GADIS DESA MENIKAH DENGAN CEO TAMPAN

GADIS DESA MENIKAH DENGAN CEO TAMPAN
bab :39 ( jadi ratu sehari) happy reading


__ADS_3

"jadi macem mana mau tidur?". tanya ku


"bentar yang bentar, dalam sekejap beres nih semua". jawab nya


"buruan!!" jeritku lagi.


"dia yang ceroboh, semua kena akibat nya".sindir ku


"maaf dong yang,nama nya lupa. orang seinget mas letak di kamar kok tiba-tiba pindah ke bawah". ucap mas raka


"iya sepatu kamu punya kaki". jawab ku asal bin kesal


"udah buruan!! aku ngantuk mau tidur!" ucap ku


"nah udah siap kan". ucap mas raka


"dah yang ayo tidur?" ajak nya


"lama amat". ucap ku kesal


lalu aku merebahkan tubuhku yang bulat ini ketempat tidur.


"kok dilepas sih yang selimutnya?" tanya mas raka


"panas loh mas!" ucap ku


lalu aku menambah dinginkan lagi ac dikamar ini.


"nah gini kan enak." jawab ku senang


"enak apaan? awak yang ga bisa tidur iya." timpa mas raka


"tu mah deel loh! "ucap ku sambil tertawa.


"jahat banget sih yang! udah nah selimutan lagi? "ucap mas raka


"ga mau ah! orang di bilang aku kepanasan". ucap ku jengkel.


"nanti klo sakit gimana? "tanya mas raka khawatir


"ya klo sakit tinggal diobatin repot amat". ucap ku

__ADS_1


"dah lah mas, dah malam ni kamu bising bangett sih?" ucap ku geram


"iya ini diam". jawabnya


******


pagi hari


"duh! kesiangan lagi kan? mampus lah aku ni". gumamku


tiba-tiba mas raka masuk membawakan sarapan untuk ku


"nih yang, dimakan ya?" ucap mas raka


"ha? siapa yang masak mas?" tanya ku


"ibu, sama mama berdua". jawab mas raka


"duh mas! kenapa gak bangunin aku sih? kan ga enak jadi nya". tanya ku


"kata mama gak papa, biar kamu banyak istirahat aja biar lekas sembuh. yaudah deh gak mas bangunin". jelas mas raka


"ya udah sini mas suapin". tawar mas raka


setelah selesai makan, aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri


setelah itu, aku langsung turun ke bawah dan di tuntun oleh mas raka. sebab dia gak mau terulang kejadian yang sama lagi.


"mah, aku bantuin yah? "tawar ku


"ga usah! kamu duduk aja di situ oke". jawab mama


"mana bisa aku gini, gak ada ngapa-ngapain. makan tidur -makan tidur". ucapku dalam hati


"kamu kok ga ke kantor mas? "tanya ku


"gak ah, aku mau nemenin kamu aja". jawab mas raka


"udah, kamu sana aja! ngapain disini? kan udah ada mama sama ibu nya karina". ucap mama


"beda lah mah, klo aku yang nemeninnya kan ada sesuatu yang tersembunyi".elak mas raka

__ADS_1


"halah, bilang aja kamu males dan pingin enak-enakan dirumah kan? iya bilang?" celetuk mama


lalu mas raka ter lihat salah tingkah sepertinya


"hehe....ya udah lah mah, aku pigi aja deh. bisa ga punya kuping aku klo dirumah terus. ucap nya ngedumel


"udah ga usah ngedumel disitu, klo mau ngomong di depan sini?" sambar mama


"gadak ko ma". ucap mas raka lalu naik ke atas untuk bersiap-siap.


"ya sudah lah mah, buk aku pigi dulu yah"? izinnya


"iya, hati-hati". balas mama dan ibu kompak


lalu aku mencium punggung tangan suamiku.


"hati-hati yah mas, jangan telat pulang inget?" pesanku


"iya sayang". jawab mas raka lalu pergi keluar


aku yang bingung ingin berbuat apa, akhirnya aku memberanikan diri untuk beryanya


"eee...permisi mah, jadi karina gada ngerjain sesuatu gitu?" tanya ku


"gak ada. udah kamu duduk aja diam disitu". perintah mama


"duh, klo terus-terusan begini bisa jadi ratu tiga bulan aku nih.hi..hi..hi.." ucap ku dalam hati sambil tertawa


"tapi mah, karina gak bisa diam-diam dirumah gini". ucap ku lagi


"ya udah deh mah, klo berkebun boleh ga?" tanya ku meminta izin


"berkebun?" tanya mama


"iya, kemarin ada beberapa sayuran yang karina tanam, cuma udah lama juga gak keurus,kan sayang mah". ucap ku


"boleh yah ma? "rengek ku


"ya udah! hati-hati yah, jangan terlalu cape. klo misalnya lelah, masuk aja istirahat. dengar kan?" ucap mama


"iya ma". balas ku lalu pergi ke taman belakang.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2