
"Normal aja dok. buruan dok, saya sudah ga tahan lagi nih". rengek Karina
"Duh, dokter. perut saya makin lama, makin mules nih". ucap Karina, sambil mondar-mandir supaya menghilangkan rasa sakit di bagian sensitifnya.
"Ya sudah, ibu berbaring disini,kita mulai persalinannya". ucap dokter itu
"Duh, yang! aku ga berani". ucap Raka sambil menutup matanya, dengan kedua telapak tangannya.
Ini sih raka, suami model apaan sih? lembik amat yak.
"Bapak, semangati istrinya dong? masa bapak takut sih?" ucap dokter itu
"Ntah kamu nih mas, istrinya mau ngelahiran, dia pun mau kabur". oceh Karina
Karina masih sempat mengomel, disaat sedang nengenjan sekali pun.
"Ibu, ikutin arahan saya yah? "ucap dokter itu
"Tarik nafas, buang! tarik nafas lagi, buang! ya ayo ibu, tarik nafas yang dalam satu, dua, ya.."instruktur dokter itu, mengasi arahan
Saat karina hendak mengenjan, tiba-tiba Raka menjerit.
"Iss, mas! kamu bisa diem ga sih? ini dah mau keluar, jadi masuk lagi kan". omel Karina
"Hehehe, maaf yang! reflek tadi mah". ucap Raka, sambil cengengesan
Dokter yang melihat ini, hanya bisa menggeleng-geleng kepala.
"Oalah, suami istri gendeng". batin doktet itu
"Dok, tolong lah! ini sakit banget, saya ga kuat". rengek Kania
Raka yang melihat istrinya menangis dan sesekali menjerit, ia langsung merasa iba pada istrinya
__ADS_1
Lalu, ia pun bersikap dengan cool, layaknya lakik pada umumnya. bukan letoy, kek kue lapis
"Kamu pasti kuat sayang, mas yakin itu". ucap Raka menyemangati sang istri
"Ayo ibu, ikuti arahan saya kembali yah". ucap dokter lagi
berulang kali ia mengenjan, namun sama aja hasil nya nihil.
Karina sampai ngos-ngosan, namun bayi dalam perutnya tak kunjung lahir juga.
lalu dokter itu mengelus perut Karina, sambil berkata
"Bantu mamanya yah dek, jangan lama-lama didalam sana". ucap dokter, sambil mengelus-elus perut Karina, dan sesekali melihat kedalamnya
"Duh, dok! saya sudah ga kuat lagi". ucap Karina lemas.
"Ibuk! ibu harus kuat. yok, bisa yok! "ucap dokter menyemangati
"Ayo sayang, jangan gini dong! kamu pasti bisa, kamu wanita kuat, serta istri yang hebat, mas yakin itu". ucap Raka di telinga Karina
"Yok, kamu ga sendiri, disini ada mas". ucap Raka
"Kita lanjut lagi yah bu, tarik nafas yang dalam, lalu dorong". saran dokter
Dan, dalam hitungan ketiga, keluar lah bayi pertama dengan suara tangisannya yang besar.
"Alhamdulillah, cucu kita pah". ucap mama Lastri gembira
Melihat bayi pertama sudah keluar, tangis Karina pecah kembali. yah, ini adalah tangis kebahagiaan.
"Terima kasih sayang, kamu telah melahirkan malaikat buat kita". ucap Raka sambil mengecup kepala karina
Bayi pertama, lahir dengan jenis kelamin laki-laki.
__ADS_1
Saat sedang ingin bernafas, tiba-tiba rasa mules itu kembali datang.
"Dok, perut saya kok mules lagi yah?" ucap Karina
"Sepertinya, bayi kedua akan menyusul bu". ucap dokter, sembari melihat kedalam
"Ayo ibu, kepalanya sudah keliatan". ucap dokter
Dalam hitungan ketiga, bayi kedua pun keluar dengan jenis kelamin perempuan.
lalu, kedua bayi itu pun sedang di bersihkan oleh perawat.
lalu, keluarga pun masuk semua kedalam ruangan
lagi dan lagi, Raka tak hentinya menciumi kening Karina sambil sesekali mengucapkan terima kasih
****
sedikit pesan dari othor, mari kita berubah bersama.
Sayangi lah ibumu. sungguh susah payah ia melahirkan kita kedunia ini.
Sampai sesekali ia menjerit, menangis sungguh betapa menderitanya ia disaat itu
Yang masih punya ibu, sayangilah ia, bahagiakan lah ia.
Terutama buat aku sendiri, yang ga pernah nurut dan selalu ngegas bila sedang debat dengan mama
Bagi yang sudah ga punya ibu lagi, bersabar lah, dan jangan lupa selalu doakan ia.
disini aku bukannya ingin menggurui, aku pun masih bandel juga bila dibilangin mama, suka ngelawan, membantah. ah berdosanya diri ini.
cuman apa salah nya jika kita berubah bersama-sama, dan menjadikan ibu kita sebagai ratu yang sesungguhnya.
__ADS_1
sekian, terima kasih..
bersambung...