
"kaya mana klo bulan & bintang , langit & bumi, romi & juliet atau.."ucap mas raka terputus namun langsung ku potong
"atau apa? hah? pasir & batu, pintu & jendela, iya? atau banyak lagi". ucap ku sambil mengomel merepeti suamiku
"kan cantik sih yang nama nya?" ucap mas raka seperti tak punya dosa
"cantik dari mana mas? gitu kok cantik. sekalian aja kasi nama markonah,maimunah, iya?" ucap ku palak penuh emosi
"ya udah deh terserah kamu aja". ucap mas raka mengalah.
"mas..mas..., mbok yah klo cari nama anak itu yang bagus dikit kek." ucap ku pada mas raka sambil menertawakan dia
setelah berdebat tentang masalah nama calon baby, kini kami berdua lebih memutuskan untuk menonton tv
"ohh iya yang, weekend besok mas mau reunian teman kuliah mas. rencana nya sih mau rombongan gitu nanjak pke kereta treill. kamu mau ikut?" tanya mas raka
"apa mas? ikut? mana lah bisa mas. perut aku gede gini mana lh bisa mas". jelas ku
"apa lagi naik traill, nggk mau lah mas. klo aku gak hamil sih aku mau ikut". tambah ku lagi
"yaudah deh, mas gak ikut juga". jawab mas raka
"loh mas? jangan gitu dong. klo mau pigi, pigi aja biar aku dirumah ga papa kok".ucap ku memastikan
__ADS_1
"nggak, mas gak mau ninggalin princess mas dirumah sendirian".ucap mas raka menjelaskan
"ya udah deh, terserah kamu mas. tapi jangan marah sama aku yah klo kamu nyesel". ucap ku lagi
"iya.. istriku sayang.emmuac.."lalu mas raka mencium keningku
"lebay deh, dikit-dikit cium, dikit-dikit cium, aku bosen di ciumin mulu".ucap ku mengeluarkan segala unek-unek di kepala ini.
"biarin.cup..cup...cup..cup.."lalu mas raka menciumin seluruh wajahku.
"ih mas!!! orang marah juga, malah di cium.nyebelin deh huh". ucap ku
sungguh ya, sebenarnya aku terharu memiliki suami seperti mas raka. sungguh tak pernah ku bayangkan sama sekali.
"loh sayang kok nangis? maafin mas yah? udah dong jangan nangis mulu, mas ikutan sedih nih". ucap mas raka bingung dan khawatir terhadapku
"aku sungguh terharu atas semua ini mas, di karuniai suami yang baik, penyayang. dan di kasih mertua yang sangat baik lagi. itu suatu kebahagiaan buat ku mas". jelas ku sambil terus menangis.
"hiks....hiks....hiks...aku mohon mas, jangan pernah tinggalin aku yah?" pintaku pada mas raka sambil terus menangis dan berlinangan air mata.
"iya mas janji, akan nemenin kamu sampai kapan pun.tapi please jangan nangis lagi dong, mas ikutan sedih nih". ucap mas raka yang ga sadar air mata nya pun ikut tumpah juga.
sungguh ini air mata kebahagiaan.
__ADS_1
"ih mas, kok ikut nangis juga? cengeng deh". ledekku pada mas raka
"oh iya, poto yuk? kenang-kenangan. nanti caption nya gini "nangis berjamaah kuy, mau ikutan gak?" gitu yang keren kan?" ucap mas raka pd seperti gda beben
hadeh raka-raka, orang lagi mewek malah di poto, gak jadi mewek lagi lah nih
"nyebelin banget sih kamu mas, orang nangis di poto. jadi ga kusyuk nih nangis nya !" ucap ku geram pada mas raka.
"hahaha..ga papa yang, yok nanges lagi yok". ajak mas raka.
"gak mau! dah basi! "balas ku cuek
"ihh, gak enak lah au yah. males lah aku maen ama au. gak awan lah tita". ucap mas raka di buat-buat bak anak kecil.
aku tertawa mendengar ucapan mas raka, reflek tangan ini menjewer telinga mas raka.
"uh..rasainn...kek bocil aja sih mas begituan segala?"omel ku sambil menjewer telinga mas raka
"ga papa dong sayang, kan kamu jadi ketawa" .
"udah nangis nya ga boleh dilanjutib okee." ucap mas raka sambil memelukku dan mengusap air mataku
bersambung..
__ADS_1