GADIS DESA DAN CEO GANTENG

GADIS DESA DAN CEO GANTENG
Eps 25


__ADS_3

Berjam-jam reyhan mencoba untuk terlelap, namun tidak bisa memejamkan matanya. Reyhan bangkit dan mengambil kunci mobilnya lalu pergi dari rumah. Namun, ketika baru sampai bawah, reyhan bertemu dengan ibunya yang sedang mengambil air minum.


"Mau kemana malam-malam Rey?" Tanya sang mama.


"Keluar," Jawab reyhan singkat.


"Ini udah tengah malam, mau keluar kemana rey?" Tanya sang mama kembali.


"Ada urusan," Reyhan berlalu mengabaikan mamanya yang terus memanggil.


Reyhan melajukan mobilnya dengan kencang, suasana jalan yang sepi membuat dia leluasa memainkan kemudinya dijalanan. Sampai akhirnya dia sampai dirumah yang


anisa tempati. Reyhan masuk kedalam rumah dan mencari keberadaan anisa.


Saat membuka salah satu kamar, dia melihat anisa yang sudah tidur dengan lelap. Diapun menutup kembali pintu itu dan masuk kedalam kamarnya. Matahari pagi mulai terbit, anisa bangun dari tidurnya dan bergegas membersihkan tubuhnya.


Setelah itu, dia turun untuk membuat sarapan. Namun, saat menuruni tangga,anisa mendengar suara dari arah dapur.


"Suara apan itu? Apa ada maling? Tapi masa maling jam segini masih disini?" Gumam anisa.


"Aku harus bawa senjata nih, takutnya maling yang didapur," Anisa celingukan mencari benda yang mungkin bisa dia pake untuk memukul.


"Ah pake sapu itu aja. Awas ya kamu maling, bakal aku bikin babak belur pake gagang sapu ini," Gumam anisa yakin.


Dengan hati-hati dia berjalan mengendap dengan sapu yang tergenggam erat ditangannya.


"Kan bener ada maling," Batin anisa yang melihat sosok pria sedang membelakangi nya. Tanpa aba-aba anisa langsung


memukul pria tersebut dengan gagang sapu.


"Maliiinggg... Kena kamu maling. Dasar maling gak tau diri, kalo mau jadi maling mikir dulu, itu perbuatan yang gak baik!!" Ucap anisa sembari terus memukuli pria itu dengan keras.


"Auuwww..Hentikan!Cukup," Reyhan yang tidak siap,merasa kesakitan akibat pukulan dari anisa.


"Gak ada ampun buat kamu, dasar maling gak tau diri!" Tanpa memperdulikan ucapan pria itu, anisa terus memukulinya.


"Ini saya Reyhan bukan maling," Reyhan berhasil menghentikan pukulan anisa dengan menangkap sapu yang anisa pegang.


"Tu-tuan? Kok ada tuan disini?" Tanya anisa kaget. Dia tidak menyangka jika tuannya sudah ada dirumah itu pagi-pagi sekali.


"Ini rumah saya, terserah saya mau disini atau tidak,"Ujar reyhan


"Jam berapa tuan dateng?"Tanya anisa lagi.


"Gak perlu tau, yang jelas kamu harus tanggung jawab karna sudah memukul saya,"Ujar Reyhan.


"Ya maaf, abisnya tuan gak bilang kalo mau pulang kerumah ini. Jadi gak tau kalo tadi itu tuan," Kata anisa dengan santainya.


"Gak ada kata maaf, kamu harus tanggungjawab karna kamu, tubuhku sakit semua," Ujar Reyhan.


"Enak aja, kan yang salah situ,kok aku yang harus tanggung jawab," Cetus anisa.


"Yang mukul saya siapa?" Reyhan bertanya sembari duduk di meja makan.


"Ya aku sih,"Jawab anisa


"Jadi, siapa yang bikin tubuhku sakit?" Tanyanya lagi.


"Ya aku,,, tapi kan kamu yang salah, kalo kamu bilang bakal tidur dirumah ini pasti aku gak ngira kami maling dan gak bakal mukulin kamu," Anisa menjawab dengan kesal bahkan sampai lupa bahwa dia sedang

__ADS_1


berbicara dengan bosnya.Namun, Reyhan hanya mengerutkan dahinya tanpa protes atau mempermasalahkan hal itu.


"Makin hari makin berani ya," Kata Reyhan.


"Apa maksudmu?" Tanya nisa bingung.


"Bukan apa-apa.Mau sarapan gak? Kalo gak, aku makan semua," Tanya Reyhan.


"Ini kamu yang bikin? Yakin kalo ini gak ada racunnya?" Tanya anisa penuh selidik.


"Apa untungnya saya bunuh kamu?" Ucap Reyhan santai.


"Ya bisa aja karna hutang ku yang makin banyak jadi kamu milih buat bunuh aku," Ucap anisa.


"Ya udah kalo gak mau makan," Reyhan mengambil piring disebelahnya namun dengan sigap anisa mengangkatnya terlebih dahulu.


"Enak aja, barang yang sudah dikasih gak boleh diambil lagi," Cetus anisa.


"Ckk, bilang aja mau," Ucap Reyhan.


"Daripada dibuang. Situ kan suka buang-buang makanan. Mubazir tau," Ucapnya lagiii. Mereka berdua pun memakan nasi goreng tersebut dengan lahap.


