk ya" Andre sang ayah ternyata yang mengetuk pintu kamarnya.
"Masuk aja pa" Jawab Reyhan yang sedang memejamkan matanya.
Ayah andre membuka pintu lalu masuk kedalam kamar anaknya kemudian menutup pintu itu kembali dan menghampiri sang anak.
"Ada apa pa?"Tanya Reyhan.
"Papa mau bicara sesuatu sama kamu" Ujar andre.
"To the point aja ga usah berbelit" Reyhan menjawab dengan malas.
"Papa ada proyek besar disini, tapi papa ga bisa menghandlenya karna perusahaan papa yg di Paris sedang ada masalah besar yang
mengharuskan papa untuk turun tangan. "
Andre menghela nafas panjang lalu melanjutkan kembali kalimatnya "papa minta tolong, kamu handle dulu proyek papa yg disini. Nanti kalo papa udah pulang dr Paris,
papa ambil alih lagi" Ujarnya
"Tapi aku masih ada proyek lain pa" Jawab Reyhan.
"Proyek kamu, biar Rendi aja yg pegang. Dan kamu pegang punya papa. Ini proyek besar, papa ga mau terjadi sesuatu yg buruk dalam pelaksanaannya" Jelas andre lagi
"Baiklah, akan Rey usahakan. Kapan papa berangkat?" Reyhan mendengus pelan, tidak tega dengan kondisi sang ayah sehingga dia tidak berani menolaknya.
"Besok, besok papa harus berangkat pagi2. Semua berkas ada diruangan papa, kamu ambil aja. Sama filenya nanti papa kirim ke email kamu" Jawab andre berbinar.
"Terimakasih Rey, kamu mau membantu papa" Sambungnya.
"Yaa" Jawab Reyhan singkat.
Andre keluar dari kamar putranya dengan hati lega. Dia bisa fokus mengurus masalah yang ada di perusahaan cabang di Paris tanpa khawatir dengan proyek yang sedang
dia kerjakan dinegara ini. Andre masuk kekamarnya, menghampiri sang istri yang menunggunya sambil bersiap untuk tidur.
"Bagaimana pa? Apa Rey mau menggantikan papa?" Tanya rina penasaran.
"Iya,dia mau ma" Jawab andre sembari meletakkan jasnya diatas ranjang.
"Syukurlah kalo dia mau.Tapi mama ga bisa nemenin papa ke Paris kali ini, ga papa kan?" Tanya rina pada sang suami sembari membantu melepaskan dasi yang masih menggantung dileher suaminya.
__ADS_1
"Iya ga papa, mama kan juga ada acara penting disini. Papa janji bakal usahain buat nyelesaiin masalah disana dengan cepat. Papa juga ga tega kalo Rey mengurus banyak perusahaan sendiri. Dia juga kan
perusahaannya punya banyak cabang
bahkan lebih banyak dari papa, papa
takutnya dia ga nemuin pasangan kalo tiap hari kerja terus" Jelas andre pada sang istri.
"Iya mama paham, anak kita juga sekarang sangat susah klo ditanyain ttg pasangan. Mama pengen jodohin dia sebenernya sama anak rekan mama, tp baru rencana pa" Rina
menceritakan apa yang dia rencanakan pada sang suami.
"Biarkan saja Rey cari yang dia mau.Jangan terlalu dipaksa,nanti dia pergi lagi dari rumah ma" Andre mengingatkan istrinya dengan
kejadian masa lampau yang membuat mereka harus kehilangan putra satu2nya itu begitu lama.
"Iya pa, ya udah sana mandi dulu trus kita tidur" Kata rina
"Iya istriku" Andre mengecup singkat pipi istrinya itu lalu berlalu ke kmar mandi.
Sedangkan dikamar Reyhan, dia bangkit dari ranjangnya, berjalan ke bathtub menyediakan air hangat dan memberikan cairan aromaterapi kemudian dia memenyandarkan tubuhnya dibathtub.
Merilekskan tubuhnya yang sangat letih karna bekerja seharian penuh. Satu jam
sudah Reyhan bersantai didalam bathtub, diapun bangkit untuk membilas tubuhnya lalu masuk kedalam walk in closet untuk
Setelahnya, dia membaringkan dirinya diatas ranjang bersiap untuk tidur. Namun saat matanya mulai bisa terpejam, dering handphone mengusiknya. Reyhan mengambil handphone diatas nakas dengan satu tangan lalu mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelfon.
