
"entah mengapa kli ini aku pingin makan rendang jengkol deh" ucap ku dalam hati
"mas!!! mas!!mas!! ih lama banget sih di panggilin". omel ku pada mas raka
"iya syang, ada apa? "tanya mas raka lembut
"aku pingin makan rendang jengkol deh mas." jawabku pada mas raka sambil menampilkan mata yang berbinar-binar.
"ya udah ,biar mas beli di warung nasi depan yah?" jawab mas raka
"ihhh....aku gak mau bli loh mas!! aku mau nya kamu yang masak sendiri. "ucap ku lagi memohon pada mas raka
"yah sayang!!!, mas mana pandai masak yang!! "ucap mas raka sambil memelas padaku
"iss... gampang loh mas". ucapku meyakinkan mas raka
"gampang apaan?" tanya mas raka kesal
"iss!! sini yah aku jelasin". ucapku lagi
"pertama , mas pergi ke pasar untuk beli jengkol sama bumbu rendangnya sama kelapa jangan lupa". ucapku lagi menjelaskan
"terus, mas rebus lah jengkol nya. klo udah mas rebus, dinginkan. klo udah dingin mas tumbuk yah jangan sampai anjur." jelas ku panjang lebar supaya mas raka mengerti
lalu mas raka pergi ke pasar.
"ya udah deh, mas pigi dulu". ucap mas raka
"jujur, sebenarnya aku kasihan sama mas raka. tapi bagaimana lagi, anak ku ternyata lebih suka bila melihatnya menderita." gumamku, sambil tertawa kecil.
setelah beberapa menit pergi, akhirnya maa raka sudah kembali lagi.
__ADS_1
"sayang, ini belanjanya?" ucap mas raka sambil menunjukkan belanjaan yang habis di belinya saat di pasar tadi
"ohh.. yaudah mas, sana kamu belah dlu jengkol nya, klo udah mas rebus yah!" ucapku sambil mengasi tau cara membuatnya
"oh ya mas, klo rebusnya pke daun salam sama sereh ya mas biar gk bau". ucap ku lagi
"iya sayang... "ucap mas raka , sambil memberikan senyum yang terpaksa
aku hanya tertawa ringan melihat raut wajah mas raka
selang beberapa menit, akhirnya jengkol rebus mas raka pun matang
"yang, klo gini udah matang belum yang?" tanya mas raka padaku
saat ku cicipi sih sudah empuk yh.
"sudah tu mas, angkat aja" .balasku lagi pada mas raka
setelah aku menuju dapur, betapa terkejutnya aku melihat mas raka menumbum jengkol kok ya macam sedang menggiling sambal
"ya ampun mas,kok numbuk nya begitu sih?" ucapku meninggi, sambil mengomeli mas raka
"ini namanya bukan rendang jengkol mas, tapi bubur jengkol tau?" .omel ku pada mas raka.
gimana sih ya kan guys, masak numbuk jengkol sampai remuk kayak bubur gitu sih!!
"numbuknya itu mas, asal pecah aja udah gk perlu sampai remuk gini". untung baru beberapa, klo semua? ngences anak kamu mas!! ucap ku kesal
mas raka hanya diam, dan menunduk. bak aku ini mama tiri dan dia anak tiriku.
klo kalian melihat ekpresi si raka, pas ti para reader langsung tertawa deh.
__ADS_1
tapi gak usah ya ,otor aja yg boleh liat. oke..
melihat ekspresi mas raka yg menyedihkan, akhirnya aku pun tertawa lepas
*****
akhirnya jengkolnya pun matang
"nih sayang, sudah jadi". ucap mas raka menghidang kan masakan yang di buatnya.
setelah aku icipi
"ihh...mas....asin banget..." ucap ku sambil sedikit bersedih. karena gk bisa makan jengkol rendang
"yah sayang... jadi gimana ni?" tanya mas raka bingung
akhirnya, jengkolnya pun terbuang sia sia
melihat ekspresi mas raka yang memprihatinkan, lalu aku memeluk mas raka
"ya udah sih mas, ga papa. nanti kita beli aja yh di warung depan".ucapku menyemangati mas raka.
dia hanya tersenyum, lalu mencium keningku.
"makasih sayang". ucapnya
akhirnya, anaknya betulan ngences lh kayaknya tuh.
gara gara gk jadi makan jengki wkwkwk...
bersambung...
__ADS_1