GADIS DESA DAN CEO GANTENG

GADIS DESA DAN CEO GANTENG
Eps 19


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, anisa lebih sering datang terlambat dengan berbagai lebam ditubuhnya.Reyhan yang semakin heran dengan keadaan anisa membuat dia teringat akan penyelidikan yang dia perintahkan


kepada asistennya.


"Ren, keruangan sekarang" Kata Reyhan di sambungan telpon. Beberapa saat kemudian Rendi datang membawa beberapa berkas


tentang penyelidikannya. Sesampainya diruangan,rendi celingukan mencari keberadaan anisa disana.


"Gadis itu sedang keluar. Mana berkas yang saya inginkan?" Reyhan tau apa yang asistennya cari sehingga dia langsung memberitahukan keberadaan anisa.


"Ini tuan. Ini berkas tentang nona anisa yang tuan minta. Semua data diri dan keluarganya ada didalam" Jelas Rendi pada bosnya.


"Sejak kapan kamu memanggil dia dengan sebutan nona?" Tanya Reyhan seraya membaca berkas tersebut.


"Em sejak hari ini tuan" Jawab Rendi dengan senyum kaku.


"Jadi, dia yatim piatu?" Kata Reyhan.


"Iya tuan. Dan sejak remaja, dia ikut keluarga pamannya tapi..."Ucapan Rendi terhenti


"Kenapa?"


"Keluarga pamannya itu tidak menyukai nona anisa, sehingga mereka menjadikan nona sebagai pembantu dirumahnya tanpa dibayar dan..." Ucapan Rendi terhenti oleh


perkataan Reyhan.


"Dan mereka yang sudah menyakiti anisa. Begitu?" Sambungnya


"Benar tuan. Lebam dan luka yang ada ditubuh nona anisa adalah akibat perbuatan mereka" Ucap Rendi kembali.


"Keterlaluan mereka!! Saya bener-bener tidak habis pikir. Kenapa dia masih saja bertahan dirumah itu. Kenapa dia tidak keluar saja dari sana!!"Reyhan mengepalkan


tangannya menahan amarah. Entah kenapa dia merasa sakit hati dengan perlakuan mereka pada anisa.


"Dia anak dari Hartono Abimana dan Arumi aninditama. Itu berarti dia..." Ucapan Reyhan terhenti ketika pintu ruangan diketuk oleh seseorang. Dan anisa masuk kedalam membawa beberapa kantong makanan yang


Reyhan minta.


"Permisi, apa saya mengganggu?" Tanya anisa yang sudah menyelonong masuk.


"Ya sudah, kamu boleh keluar" Ucap Reyhan kepada sang asisten.


"Baik, saya permisi tuan,Nona" Rendi


menganggukan kepalanya undur diri dari ruangan tersebut.


"Mana pesanan saya?" Tanya Reyhan yang bangkit menghampiri anisa


"Ini tuan. Lengkap dengan minuman yang tuan minta juga" Anisa meletakkan makanan diatas meja dan menyusunnya.


"Saya mau tanya sama kamu" Ucap Reyhan seraya menghampiri anisa


"Mau tanya apa tuan?" Ucap anisa


"Selama ini kamu tinggal sama siapa? Dan dari mana luka2mu itu?" Tanya Reyhan


"Kenapa tuan menanyakan hal itu?" Anisa bukannya menjawab malah balik tanya.


"Jawab saja pertanyaan saya" Ucapnya

__ADS_1


"Saya tinggal dengan saudara saya, dan masalah luka ditubuh saya..." Ucapan anisa terhenti. Dia tidak mungkin menceritakan kekerasan yang dia dapat dari keluarga


pamannya kepada Reyhan.


"Kenapa? Apa keluargamu yang melakukannya?" Reyhan terus bertanya.


"Bu-bukan tuan. Ini karna kecerobohan saya yang mengakibatkan saya terluka" Jawab


anisa berbohong. Reyhan mengerutkan dahinya, menatap tajam anisa yang terus menunduk.


Dia tau anisa ingin menutupi keburukan keluarganya agar dia tidak ingin ada orang yang berbelas kasih padanya.


"Baiklah kalau tidak mau cerita. Saya


harap keluargamu memperlakukanmu dengan baik" Ucapan Reyhan membuat anisa mendongakkan kepalanya, menatap


heran pada sang bos yang seakan tau apa yang anisa alami selama ini.


"Makanan ini untukmu, kau bisa berbagi dengan temanmu yang ada disini. Saya akan keluar hari ini dan mungkin saya tidak balik lagi kekantor. Jadi, kamu bisa pulang lebih cepat jika pekerjaanmu sudah selesai" Kata Reyhan


"Tuan serius kasih semua makanan ini untuk saya bagikan ke karyawan lain?" Tanya anisa tidak percaya.


"Apa saya terlihat seperti pembohong?" Tanya Reyhan.


"E e.. Ti-tidak tuan. Terimakasih untuk makanannya,saya akan bagikan keteman-teman saya" Anisa kemudian mengemas semua makanan yang ada dimeja.


"Saya permisi tuan. Sekali lagi terimakasih" Anisa berpamitan dan keluar membawa makanan dan minuman. Anisa masuk ke pantri dan disana sudah ada beberapa OB/OG yang ingin beristirahat.


"Hai teman-teman, aku bawain kalian makanan enak" Sapa anisa sembari memamerkan makanan yang dia bawa.


"Waahh... Banyak sekali. Kamu abis dapat bonus dari tuan?" Tanya salah satu OB yang bernama candra.


