
Heh, lo pikir gue mau gitu nikah sama lo? Idih ogah! Lo bukan tipe gue kali, jauh banget malah". Omel Vania tak terima
"Ya itu terserah lo sih! Udah sana cabut, ganggu gue aja lo". Usir Zein
"Dasar cowo rese, jijik gue liat lo tau ga sih?" Ucap Vania lalu lergi ke mejanya kembali
Sedangkan Zein, ia malah senyum-senyum sendiri
"Andai itu nyata, tapi pasti gue yakinkan klo lo bakal jadi milik gue seutuhnya". Batin Zein lalu kembali bekerja
"Ah, andai saja ini benar-benar terjadi, betapa bahagianya gue bisa menikah dengan Zein rese itu.huh.." batin Vania, lalu lanjut bekerja
Sama-sama cinta, namun kalah dengan ego dan gengsi masing - masing.
Malam hari......
"Oek..oek...oek... " terdengar suara tangisan dari Abyasa menangis, sedangkan si perempuan masih tertidur pulas.
"Mas! Panggil Karina
"Hem, apa yang?" Tanya Raka sambil sesekali menguap
Lalu ia pun turun dari ranjang, dan menuju box kedua bayi nya
Diraih nya bayi nya, lalu ia menggendong seraya agar bisa menidurkan bayinya kembali. Namun nihil, bukan nya tidur kini Abyasa malah tambah terus menangis.
Mendengar tangis anaknya yang semakin kencang, karina ikut turun dari ranjang dan menghampiri suaminya
"Sini mas biar sama aku aja. Kayanya anak kamu ini haus deh, ya sudah mas kamu buatin susu formula ya". Pinta Karina
"Loh kok susu formula yang?" Tanya Raka
"Iya, Arka kurang mau klo aku beri asi. Ya sudah buruan mas!" Pinta Karina kembali
__ADS_1
"Arka tak henti-hentinya menangis, bahkan semakin kuat hingga membangun kan mama Lastri
"Arka kenapa, rin?" Tanya mama panik
"Kaya nya haus deh mah". Jawab Karina tak kalah panik
Saat tangan mama meraih kening anakku, mama langsung panik dan terkejut.
"Masyaallah! Panas banget! Mana raka? Raka dimana?" Tanya mama panik
Saat ku pegang kepala anakku, memanglah sangat panas
"Mas! Mas! Mas! "Teriakku panik
"Ada apa yang? Ini susunya". Ucap mas Raka
"Kamu pun mas, masa ngasi susu anak nya pake piring beginian?" Tanya Karina sedikit meninggi kan suaranya
"Ga jumpa yang botol dodot nya dimana, ya uda pake piring aja. Sama nya tuh". Jawab Raka santai
"Udah ga usah berantam, anak kalian ini pikirin dulu, gimana sih?" Ucap mama marah
"Anaknya kenapa yang?" Tanya Raka
"Ga tau mas, badannya panas banget! Ayo buruan kita bawa ke rumah sakit mas". Pinta Karina panik
"Lalu Arsya bagaimana?" Tanyaku sambil melirik putri kecilku yang masih terlelap
"Udah, kalian pergi aja. Biar mama yang jaga Arsya". Jawab mama membuat hatiku sedikit lega
Sesampainya dirumah sakit, Arka langsung di periksa oleh dokter
"Bagaimana keadaan bayi saya dok?" Tanya raka panik
__ADS_1
"Hanya terkena demam biasa pak! Terus, setelah saya periksa tadi bayi bapak dan ibu terkena diare" jelas dokter
"kok bisa diare, apa penyebabnya yah dok?" tanya Karina
Apakah anak bapak dan ibu mengonsumsi susu formula? tanya dokter
"Iya dok, anak saya yang ini sulit bahkan sama sekali ga mau klo saya kasi asi dok". Jelas Karina
"Owh, udah berapa hari yah bu sudah mengonsumsi susu formula?" Tanya dokter itu lagi
"Baru hari ini sih dok". Jawab Karina
"Oh, klo gitu paksa aja yah bu klo ga mau di beri asi. Nanti saya beri vitamin nya dan bisa di tebus di apotek". Jelas dokter itu
Kami hanya mungut-mungut
"Apakah anak kami sudah boleh pulang dok?" Tanya Raka
"Sudah pak! Nanti klo misalnya lagi ngasi susu formula, kurangi yah bu. Dan terus coba-coba aja di kasi asi mana tau mau". Saran dokter
Lalu mereka pun pulang. Berbeda dengan Zein dan Vania yang kalut dalam pikirannya masing-masing
Akibat selalu memikirkan Zein, ia tak dengar klo ada ribut-ribut.
"Loh tan, mbak Karina sama mas Raka nya mana? Kok Arsya sama tante?" Tanya Vania sambil mendekati tantenya
"Mereka kerumah sakit". Jawab mama Lastri
"Lho, siapa yang sakit tan?" Tanya Vania bingung
"Si Arka yang sakit, badannya panas banget! Jadi tante langsung suruh kerumah sakit aja". Jelas mama Lastri
"Sini tan, Arsya aku aja yang gendong". Pinta Vania
__ADS_1
"Kamu jaga dulu yah, tante mau ketoilet bentar". Ucap mama lastri lalu pergi
Bersambung...