GADIS DESA DAN CEO GANTENG

GADIS DESA DAN CEO GANTENG
Eps 28


__ADS_3

Anisa begitu terlena oleh taman bunga yang ada dihalaman itu. Berjam-jam anisa habiskan waktunya untuk bermain disana. Hingga tak menyadari bahwa hari sudah semakin sore dan seseorang yang sedang


menatapnya dari kejauhan.


Anisa terus memetik satu persatu bunga yang berbeda disana.Sampai terdengar suara bariton seseorang dibelakangnya.


"Mengambil tanpa izin itu namanya mencuri," Ujar reyhan mengagetkan anisa.


"Tu-tuan udah pulang? Ini kan masih siang,"Tanya anisa gugup.


"Ini sudah hampir malam, apa kamu gak liat langit udah mulai gelap?" Ucap reyhan. Anisa mengedarkan pandangannya ke sekeliling, diapun menatap langit yang mulai gelap. Dia tersadar sudah berjam-jam berada di taman itu.


"Sudah sadar?" Tanya reyhan.


"Iya maaf tuan, habisnya taman bunga ini bikin nyaman jadi gak terasa kalo udah lama disini. Terus, soal bunga ini, boleh ya saya minta buat dipajang di vas bunga didalam


rumah," Kata anisa menyeringai menyadari akan berapa lama dia disana.


"Baiklah,saya maafkan. Masuk dan masalah untukku," Titah reyhan pasrah.


"Terimakasih tuan, ternyata tuan punya sisi yang baik hati juga," Ujar anisa yang langsung berlari kedalam rumah.


Sedangkan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu anisa. Dia pun berjalan mengikuti anisa masuk kedalam rumah.


Anisa mengambil beberapa vas yang berisi bunga hias dan menggantinya dengan bunga asli yang sudah dia petik.


Setelah itu, dia pergi menuju dapur dan mulai memasak. Reyhan yang melihatnya tersenyum senang. Ada rasa aman saat gadis itu berada disisinya. Reyhan memperhatikan semua gerak gerik anisa yang sangat lihai saat memasak.


Reyhan yakin bahwa anisa sudah terbiasa berkutat dengan alat-alat dapur. Reyhan beranjak pergi meninggalkan anisa di dapur dan menuju kamarnya. Dia pun bergegas membersihkan tubuhnya dengan berendam didalam bathtub.


Sensasi dari aromaterapi yang dia masukkan kedalam air, membuatnya merasa jauh lebih rileks. Setengah jam berlalu, reyhan sudah selesai mandi dan diapun membaringkan tubuhnya diatas ranjang.


"Seandainya shela masih ada, mungkin yang sedang memasak untukku adalah shela bukan gadis itu. Aku merindukanmu shel...."Batin reyhan.


Bayangan shela mulai muncul difikirannya.


Saat shela terjun dari atas lantai empat puluh dengan tangisan yang memilukan. Reyhan berteriak dengan sangat histeris, melihat tubuh sang kekasih yang tak bernyawa dan berlumur darah di sekujur tubuhnya. Reyhan terus berteriak dan


memanggil sang kekasih.


"Tidaaakkk...."


"Sheeelaaaa...."


"Sheelll...."


"Sheelaa...Jangan tinggalin aku! Jangan!!"


"Jangan tinggalin aku...."


Reyhan berteriak semakin keras dan


tersentak saat ada tangan yang mengguncang tubuhnya. Reyhan bangkit dan memeluk anisa dengan erat.


"Jangan pergi. Aku mohon, jangan tinggalin aku, aku mencintaimu. Aku mohon jangan pergi," Reyhan terisak dengan terus memeluk anisa.


Anisa yang tidak tahu apa yang menimpa bosnya hanya pasrah saat tubuhnya didekap begitu erat. Dia mengusap-usap punggung reyhan berharap pria itu bisa segera tenang. Reyhan terus terisak dengan tangisan yang belum berhenti.


"Tenang ya, tenang," Ucap anisa sambil terus mengusap punggung reyhan. Reyhan yang tersadar segera melepas pelukannya dan menjauh dari anisa.


"Ngapain kamu disini? Mau cari kesempatan?" Tanya reyhan.


