
Reyhan ardian pranata umur 25 tahun tampan dan pembisnis muda yg sukses dengan perusahaan yg mempunyai cabang diberbagai negara. Namun mempunyai sifat dingin, arogan, sombong dan tidak segan-segan menghancurkan siapapun yang mengusik kehidupannya.
Reyhan sampai dikantor disambut oleh Rendi asisten pribadi sekaligus sekertarisnya yg sangat setia. Sejak Reyhan membangun usahanya sampai sekarang Rendi lah satu satunya orang yg selalu setia membantunya bahkan saat kondisinya terpuruk pun Rendi tidak pernah meninggalkan Reyhan sedikitpun.
Rendi tau semua tentang tuannya, sampai masalah pribadi dan keluarga pun tak luput dari pengetahuan rendi
"Selamat pagi tuan." sapa Rendi
"Hmm." kata Reyhan dingin
"Tuan hari ini jam 9 ada meeting dg klien dr perusahaan X." kata Rendi mengingatkan
"Baiklah, kamu keluar aja."
"Baik tuan." reyhan kemudian membuka laptop dan mulai bekerja.
Siang harinya, setelah selesai meeting dgn perusahaan X, Reyhan kembali ke ruanganya. Dia membuang jas diatas sofa lalu memerintahkan seorang OB untuk mengantarkan makanan.
Setelah makan siang, dia melanjutkan Pekerjaan nya yg sempat tertunda. Sorenya Reyhan pulang dari kantor disambut oleh mama dan teman mamanya yang sedang berkumpul diruang tamu, tanpa menyapa Reyhan berjalan dg santai kedalam rumah tanpa menghiraukan panggilan mamanya. Reyhan meletakan tas kerjanya diatas sofa dan hendak ke kamar mandi saat mamanya masuk ke dalam kamar.
"Rey, kenapa si kamu selalu bersikap seperti ini klo mau mama kenalin ke anak temen mama? " kata rina mama Reyhan.
"Ma, udahlah stop jodoh jaodohin Rey, Rey udah gede mah, klo rey mau pasti rey udah cari sendiri." kata teyhan
"Tapi rey, mau sampe kapan? Mama sm papa udah ga muda lagi, kami juga pengen punya cucu rey." kata rina
"Tapi ga harus dijodohin kya gini dong ma." reyhan berlalu ke kamar mandi meninggalkan mamanya
"Rey mama belum selesai bicara,ish anak itu." kata mama rina geram melihat sikap anak laki-lakinya yg selalu seperti itu.
Mama rina akhirnya meninggalkan kamar anaknya dan kembali ke ruang tamu.
__ADS_1
"Maafya jeng, anakku itu klo belum kenal emng rada cuek, tp nanti klo udh kenal jg bakal asik kok." kata mama rina
"Iya ga papa jeng, namanya juga anak muda, mungkin dia masih malu." jawab risa temen mama rina
"O iya, Siska sekarang kerja dimana?" tanya mama rina
"Belum kerja tan, baru lulus kuliah minggu lalu di LA." kata Siska
"Wah, ga nyangka yaa.. Udah cantik, pinter, lulusan luar negri lagi, klo jadi mantuku pasti aku seneng banget." kata mama rina bangga.
"Ah tante bisa aja, aku juga kayaknya bakal bahagia klo jadi mantu tante." jawab Siska dg senyuman.
"Gimana klo kamu kerja di perusahaan Reyhan aja, nanti aku bilangin ke Reyhan buat kasih posisi"
"Iya jeng, takutnya malah Reyhan ga suka sekantor sm Siska." kata risa
"Itumah gampang, biar aku yg ngomong sm Reyhan nanti." kata mama rina meyakinkan
"Ya udah klo gitu, hati-hati dijalan yaa, Siska sering-sering main kesini ya biar tante punya temen cerita." kata mama rina
"Iya tan pasti Siska bakal sering main kesini." ucap Siska sembari tersenyum.
