
Sesampainya dikantor, nisa langsung menuju ruangan sang bos untuk memberikan pesanan bosnya. Saat membuka pintu, anisa dikejutkan oleh suara bariton seorang pria yang tak lain adalah reyhan sang bosnya
itu.
"Beli pizza aja lama banget, beli pizza dimana kamu?" tanya reyhan.
"Beli direstoran sebrang kantor tuan." jawab anisa.
"Disebrang? Antrian direstoran sebrang itu ga nyampe 30 menit, kalo jalan kaki dari kantor kesana paling 5 menit bolak balik 10 menit,dan kamu memakan waktu lebih dari 1 jam. Ngapain aja kamu disana? Pacaran dulu?" cercah reyhan.
"Maaf tuan, tadi ada sedikit insiden jadi lebih lama." jawab anisa dengan jujur.
Memang benar yang dikatakan nisa, karna membantu gadis itu, jadi membuat anisa lebih lama dalam membeli makanan itu.
"Saya ga mau tau apapun alasannya. Gara2 kamu, saya harus mengundur meeting dengan client penting karna saya tidak bisa meeting dg perut kosong. Dan kalau sampai kerjasama ini gagal, kamu harus tanggungjawab." ucapan reyhan membuat anisa merasa bersalah.
"Maafkan saya tuan." anisa menundukan kepala sembari meminta maaf.
Reyhan tidak menghiraukan ucapan nisa, dia mengambil bungkus makanan dari tangan nisa dan membawanya ke sofa untuk dimakan.
Diapun membuka kotak pizza dan
memakannya. Baru satu potong pizza itu dimakan,reyhan baru menyadari bahwa anisa masih berdiri didekat pintu.
"Ngapain disitu? Kamu mau? Bukannya tadi kamu juga beli makan buat dirimu sendiri?" tanya Reyhan.
"Ngga tuan, saya masih kenyang." jawab nisa gugup.
"Terus ngapain kamu masih disitu?" tanya reyhan lagi.
"Baik saya keluar dulu." ucap nisa disambut dengan lambaian tangan reyhan yang menandakan bahwa dia boleh keluar dari ruangan itu.
Nisa berjalan gontai menuju pantri. Karna hanya ruang pantri yg bisa buat dia beristirahat sejenak. Ingin ke kantin tapi dia tidak punya uang untuk membeli makanan/minuman. Uang yg dia punya hanya cukup untuk ongkos pulang aja.
Sesampainya dipantri anisa mengambil gelas dan mengisinya dg air minum, saat hendak duduk di salah satu kursi, datang karyawan lain yang juga ingin mengambil air minum.
"Muka kampungan aja bangga jadi pelayan bos, palingan juga dimanfaatin." ucap salah satu karyawati yang bernama ida.
__ADS_1
"Iya bener, ga mungkin lah bos kita mau sama cwe seperti dia. Palingan juga terpaksa nerima dia atau bos kita di pelet sama dia?" ucap karyawati yang bernama serli sembari melirik kearah anisa.
"Kayaknya si cewenya yang melet bos deh, liat aja penampilannya kaya gitu, ga banget ya kan." kata ida lagi.
"Udah yuk pergi aja, nanti dia ngadu sama bos, kita yang kena." sambung ida melirik sinis ke arah anisa.
Merekapun pergi dari pantri setelah mengambil air minum. Anisa tau yang mereka bicarakan adalah dirinya, tapi dia tidak ambil pusing dengan ucapan
mereka karna apa yg mereka ucapkan sama sekali tidak benar.
Seandainya tidak punya hutang pada sang bos, pastinya anisa tidak akan berasa di situasi ini. Karna dia akan lebih memilih kerja jadi pelayan direstoran atau cafe dari pada harus bekerja dg Reyhan yg kejam dan sombong.
Anisa menengguk air minumnya saat Rendi datang memberitahu bahwa sang bos membutuhkan bantuan nisa. Nisa berdiri dari duduknya, meletakkan gelas kosong itu lalu berlalu meninggalkan pantri.
Sesampainya diruangan bos, anisa diperintahkan untuk menyusun buku-buku yang entah sejak kapan berserakan tanpa aturan. Padahal pagi tadi buku-buku itu sudah sangat rapih dan tertata.
"Rapihin buku-buku itu sesuai abjad." ucap reyhan
"Baik tuan." jawab anisa sembari melangkah menuju rak tersebut.
Nisa menata satu per satu buku-buku yang ada. Namun ketika dia ingin menaruh buku dirak yang lebih atas, keseimbangan keseimbangan tubuhnya tidak pas sehingga membuat tubuh nisa hampir terjatuh jika Reyhan tidak dg sigap menangkapnya.
