GADIS DESA DAN CEO GANTENG

GADIS DESA DAN CEO GANTENG
Eps 12


__ADS_3

"Jangan coba2 merayu saya" Ujar reyhan berjalan meninggalkan Siska


"Kak rey, maaf Siska ga bermaksud gitu kok. Siska cuma pngen kak rey suka sama Siska" Siska mengejar reyhan dan memegang tangannya.


"Saya tidak suka dengan anda. Tolong


jangan ganggu saya" Reyhan melepaskan genggaman Siska dengan kasar lalu kembali berjalan melewati Siska.


"Awas kamu rey, suatu saat kamu akan mengemis perhatian sama gue. Gue bakal buktiin kalo cuma gue yg pantes buat lo" Siska bergumam dalam hati menahan kesal atas penolakan reyhan terhadapnya.


Baru kali ini Siska ditolak mentah2 oleh laki2 dan itu membuat harga diri Siska jatuh. Reyhan yang sudah kembali kedalam ruang tamu segera mengajak mamanya pulang.


"Saya mau pulang, mama mau ikut atau engga terserah" Ucap Reyhan tegas tanpa pamit berlalu dari ruang tamu dan keluar dari rumah Siska.


"Rey, kamu mau kemana? Mama blum selesai urusannya" Tanya rina saat sampai didepan Reyhan yang ingin masuk kedalam mobil.


"Mama mau ikut rey apa engga?" Tanya rey lagi


"Tapi kenapa rey?" Tanya rina balik


"Mama naik taxi aja klo gitu" Reyhan menyalakan mobilnya


"Ya udah tunggu sebentar, mama ambil tas sama pamitan dulu" Ujar rina berbalik dan masuk lagi kedalam rumah risa.


"Jeng, saya pamit dulu ya, kayaknya Reyhan ada urusan penting yang harus ditangani" Pamit rina pada sahabatnya


"Iya jeng, ga apa. Nanti lain waktu bisa ketemu lagi" Ujar risa


"Iya jeng. Permisi ya" Kata rina


"Hati-hati dijalan rin" Risa mengingatkan


Rina berjalan menuju mobil anaknya kemudian mobil itu melaju meninggalkan rumah itu.


"Kamu kenapa si tiba-tiba ngajak Pulang. Nggk pamitan lagi sama tante risa. Mama kan jdi ga enak" ucap rina


"Rey ada urusan dikantor" Jawab Reyhan singkat


"Setidaknya kamu pamitan sama tante risa, walau bagaimanapun kita tamu disana, sopan dikit lah sama orang. Papa kamu aja walaupun dingin gitu tp masih sopan sama yang lebih tua.Kamu malah kaya gini. Siapa yang ngajarin sih?" Rina terus saja mengomeli Reyhan dengan ucapan- ucapannya. Membuat Reyhan mengebut agar cepat sampai rumah.


"Reyy,jangan ngebut2 dong. Kamu mau bikin mama jantungan? Kamu mau kita celaka?" Protes rina.


Reyhan bukannya menjawab ucapan sang mama, malah mempercepat laju mobilnya membuat sang mama bungkam karna ketakutan. Jalanan yang memang sedang tidak macet karna masih jam kerja membuat Reyhan dengan gampangnya memainkan kecepatan mobilnya itu.


Sang mama yang ketakutan hanya bisa diam memejamkan matanya. Dia yakin ada sesuatu yang mengganggu anaknya sehingga menjadi seperti ini. Dirumah tante risa,Siska masuk kerumah ketika Reyhan dan mamanya sudah pulang. Risa yang bingung dengan sikap Reyhan yang berbeda membuatnya curiga kepada sang anak.

__ADS_1


"Kamu ngomong apa sama Reyhan? Kok dia langsung ngajak pulang gitu?" Tanya risa pada sang anak.


"Ga tau tuh" Jawab Siska cuek.


"Kamu jangan gegabah kalau mau sama Reyhan. Kamu harus main cantik. Kayaknya dia susah buat suka sama orang" Ujar sang mama.


"Mami tenang aja, reyhan pasti bakal bertekuk lutut sama aku" Ujar Siska dengan percaya diri.


"Bagus kalo gitu.Lakukan pelan2 aja, tapi ingat jangan bikin mami malu ya" Risa mengingatkan


"Tenang aja mam" Jawab Siska. Kemudian Siska masuk kedalam kamar dan menutup pintu dengan kesal. Dia meluapkan kekesalannya didalam kamar agar sang mami tidak mengetahuinya.


"Awas aja kamu rey, gue akan bikin lo bertekuk lutut hanya padaku" Siska duduk dimeja rias mengepakan tangannya diatas meja dengan geram


"Kurang cantik apa gue dimata lo?