"Gimana? Ada racunnya?" Tanya Reyhan setelah selesai makan. Anisa yang merasa bersalah karna telah menuduh Reyhan, hanya menyengir tanpa menjawab.


"Cuci piringnya," Titah reyhan.


"Hish,, itu orang," Ujar anisa ketus.


"Gak mau?" Tanya reyhan.


"Iya iya,, aku cuci," Jawabnya dengan nada malas.


Reyhan berlalu meninggalkan anisa didapur. Sedangkan anisa mencuci piring dan merapihkan kembali dapur tersebut. Setelahnya, anisa masuk kekamar dan bersiap untuk berangkat kekantor.


"Ini ongkos buatmu, jangan sampai terlambat. Kamu harus sampai sebelum saya sampai dikantor," Ujar Reyhan sambil menyerahkan beberapa lembar uang pada nisa.


"Kamu perlu jalan kaki lima menit, baru bisa cari angkutan umum," Ujar Reyhan lagi.


"Iya iya, makasih ongkosnya," Jawab anisa.


Mereka berangkat ke kantor dengan terpisah.


Anisa bernafas lega, karna sampai dikantor tepat sebelum reyhan sampai. Diapun mulai bekerja dengan baik.


"Untung dia belum nyampe, kalo gak pasti aku dihukum,"Gumam anisa.


Beberapa saat kemudian,Reyhan pun sampai dan langsung menuju kursi kebesarannya. Anisa tak memperdulikan kedatangan reyhan, dia tetap fokus membersihkan ruangan itu.


Ada senyum yang mulai mengembang dibibir reyhan tatkala memperhatikan anisa yang sedang fokus bekerja. Ada rasa tak biasa yang masih belum reyhan sadari. Ego dan


gengsinya yang besar mengalahkan sesuatu yang berbeda didalam hatinya.


"Tuan? Tuan?" Anisa melambaikan tangannya didepan reyhan yang sedang melamun.


"Ngapain kamu?" Tanya reyhan kaget.


"Lah harusnya saya yang tanya, tuan ngapain pagi-pagi udah melamun?" Tanya anisa.


"Saya gak melamun," Ujar Reyhan mengelak.

__ADS_1


"Tapi saya panggil gak jawab-jawab,kalo gak melamun, apa dong artinya?" Ujar anisa penuh selidik.


"Sok tau kamu. Udah, bikinin kopi aja sana,"Titah Reyhan.


"Dasar aneh," Gumam anisa lirih.


"Ngomong apa barusan?" Tanya reyhan.


"Eh enggak,"Jawab anisa cuek. Anisa pun pergi kepantri untuk membuatkan kopi. Saat didepan ruangan reyhan,anisa bertemu dengan rendi.


"Apa tuan ada didalam?" Tanya rendi pada nisa.


"Ada pak, lagi melamun,"Jawab anisa.


"Melamun?" Rendi mengerutkan keningnya bingung.


"Bilangin tuh sama bosnya pak rendi, jangan sering ngelamun. Nanti kesurupan loh,"Cetus anisa.


"Emang setan mana yang mau masuk


kedalam tubuh tuan?" Tanya rendi dengan menahan tawa.


"Eh iya ya, dia kan lebih serem dari setan, yang ada setannya pada takut semua sama dia," Ujar anisa.


"Aku mau bikin kopi buat si setan dulu.Pak rendi hati-hati kalo masuk takutnya ikut ketularan jadi setan," Ucapan anisa membuat rendi tak bisa menahan tawanya.


"Pak rendi kok malah ketawa?" Tanya anisa bingung.


"Nona lucu,"Rendi berlalu meninggalkan anisa dengan menahan tawa.


"Lah apanya yang lucu? Isshh...dasar asisten sama bos sama aja anehnya," Gumam anisa sembari menggelengkan kepalanya. Rendi yang masuk dengan menahan tawa,membuat reyhan merasa


bingung.


"Kenapa kamu?" Tanya reyhan.


"Tidak tuan, tidak ada apa-apa," Jawabnya.


"Yakin?"Tanyanya lagi.


"Benar tuan," Jawab rendi.


"Lalu,ada apa kemari?" Tanya reyhan kembali.


"Saya mau memberikan informasi, ternyata kekasih dari sepupunya nona anisa namanya Sandi, putra dari pak Andi pemilik PT.X yang sedang bekerjasama dengan kita," Jelasnya.


"Putra pak Andi? Kamu yakin?" Tanya reyhan.


"Saya yakin tuan,saya sendiri yang menyelidikinya,"Jawab rendi.


"Baiklah, terus awasi dia jangan sampai bertemu dengan anisa lagi," Ujarnya.


"Baik tuan, akan saya laksanakan," Jawab rendi.


"Bagaimana perkembangan proyek kita?" Tanya reyhan lagi.


"Setelah kejadian waktu itu, sejauh ini sudah kembali stabil tuan. Sudah mencapai 89% pembangunannya," Jelas rendi.


"Bagus,terus pantau perkembangannya," Ujar reyhan.

__ADS_1


"Baik tuan, kalo begitu saya permisi dulu tuan," Pamit rendi.


Saat rendi ingin membuka pintu, anisa sudah membukanya dengan membawa segelas kopi. Anisa pun masuk dan memberikan kopi tersebut pada bosnya.


__ADS_2