"Ishh,siapa juga yang mau cari kesempatan. Saya kesini karna mau bilang kalo masakannya udah terhidang dimeja makan," Ucap anisa.

__ADS_1


"Kan bisa ketok pintu dulu, jangan main nyelonong saja," Ujar reyhan.


"Saya udah ketok-ketok,udah dipanggil juga gak ada sautan.Terus saya dengar tuan teriak ya saya panik jadi langsung masuk aja. Eh ternyata tuan lagi mengigau. Dibangunin


malah meluk saya, tuan kali yang cari kesempatan buat meluk saya. Asal tuan tau, tidak ada yang berani memeluk saya selain papi saya. Emang mimpi apaan si sampe teriak histeris gitu?"Ucap anisa.


"Bukan apa-apa, kamu keluar. Nanti saya nyusul," Jawab reyhan.


"Makannya kalo mau tidur itu baca doa dulu biar gak mimpi buruk," Cetus anisa lalu keluar dari kamar reyhan.


"Bodoh banget sih. Kenapa harus mimpi itu saat ada anisa? Ngapain juga aku harus meluk dia? Nanti dia pikir aku suka sama dia lagi," Reyhan memukul kepalanya merutuki


kebodohannya yang sudah mengira anisa adalah shela.


Reyhan bangkit dan membilas mukanya dengan air lalu turun menuju ruang makan. Terlihat anisa yang sudah duduk dengan beberapa menu makanan didepannya. Anisa yang melihat tuannya datang langsung berdiri dan mempersilah- kan sang bos untuk duduk di kursinya.


"Silahkan tuan," Ucap anisa.


"Ya,"Jawab reyhan singkat.


Anisa mengambilkan nasi dan lauk pauknya kepiring sang bos dengan cekatan tanpa diminta. Reyhan makan tanpa ekspresi,


membuat anisa penasaran dengan masakan yang dia masak.


Ada rasa takut jika sang bos tidak menyukai masakannya itu. Namun, melihat Reyhan yang memakannya lagi dengan lahap, membuat anisa bernafas lega.Artinya reyhan menyukai masakannya itu.


"Saya kira kamu gak bisa masak menu


lain,"Ucap Reyhan setelah selesai makan.


"Saya sudah biasa memasak,jadi beberapa menu memang sudah saya kuasai tuan. Tapi tidak dengan menu masakan luar negri," Ujarnya.


"Sajak kapan belajar masak?" Tanya reyhan.


sosok anisa kecil yang sedang diajarin


masak oleh ibunya.


Tak terasa air mata anisa turun membasahi pipi. Anisa langsung menghapus air


matanya dan menetralkan perasaannya kembali.Dia tidak ingin sang bos berfikir bahwa dia ingin mendapatkan belas kasihan dengan menangis seperti itu.


"Apa tuan mau nambah?" Tanya anisa mengalihkan pembicaraan.


"Boleh,"Jawab reyhan. Dia tau anisa merasa kesedihan yang mendalam karna kehilangan orang tuanya,sama seperti kesedihan yang


dia alami saat kehilangan sang kekasihnya dulu. Reyhan tidak lagi mempertanyakan hal yang membuat anisa sedih, diapun mengiyakan tawaran anisa untuk menambah


makanan walaupun sebenarnya dia sudah kenyang.


"Besok saya tidak akan kerumah ini untuk beberapa hari, mungkin tukang kebun akan datang besok pagi untuk membersihkan kebun dan halaman belakang, ada bibi juga yang datang kesini besok. Saya titip uang sama kamu, kasihkan ke merek berdua," Ucap reyhan.


"Orangnya seperti apa?" Tanya anisa. Reyhan membuka ponselnya dan menunjukkan dua buah gambar.


"Ini tukang kebun disini,dia akan datang tiga hari sekali. Dan yang ini bibi yang membersihkan rumah. Saya titip uang untuk mereka karna besok waktunya mereka gajian,"Jelas reyhan.


"Tapi kan pagi hari saya harus kekantor, bagaimana jika saya tidak bertemu mereka?" Tanya anisa.


"Kamu boleh libur sehari. Jika ingin jalan-jalan keluar juga boleh tapi harus tetap jaga diri," Jelas reyhan.