Setelah kepergian tante risa dan Siska, mama rina menghampiri Anaknya diruang kerja dan mengutarakan niatnya untuk memasukkan Siska ke perusahaan putranya itu.
"Rey, mama mau bicara."
"Bicara aja ma." jawab Reyhan dg tetap fokus melihat laptop.
"Kamu liat cwe yg tadi kan,itu namanya Siska anaknya tante risa. Mama mau minta kamu buat masukin dia ke perusahaan kamu,kasih posisi yg sekiranya bisa sering ketemu kamu biar kalian bisa kenalan lebih dekat lagi." jelas mama rina
"Aku ga bisa ma." jawab Reyhan singkat
__ADS_1
"Kenapa ga bisa Rey? Kn kamu yg punya perusahaannya jadi kamu Bebas dong mau masukin siapa aja dan dimana aja." kata rina tidak terima
"Aku bilang ga bisa ya ga bisa ma, walaupun perusahaan itu milik rey, tapi semua yg kerja disana harus melalui prisedur yg ada siapapun itu tanpa terkecuali." jawab Reyhan dingin
"Sekali ini aja rey, mama ga enak sama tante risa, tadi mama udah terlanjur bilang klo Siska bisa kerja diperusahaan kamu." kata mama rina.
"Maaf ma, rey ga bisa." ucap Reyhan masih fokus menatap layar laptopnya.
Akhirnya mama rina keluar dg perasaan kecewa tapi dia tidak mungkin memarahi putranya karna
dia paham sifat putranya lebih dingin Dari suaminya. Dan sifat keras kepalanya melebihi keras kepala suaminya.
Bukan cuma dia yang takut ketika putranya marah, tapi suaminya yaitu ayah dari Reyhan pun akan takut ketika melihat kemarahan reyhan. Mama rina menghubungi tante risa untuk mengutarakan penolakan putranya walaupun dg hati yang tidak enak karna bagaimanapun tante risa adalah teman dekatnya.
Diruang kerja, Reyhan memijit pelipisnya memikirkan orang tuanya yg selalu menjodoh- jodohkan dirinya dengan anak rekan-rekannya. Tidak hanya sekali tapi setiap hari membuat Reyhan tidak betah berada dirumah.
Tak terasa malam semakin larut, Reyhan melihat arloji ditangannya yg menunjukan pukul 12 malam. Reyhan Membereskan meja kerja lalu keluar menuju kamar.
Sesampainya dikamar, reyhan menaruh jasnya diatas sofa lalu membuka bajunya satu persatu kemudian bergegas membersihkan badannya yg terasa lengket dibawah shower.
Sebenernya dia ingin berendam untuk membuat tubuhbya rileks tapi berhubung udah tengah malem jadi reyhan hanya mandi biasa dibawah air shower. Selepas mandi, dia memakai baju tidurnya lalu merebahkan diri diatas ranjangnya.
Saat sedang berusaha memejamkan mata, sekilas terbayang raut wajah gadis lugu nan polos yg beberapa hari ini berjumpa dgnya dan selalu membuatnya kesal.
"Gue kayaknya mulai ga waras, ngapain gue kebayar gadis culun itu Coba." gumamnya menepis segala Bayangan yg muncul memenuhi otaknya.
Sekali lagi memejamkan mata berharap rasa kantuk datang, namun lagi-lagi bayangan gadis itu muncul didalam benaknya. Wajahnya yg putih bersih, pipinya yg cubby, rambut panjang gelombangnya dan mata coklatnya yg indah membayangi benak reyhan. Padahal baru bertemu sekali, tapi sudah membuat reyhan tertarik.
"Ah bener-bener otak gue ga waras. Kenapa dia mulu si yg kebayang." reyhan memukul-mukul kepalanya berharap bayangan itu menghilang.
Hampir satu jam lebih reyhan hanya berguling kesana kemari diatas ranjang karna rasa kantuk tidak kunjung datang. Kemudian dia menyetel musik di aplikasi toutobe setelahnya reyhan pun terlelap Bersama alunan musik yg mengiringi malam.
__ADS_1