GADIS DESA MENIKAH DENGAN CEO TAMPAN

GADIS DESA MENIKAH DENGAN CEO TAMPAN
bab :23 (olahraga malam) happy reading


__ADS_3

melihat ekspresi mas raka yang memprihatinkan, lalu aku memeluk mas raka


"ya udah sih mas, ga papa. nanti kita beli aja yh di warung depan".ucapku menyemangati mas raka.


dia hanya tersenyum, lalu mencium keningku.


"makasih sayang". ucapnya


************


setelah masalah rendang jengkol kemarin, kini aku dan mas raka sedang bersantai menikmati angin pagi yang begitu segar ini.


"hemmmm.....huhhhhh... "aku menarik napas, lalu membuang nya secara perlahan.


"kebetulan hari ini mas raka libur kerja, jadi aku bisa ada yang nemenin deh". ucapku dalam hati


berarti cuman saya dong yah yang sendiri!!😔


okee skipp


"mas!" panggil ku pada suami yang amat ku sayangi itu, siapa lagi kalau bukan mas raka.


"ada apa sayang?" tanya mas raka menoleh sambil tersenyum melihatku


"aku bosen nih, jalan bentar yuk?" ajak ku pada mas raka


"mau kemana?" tanya mas raka antusias,dan sangat bersemangat


"jalan-jalan dekat kompleks aja mas, mau yah?" tanya ku lagi

__ADS_1


"ya sudah, ayo". jawab mas raka sambil menggandeng tanganku


sepanjang jalan kami selalu tertawa, pokok nya happy selalu lh


siapa coba yang tidak menginginkan sosok pria seperti raka. baik, pekerja keras, tanggung jawab, penyayang the best lh pokoknya.


huh..outhor aja sampai kepincut nih


ketika sedang di pertengahan jalan, ada tetangga yang menyapa kami


"eh mbak karina, mau kemana mbak." sapanya pada ku


"ini buk, mau keliling kompleks aja sekalian olahraga pagi" . jawab ku pada orang yang telah menyapa kami ini.


"ohh...olahraga kok keliling kompleks, di kamar dong biar enak gitu loh". jawab wanita ini yang umurnya sangat lah jauh dari ku


aku yang mendengarnya langsung malu, bak kepiting rebus.


"ehh..ibu ini bisa aja.."jawabku malu, sambil senyum-senyum


"ohh...klo olahraga yang satu itu pasti aman kok bu, tenang aja". timpa mas raka lagi


aku semakin malu dengan ucapan mas raka itu.


"isss udah lah, ngapain sih bahas itu". ucap ku untuk mengalihkan topik pembicaraan


*****


"oh iya..BTW usia kan dungan mbak rina udah berapa bulan mbak?" tanya wanita itu lagi

__ADS_1


"allhamdulillah, udah lima bulan bu". jawab ku


"ohh.. tapi kok gede bener?" tanya nya lagi


"iya, soalnya anak kami kembar". balasku lagi


"ya udah lah klo gitu, saya pamit dulu yah mbak ntar kesiangan lagi". ucapnya sambil jalan terburu-buru sebab iya takut kalau pasar akan sangat ramai bila sudah siang


"ehh.. iya buu, hati-hati yah". ucapku lagi pada wanita itu sambil berjalan menuju rumah kami


"sayang!!" panggil mas raka dan membangunkanku dari lamunanku


"ada apa mas?" tanya ku


"hemm..., ada benernya juga loh hany yang di bilang sama ibu itu tadi". ucap mas raka memberi kode pada ku


deg.., jantungku bergemuruh ada rasa khawatir di hatiku terhadap bayi yang sedang ku kandung.


"apa gak masalah mas, bila dilakukan?" tanyaku pada mas raka


"ahh...sebentar aja kok, sepuluh menit. iya sepuluh menitt ajaa..."pintanya pada ku seperti anak-anak yang sedang merengek pada ibu nya


oke gak perlu dijelasin lah yakan, dah tau lah mau ngapain.😊


aku yang merasa tak nyaman langsung menolak tubuh mas raka.


"kenapa sih hany?" tanya mas raka


sudah lah, aku gak nyaman banget loh mas. ingat gak kata dokter? klo merasa gak nyaman jangan dilanjutin. ucapku panjang kali lebar kali tingggi.

__ADS_1


busett banyak sekali kali nya yh..


bersambung..


__ADS_2