"Tumben bener tuan kasih makanan


kaya gini? Biasa cuma dapet bonus uang saku doang" Ucap salah satu teman OG yang bernama tiara.


"Atau jangan-jangan kamu ada apa-apa sama tuan bos ya??" Ucapan atika membuat semua menoleh kearah anisa.


"Engga lah. Ini memang rejeki kita aja. Orang seperti aku mana mungkin disukai sama bos besar" Celetuk anisa dengan tertawa.


"Bisa aja kamu pake pelet muat melet


tuan Reyhan. Secara dia kan masih muda,tampan,orang terkaya nomer satu lagi" Kali ini bukan temannya yang berbicara, tapi ida karyawan dari devisi umum yang saat itu hendak mengambil air minum.


"Kalo ngomong dijaga dong. Jangan fitnah orang seenaknya" Ucap candra.


"Iya, anisa ga mungkin ngelakuin hal kaya gitu. Dia orang baik" Sambung tiara.


"Bilang aja iri gak bisa deket sama tuan Reyhan." Sambung atika.


"Gue? Ini sama dia? Helooo...Gak level banget sih. Orang kampung kaya dia apa yang dibanggakan" Ucap ida


"Udah jangan dengerin, biarin aja. Kita makan aja yuk" Anisa berusaha menghentikan percepatan itu agar tidak terjadi keributan disana.


"Sok baik banget, cok cantik,cantikan


juga gue" Gumam ida yang berlalu dari tempat itu.


"Gue heran deh. Kenapa orang seperti

__ADS_1


itu bisa masuk kekantor ini sih. Bikin sepet mata aja" Celetus dara.


"Udah, makan makan. Biarin aja dia" Ucap anisa Kemudian mereka berlima akhirnya


makan siang bersama didalam pantri.


Biasanya mereka akan makan siang


dikantin kantor, tapi berhubung anisa


menawarkan makanan, akhirnya mereka mengurungkan niatnya untuk pergi ke kantin.


Selepas makan siang, semua kembali


bekerja sesuai tugas mereka. Dan anisa dengan sigap membantu teman-temannya membersihkan kantor.


Sampai akhirnya jam kerja berakhir, semua karyawan bergegas pulang begitupun anisa. Saat sedang menunggu bus, anisa dikagetkan dengan suara perempuan yang memanggilnya.


"Anisa? Kamu apa kabar?" Tanya sindi.


"Sindi? Ya Tuhan, aku kangen banget sama kamu. Kamu apa kabar?"Anisa tak menyangka jika dia akan bertemu dengan sahabatnya itu didepan kantor Reyhan.


Mereka berpelukan dengan sangat erat, menyalurkan rindu yang sangat dalam satu sama lain.


"Kamu lagi ngapain disini? Ini lumayan jauh dari rumahmu" Tanya sindi kemudian.


"Aku kerja di kantor itu. Dan ini sedang menunggu bus. Kamu sendiri ngapain disini?" Tanya anisa.


"Aku tadi abis ketemu sama temen, tapi ban mobil aku bocor Jadi supir lagi ke bengkel dulu. Jadi kamu kerja di perusahaan itu?" Ucap sindi yang menunjuk perusahaan yang anisa maksud.


"Iya, aku jadi OG disana, lumayan bisa nabung sindi" Ucapnya senang.


"Syukurlah. Aku dari dulu cari-cari kamu, tapi ga pernah ketemu. Aku sempet kerumah pamanmu tapi selalu diusir tiap kali tanya kamu.Terus kenapa kamu gak ikut acara perpisahan? Guru-guru tanyain kamu, bahkan putri and the gengs ngatain kamu karna kamu gak ikut acara" Cerita sindi pada anisa


"Aku ga pernah libur sind, sekali libur dikantor kerjaan rumah yang ga bisa ditinggalin" Ucap anisa sambil tersenyum.


"Apa kamu gak ingin keluar dari rumah itu?" Tanya sindi


"Niatnya gajian nanti aku mau cari kos-kosan tapi belum cari tempatnya" Jawab anisa


"Kabarin aku aja kalau mau cari kosan ya nanti aku bantu.Eh iya, katamu kamu pengen lanjutin kuliah, jadi kan?" Tanya sindi.


"Untuk sekarang belum. Uangku belum cukup. Nanti kalo uang udah cukup, aku ingin kuliah" Sambung anisa.


Anisa memang pernah bercerita bahwa dia ingin sekali melanjutkan studinya setelah SMA. Dia ingin menjadi desainer terkenal seperti almarhumah ibunya. Tapi harapan itu pupus setelah nasib buruk yang dia jalani. Sehingga dia tidak terlalu berharap untuk cita-citanya itu.


"Eh bus aku udah datang, aku pulang dulu ya."Pamit anisa.


"Bentar. Kalau kamu butuh aku, hubungi nomer ini ya" Sindi memberikan kertas berisi nomernya kepada anisa.


"Makasih sindi, lain kali aku hubungi." Ucapnya


"Hati2 dijalan Sa" Ujar sindi kepada sahabatnya yang sudah naik kedalam


bus.


Sindi senang bisa bertemu lagi dengan sahabatnya. Dan dia senang karna sahabatnya mendapatkan pekerjaan ditempat yang bagus walaupun dia tau hidup sahabatnya didalam rumah masih sama dengan yang dulu. Dia berharap anisa bisa


melewati kesulitan itu dengan sabar

__ADS_1


dan ikhlas.


__ADS_2