"Terimakasih tuan," Ucap anisa.


"Untuk gaji kamu, apa kau punya ATM?"Tanya tanya reyhan.

__ADS_1


"Menggunakannya saja saya gak bisa, gimana mau punya tuan," Jawab anisa.


"Ya sudah, besok minta Rendi untuk mengantarmu membuat ATM," Ujar anisa.


"Gak usah tuan, biar saya sendiri saja. Saya bisa tanya caranya ke petugas yang ada disana," Ujar anisa.


"Baiklah, bawa dan tunjukan kartu ini pada petugas yang ada disana. Kamu akan dibantu dengan cepat," Ujar reyhan yang memberikan sebuah kartu pada anisa.


"Ini kartu apa?" Tanya anisa.


"Gak perlu tau, bawa aja dan kasih liat pada pelayan disana,"Jawab reyhan.


"Baik tuan,terimakasih banyak," Ucap anisa.


Reyhan bangkit dan masuk ke kamarnya.


Sedangkan anisa membereskan meja makan dan merapihkan dapur.Setelah semua selesai, anisa mengambil beberap cemilan yang sempat dia beli di supermarket tadi siang lalu duduk diruang tengah dan menyalakan TV.


Anisa menonton salah satu kartun anak-anak yang sedang tayang ditv tersebut sembari makan cemilan yang dia bawa. Saat sedang asik menonton, Reyhan datang dan menyambar makanan itu dari tangan anisa.


"Eh loh kok diambil sih,"Gerutu anisa.


"Gak baik makan cemilan kaya gini. Kalo mau, mending bikin puding atau cake sendiri," Ujar reyhan.


"Siniin gak? Itu cemilan aku,"Ujar anisa kesal.


"Gak, ini gak baik buat kesehatan," Ujar reyhan.


"Ish nyebelin banget sih. Gak dikantor, gak dirumah,sukanya bikin sebel aja," Gerutu anisa.


"Bilang apa tadi?" Tanya reyhan.


"Gak, mending tidur daripada ngeladenin dia," Ucapnya. Reyhan menarik tangan anisa yang ingin bangkit dari duduknya. Namun, karna tubuh anisa yang tidak siap langsung terjatuh keatas tubuh reyhan.


Suasana hening untuk beberapa saat. Mata mereka bertemu,saling menatap satu sama lain.


"Kok gue deg-degan gini ya," Batin reyhan.


"Duh, kenapa dia ganteng banget si," Bantin anisa.


Anisa tersadar dan langsung bangun dan berlari kedalam kamar. Sedangkan Reyhan masih saja terbentang ditempatnya. Anisa menutup pintu kamar dan menguncinya.


"Dia denger debaran jantung aku gak


ya,"Gumam anisa lirih.


"Ya Tuhan,semoga dia gak denger. Bisa malu aku kalo sampai dia denger. Lagian kenapa dia makin cakep sih kalo dilihat dari dekat gitu," Gerutu anisa. Anisa masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah mandi, dia merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Saat sedang melamun,tiba-tiba dia teringat dengan janjinya dengan sindi sore tadi. Dia lupa kalau dia ingin bertemu dengannya.


"Astaga,aku melupakan sindi. Pasti dia nungguin aku di halte. Gimana ini," Gumamnya panik.


"Apa aku pinjem ponsel Reyhan aja ya? Tapi malu dengan kejadian tadi, duh gimana ya?" Anisa berfikir keras.


"Udahlah pinjem aja lah, daripada sindi terus nungguin disana kan kasian," Ujar anisa yang bangkit dan keluar dari kamar. Anisa mencari Reyhan diruang tengah,namun tidak ada. Dikamar pun anisa tidak melihatnya.


Anisa mencari disetiap sudut rumah tapi tidak menemukannya.


"Apa mungkin dia pergi?" Gumamnya.


"Tapi mobilnya masih ada, kemana sih dia," Gerutunya saat melihat mobil reyhan yang masih terparkir digarasi.


"Ya sudahlah, semoga aja sindi gak nungguin aku sampe malam," Gerutunya lagi.


Anisa menutup pintunya kembali.

__ADS_1


__ADS_2