Laki2 diluar sana banyak yang menginginkan gue apalagi kalo gue pake baju kaya gini, tapi kenapa lo ga tertarik sama sekali si?" Siska masih dengan geramnya menatap cermin


yang ada di depannya.


Handphone Siska berdering, terlihat nomer tanpa nama menghubunginya. Siska pun mengambil handphone yang berada diatas kasur dan mengangkat panggilan itu.


"Ya halo" Ucap Siska menyapa.


"Siapa sih. Ga usah bikin mood gue tambah ancur deh" Ucap siska


"Astaga sis, kamu ya ga bisa diajak bercanda dikit. Ini gue edyn. Lo katanya udah balik dari LA tp kok ga ngabarin gue? Ga kangen sama gue lo?" Cerocoh orang disebrang sana yang ternyata bernama edyn.


"Huhh.. Gue udah lama balik Indo,lo apa kabar?" Siska bernafas lega karna yang menghubunginya ternyata edyn sepupunya.


"Gue baik,dirumah ga lo? Jalan yuk


bosen gue ga ada gandengan" Ajak edyn


"Boleh, gue juga lagi badmood banget ini" Siska mengiyakan ajakan edyn.


"Ya udah gue jemput lo" Ucap edyn


"Oke, gue siap2 dulu" Siska lalu mematikan sambungan telfonnya dan membuangnya diatas kasur.


Dia berganti pakaian dan bergegas mengambil ponselnya kembali dan


memasukannya kedalam tas. Setelahnya, keluar menuju ruang tamu untuk menunggu edyn datang. Dibawah risa sang mami sedang duduk membaca majalah, melihat


anaknya sudah rapi seperti akan keluar.

__ADS_1


"Mau kemana sis?" Tanya sang mami


"Mau keluar sama edyn mam bentar" Ucap sang mami


"Inget pesen mami, kamu jangan pergi sama banyak cowo seperti di LA dulu. Apalagi sampai menjalin hubungan. Kamu harus siapin diri kamu jadi istri Reyhan. Kamu tau kan gimana susahnya mami minta tante rina buat jodohin kamu sama anaknya? Kamu harus tetap berpura2 lembut dihadapan mereka biar mereka suka sama kamu" Risa mengingatkan anaknya dengan tegas


"Iya mam,mami percayakan semuanya sama siska. Ga usah khawatir" Ujar Siska


Beberapa saat kemudian,edyn datang


menjemput Siska,lalu mereka pergi bersama menuju sebuah mall dikota itu.


"Kamu makin cantik aja sis, keren deh" Ucap edyn memuji.


"Iya dong, gue kan cewe paling cantik disini. Kamu aja baru nyadar" Siska dengan bangga memuji dirinya sendiri


"Masih saja percaya dirinya tinggi" Ucap edyn


"Harus lah, hidup tanpa percaya diri itu ga sempurna bos" Ucap Siska disertai dengan gelak tawa mereka.


Mobil melaju menuju sebuah mall, setelah sampai di lobi, mereka


memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk kedalam mall.


"Kita makan dulu ya, aku laper nih" Ujar edyn.


"Oke, aku juga kangen makan direstoran. Sejak pulang, aku belum kemana2 selain ke kantor dan rumah Reyhan" Ucap Siska.


"Reyhan?Reyhan siapa? Cwo lo?" Tanya edyn penasaran. Siska tidak menjawab pertanyaan edyn,malah meninggalkan edyn dan masuk kedalam restoran.


"Hey tunggu,,lo belum jawab pertanyaan gue sis" Edyn mengejar Siska yang sudah menarik kursinya. Dia ikut duduk disebrang Siska menunggu jawaban itu.


"Reyhan ardian pratama masa kamu ga tau?"Jawab Siska kesal.Tidak mungkin seorang edyn tidak tau siapa Reyhan ardian pranata.Karna siapapun para pebisnis pasti akan tau siapa dia.


"Lo pacaran sama dia? Woww amazing" Edyn bertepuk tangan memuji sepupunya yang bisa menarik perhatian seorang Reyhan.


"Belum. Gue minta mami jodohin gue sama dia. Mami kan temen baiknya mamanya dia" Jelas Siska.


"Kirain udah jadian. Kenapa ga lo jebak aja dia" Edyn mengangkat satu alisnya memberikan ide kepada Siska.


"Gue juga udah berfikir kaya gitu si, tapi mami bilang harus pake cara halus" Siska memelipat kedua tangannya.


"Hmm gue punya ide" Ujar edyn


"Apaan?"Tanya siska penasaran

__ADS_1


__ADS_2