Seketika mereka berdua terlihat seperti berpelukan dg tangan Reyhan memegangi pinggang nisa dan satu tangan nisa melingkar dileher Reyhan sedangkan satu tangannya berada di dada bidang Reyhan, tatapan mereka bertemu.
Ada desiran aneh didalam dada keduanya yang membuat mereka sibuk dg pikirannya masing-masing.
"Dia lumayan cantik juga dilihat dari dekat." ucap reyhan dalam hati.
"Duh jantungku mau copot gini sih." gumam anisa dalam hati.
Mereka tersadar saat ketukan pintu terdengar berkali-kali. Reyhan melepaskan pegangannya membuat anisa terjatuh kelantai.
"Aduuuhh, ga ikhlas banget nolongin nya." gumam anisa sambil bangun untuk berdiri.
"Ehm,masuk." reyhan berdehem merapihkan kembali jasnya dan mempersilahkan orang yg mengetuk pintu untuk masuk. Pintu terbuka dan Rendi masuk kedalam membawa beberapa tumpuk map ditangannya.
"Ini berkas yg harus ditandatangani tuan." rendi menyerahkan berkas itu kepada Reyhan sembari melirik sekilas kepada nisa dan bosnya, Rendi yakin telah terjadi sesuatu antara bosnya dan gadis itu. Tapi dia tidak berani untuk menanyakan hal demikian.
__ADS_1
"Baiklah, nanti saya tandatangani." reyhan mengambil berkas itu dari tangan asistennya.
"Jangan lupa tuan, nanti pukul 4 sore ada meeting dg perusahaan pak hermawan." rendi mengingat- kan bosnya kembali.
"Ya" jawab reyhan singkat. Rendi pamit keluar ruangan setelah menyampaikan informasi kepada sang bos. Rendi menutup pintu ruangan itu dan berdiri sejenak
"akhirnya reyhan ada peningkatan juga. Aku yakin nisa bisa meluluhkan hati reyhan kembali. Aku yakin nisa juga bisa bikin reyhan move on dari masa lalunya." gumam rendi dalam hati sembari tersenyum penuh harap.
Karna rendi melihat, kedatangan nisa membawa pengaruh besar pada bosnya walaupun baru beberapa hari tapi perubahan itu sudah terlihat dimata rendi.
Reyhan memang belum menyadari akan semua yg terjadi, tapi rendi sang asisten sangat paham karakter bosnya sehingga perubahan sedikitpun akan terlihat dimata rendi.
"Sepertinya aku harus mendekatkan mereka berdua" rendi masi bergumam seraya berjalan menuju ruangannya sendiri yang terletak tidak jauh dari ruangan bosnya.
Berbeda dengan diruangan reyhan, setelah insiden itu, keduanya sama sama membisu tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Reyhan yg sibuk dengan berkas yg diberikan rendi, sedangkan anisa masih sibuk merapihkan kembali rak buku yg berantakan lagi akibat insiden tadi.
Nisa tidak sadar bahwa sejak tadi reyhan sesekali melirik memperhatikan kinerja nisa. Bukan, bukan kinerja nisa yang reyhan perhatikan, tapi wajah nisa yg terlihat lebih cantik saat sedang serius bekerja.
Terlintas kembali pada tatapan yang membuat jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya. reyhan tersadar dengan lamunannya ketika anisa memanggilnya dg keras.
"Tuan kenapa?" tanya nisa
"Ga pp. Ada apa?" tanya Reyhan balik
"Kerjaan saya udah beres, apa ada lagi yg bisa saya kerjakan?" tanya anisa.
"Udah kamu istirahat dulu. Duduk disofa aja" titah reyhan.
"Biar saya istirahat dipantri aja tuan." tolak nisa halus. Nisa bukan ga mau duduk disofa itu, tapi nisa takut ada karyawan lain yg melihatnya dan menyebarkan gosip yg buruk ttg dirinya.
"Ini perintah. Jangan dibantah" ucap Reyhan tegas.
"Ba-baik tuan." nisa lalu duduk disofa dg perasaan takut dan gugup.
Reyhan mengirim pesan kepada sang asisten untuk membelikan makanan dan minuman. Beberapa saat kemudian Rendi datang membawa pesanan bosnya dan meletakkan diatas meja didepan nisa.
Nisa hanya menatap bingung pada bosnya karna setau dia, bosnya udah makan tadi siang lalu untuk apa dia membeli makanan lagi sebanyak itu.
__ADS_1