
kini mas raka kembali dengan membawa pesanan makanan yang ku pinta tadi
"assalamualaikum". ucap mas raka lalu masuk ke dalam
"ini yang pesenannya". kata mas raka
"ihh makasih mas". balas ku
"ini mah, bu, dimakan dulu udah aku beliin nih sayang kan klo ga dimakan". ucap mas raka sambil menawarkan makanan yang barusan iya beli.
"mas mau?" tawarku
"ga usah! kamu aja, mas dah kenyang". tolak mas raka
"oh yaudah, aku makan ya?."
saat sudah selesai makan, aku sungguh merasa bosan bila harus berlama-lama di sini.
"mas!! kita pulang aja yuk?" rengek ku
"ga boleh yang! kamu masih lemah". tolak mas raka
"ga enak tau disini! enakan juga dirumah". kata ku lagi
"sabar lah sayang, dokter belum bolehin kamu pulang". pujuk mas raka
"tapi aku mau nya pulang sekarang!"ucap ku sambil merengek
karena bingung mau berbuat apa, akhirnya mas raka mengadu pada sang mama
"mah!! liat nih karina masak dia minta pulang?" adu mas raka
"loh? kok pulang sayang? emang nya kenapa?" tanya mama lastri
__ADS_1
"boleh ya ma? aku bosen nih di sini terus". rengek ku pada mama mas raka
"ya ga boleh dong sayang! kan belum pulih total! "jelas mama
"please yah mah! boleh ya?" please pujuk ku pada mama lastri
"no.. ga boleh!!" tolak mama lastri tegas
"ya udah deh"! jawab ku kecewa
"nah gitu baru menantu mama". ucap mama lastri lalu kembali pada tempat duduk asalnya
"yee... pengadu". celetukku
"dih!! ngambek? jadi ceritanya ngambek nih? ya udah klo gitu di perpanjang aja, biar ga usah pulang-pulang sekalian". ucap mas raka mengancam
"ck..ayo lah mas! aku ini udah sembuh total loh! beneran". ucap ku memohon
tak terasa akhirnya seminggu berlalu, dan aku sudah di ijinkan pulang oleh dokter.
namun saran dokter aku harus banyak istirahat dulu, dan mengurangi aktivitas yang berat.
"nah ini susunya, diminum ya?" pinta mas raka
iya mas, nanti aku minum. tolakku
"sekarang! nanti ke buru dingin. enak nya pas masih anget-anget". omel mas raka
"ck, ya udah lh sini aku minum". ucap ku
"nah gitu dong".jawab nya senang
"jadi mama, sama ibu udah pulang?" tanya ku penasaran
__ADS_1
"belum! kata mereka ingin berlama disini hingga kamu melahirkan". jelas mas raka
"wah bagus dong mas? kan jadi rame klo mereka tinggal disini?" ucap ku senang
"tapi... sawah bapak bagaimana? siapa yang jaga bila bapak dan ibu tinggal disini? terus rumah mama? "ucap ku bingung
"udah kamu tenang aja, klo sawah bapak tadi mas udah nyuruh bapak untuk menghubungi seseorang di kampung yang bisa menjaga rumah dan sawah milik bapak"
"dan klo rumah mama kan ga jauh dari sini? papa kan bisa sering-sering cek rumah klo misalnya mau pergi ke kantor".jelas mas raka
hatiku agak sedikit lega
sejenak mas raka pergi menuju lemari, sepertinya ia mencari sesuatu
"mas ? nyari apa? "tanya ku
"ini mas lagi cari sepatu." ucap mas raka
"kamu ada liat ga?" tanya mas raka bingung
"ga ada lah mas, kan aku udah lama di rumah sakit mana lah ku tau?" jawab ku
"lalu dimana? orang perasaan mas letak disini loh yang? serius lah". ucap mas raka bingung
"coba inget-inget di mana kamu letak?" ucap ku memastikan
"iya loh yang! disini mas letak". ucap nya keukeh.
emang mas nyari sepatu buat apa? mau pergi ke kantor kah? tanya ku
bersambung...
tadi di part sebelumnya, ada yang komen klo cerita ku ga menarik. mohon maaf sebelumnya jika memang kurang menarik, akan ku usahakan lebih baik lagi🙏
__ADS_1