"Selamat malam tuan, maaf malam2
mengganggu istirahat tuan" Sapa orang disebrang telfon
"Ya,ada apa?"Hanya dengan mendengar suaranya Reyhan tau itu adalah asistennya yaitu Rendi.
"Begini tuan, tadi saat perjalanan
pulang dari mengantar tuan,saya melihat seorang perempuan ditengah jalan yang terlihat kasihan sekali. Dia bilang sedang mencari kerjaan dan belum mendapatkannya sama sekali. Saya juga sempat mengantarnya pulang ke kosan dia, dia bilang disini sedang merantau..." Suara Rendi berhenti karna terpotong dengan ucapan Reyhan.
"To the point aja" Ucap Reyhan.
"Jadi, saya mau minta ijin untuk mempekerjakan wanita itu diperusahaan tuan" Suara Rendi terdengar sedikit takut
"Terserah kamu saja. Pastikan tidak
mengusikku dan tidak masuk kedalam ruanganku" Ucap reyhan lalu mematikan sambungan telfonnya sebelum Rendi kembali berbicara. Jawaban Reyhan jauh dari ekspetasi
__ADS_1
Rendi yang selama ini memang tidak mau menerima siapapun tanpa adanya seleksi. Tapi kali ini entah setan baik darimana yang membuat Reyhan berbaik hati menerima orang tanpa mencari tau latar belakangnya.
Sebelum ini memang Reyhan dengan
tiba2 membawa anisa kekantor untuk
melayani keperluannya didalam kantor.
Setelah mematikan handphone dan
meletakannya diatas nakas kembali lalu memejamkan matanya menyelami cerita indah dialam tidurnya.
Reyhan benar2 bermimpi dalam tidurnya, dia berlari sangat kencang dikejar angin ****** beliung yang begitu dahsyatnya menerjang apapun yang ada didekatnya. Reyhan terus
berlari dengan cepat tanpa melihat ada apa diujung jalan.
Tiba2 Reyhan terjatuh kedalam jurang yang sangat dalam dan terjatuh di sebuah taman
bunga yang sangat indah dan
menenangkan jiwa. Lalu, dia melihat seorang wanita dengan tubuh mungil dan rambutnya yang ikal terurai begitu indah.
Sayangnya,wajah wanita itu terlihat tidak begitu jelas sehingga Reyhan tidak tau siapa
wanita itu. Sang wanita lalu berjalan menghampiri Reyhan dengan membawa sekuntum bunga edelweis dan memberikannya kepada Reyhan.
Reyhan lalu menerimanya dan wanita itu menggandeng tangan Reyhan, membawa Reyhan menyusuri taman bunga yang indah. Sang wanita yang entah siapa, membawa Reyhan kesebuah rumah dan masuk kedalamnya.
Reyhan melihat 2 anak kecil laki2 dan perempuan yang begitu mirip dengan dirinya. Dia bingung dan bertanya kepada wanita itu, tapi tak ada satupun jawabannya.
Wanita itu menuntun Reyhan menemui anak2 tadi.
Wajah berbinar terlihat dikedua wajah anak2 itu yang langsung berlari memeluk kaki Reyhan.Entah kenapa hati Reyhan yang tersentuh dengan wajah polos mereka. Reyhan mengangkat kedua anak itu dengan satu tangan untuk menyangga satu anak yang satunya lagi disangga dengan tangan sebelah.
Senyum bahagia terpancar diwajah
mereka berempat. Reyhan terbangun dari tidurnya, menatap kamarnya yang kosong. Tak ada taman bunga, tak ada rumah yang
indah dan tak ada siapapun.
Dia tersadar apa yang dia alami adalah sebuah mimpi. Mimpi yang sama yang pernah dia alami satu tahun lalu, saat dia baru kembali kerumah orangtuanya. Reyhan lalu turun dari ranjang dan mengambil air minum di dispenser yang ada didalam kamarnya.
Reyhan memang sengaja meletakan dispenser dikamar agar jika terbangun ditengah malam untuk minum, tidak harus susah2 turun kebawah. Setelah meneguk segelas air, dia kembali tempat tidur dan
merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
"Kenapa mimpi itu muncul berkali2. Apa maksud dari mimpi itu?"Reyhan terus berfikir dengan semua yg ada dimimpinya. Tanpa sadar, diapun kembali terlelap dalam tidurnya.