
sesampainya dirumah, aku melihat mobil mas raka sudah terparkir di garasi.
"lah? mas raka dah pulang?" tanya ku dalam hati
"itu mobil raka kok dirumah? apa dia sudah pulang? "tanya mama
"mungkin aja sih mah". jawabku lalu kami pun masuk kedalam
saat aku dan mama masuk kedalam, nampak mas raka tengah duduk di sofa ruang keluarga
"loh mas, sudah pulang?" tanyaku
"iya". jawabnya
lalu aku duduk di samping nya.
lalu ia langsung menghamburkan di pelukanku sambil menangis
"eh.., kamu kenapa mas?" tanya ku heran
"hiks...hiks...hiks..." tangis nya pecah begitu saja
"loh mas? kok makin kenceng nangis nya? kamu emangnya kenapa?" tanya ku yang masih tidak mengerti
lalu di tenggelamkan wajahnya di dadaku, dan masih nangis sesegukan.
"kamu kanapa sih mas? gak jelas banget deh". ucap ku yang masih bingung
lalu perlahan tangis nya terhenti, dan mulai bercerita pada ku
__ADS_1
"dah, tarik nafas dulu baru bicara."ucap ku
"kamu kenapa nangis gitu? "tanya ku
"gak tau?" ucap nya enteng
"haa? ga tau? kamu gimana sih mas, di tanya kenapa nangis? malah jawab ga tau." kesalku
"iya ga tau, mas pengennya nangis mulu.kangen.. "ucapnya sambil memelukku lagi
"ya allah mas..mas, gitu doang kok nangis sih? cengeng amat. udah ah , nanti klo ada yang liat gimana?" khawatir ku
"biarin". jawabnya
"ehem, masih siang loh ya! apa udah pada ga sabar nunggu malam aja? "sindir mama pada kami
"eh mah, enggak kok mah. tadi cu.."ucap ku terputus saat mama langsung memotong ucapanku
"dah lah mama pergi dulu yah? klo mau di lanjutin di kamar aja, jangan di ruang keluarga. di sofa pula, kan sempit sih dimar aja luas". ucap mama sambil mengacungkan jempolnya, lalu pergi menuju pintu keluar
"loh ma,mau kemana?" tanyaku
"cari angin, di sini panas banget". ucap mama
"kamu nih mas, kan jadi mama salah paham". ucapku menyalah kan mas raka
"biarin dong, orang kita ga ngapa-ngapain kan? lagian pun klo iya kan ga papa juga orang udah pula, dan ada hasil nya lagi". ucap mas raka sambil bersandar di dinding sofa
"mulai ngawur ucapannya, padahal masih siang dasar". ucapku kesal
__ADS_1
"jadi mas kok pulang?" tanya ku lagi
"kok gitu sih nanyanya? kamu gak mau mas dirumah yah?" tanya mas raka
"bukan gitu, heran aja sih". jawabku
"kan udah mas bilang, mas lagi kangen". ucap nya sambil memelukku lagi
"ck, pake acara kangen-kangenan segala". ucap ku
"jadi mas nanti balik lagi gak?" tanyaku
"gak ah malas".jawab nya
"lah? jadi kantor bagaimana? "tanyaku
"udah ada bima yang mengatur". jawabnya enteng
"perasaan dulu-dulu kamu rajin banget loh mas ke kantor, kok sekarang jadi malas gini? "tanyaku
"yah itu kan dulu, ini kan sekarang". jawab nya lagi
"terserah kamu deh mas, tapi aku kasihan sama karyawan kamu deh mas".ucap ku memancing
"lah? kok kasihan sama mereka pula?" tanya mas raka heran
"iya, kasihan soalnya di kasi bos yang tampang nya kaya gini". ucapku sambil tertawa, lalu meninggalkan mas raka sendirian
"eh yang! seharus nya yah, mereka itu bersyukur dapetin bos seperti mas, baik, tampan, semuanya lah apa lagi coba?" ucapnya sambil agak sedikit berteriak.
__ADS_1
namun gak ku gubris sama sekali.
bersambung....