
"Ga makan dulu mas? "Tanya Karina
"Ga sempat, makan di sana aja lah". Tolaknya lalu segera pergi
"maknya jangan ngebut! gitu lah jadi nya, kesiangan kan?". sindir mama
"eh, apaan sih ma". ucap Karina malu
"sudah lah, ga usah di bahas". ucap mama
Sedangkan di kantor, Zein sangat bingun dengan pikirannya
Ia ingin pdkt dengan Vania, namun dia bingung gimana cara nya.
Akhirnya ia beranikan diri buat berbicara langsung ke Vania
"Em,Van! ntar malam keluar mau ga?" tanya Zein
"Mau kemana? " tanya Vania
"Udah, pokoknya ntar malam aku jemput ya?" ucap Zein
"Idih, pemaksaan!" cibir Vania
"Terserah lo, pokoknya nanti malam gue jemput!" ucap Zein, lalu segera pergi
"Mau di ajak kemana sih aku? jangan-jangan mau di jual lagi?" tebak Vania
"Emang bakal ada yah, yang mau beli aku?
ya pasti adalah, paok banget! secara gitu kan aku cantik, baik hati, dermawan, ga sombong, pinter lagi, mana mungkin ga ada yang mau". ucapnya memuji diri sendiri
MALAM HARI
Sesuai janjinya pada Vania, Zein tampak sedang kerepotan untuk merias diri nya
"Yang ini? ih jelek banget.
ini juga? ini lagi? nah ini pun juga? kenapa ga ada yang bagus sih?" tanya nya pada diri sendiri
__ADS_1
"loh, bos! kenapa berantakan gini?" tanya Roy asistennya Zein
"Diem lo!" ucap Zein datar
"Cari apaan sih bos?" tanya Roy
"Baju-baju gue lo kemanain?" tanya Zein, dan menatap Roy nanar
"Yah di lemari lah bos, masa di dapur". jawab Roy
"Emang bos mau kemana? biasanya jugakan pake baju-baju itu". ucap Roy
"Dah, lo diem! "
lalu terus memilih-milih seluruh pakaiannya, dan akhirnya menemukan yang bagi dirinya sangat cantik
"Nah, ketemu juga". ucap nya senang
kemeja polos,bewarna navi itulah yang di pilih oleh Zein
"Lo beresin ini semua, gue mau pergi". pinta Zein
"kepo lo". ucap Zein
"Yaelah bos, nanya doang aja pun salah".
Setelah di rasanya sudah cukup, akhirnya ia turun kebawah. sedangkan si Roy,masih sibuk dengan pakaian-pakaian yang berantakan dilantai
Saat ia hendak membuka pintu, ada seseorang yang sedang memanggilnya
"Zein!" panggil seseorang dari belakang
"Eh, mah. mama ngapain?" tanya Zein
"Kamu yang mau ngapain?" tanya mamanya zein balik
"Mau keluar bentar,mah!" ucap nya
"Oh! Roy ga ikut?" tanya mama Zein
__ADS_1
"ha? ngapain si Roy ikut segala ma?" tanya Zein tak mengerti
"Ya buat jagain kamu lah!"
"Ga ah mah! emang aku anak kecil apa? pake di jagain segala". omel Zein
lalu ia mencium punggung tangan mama nya,dan berlalu pergi begitu saja
Selang beberapa menit, sampailah Zein di rumah Vania
Tok...tok...tok...
"Eh,nak Zein. cari siapa?" sapa mama lastri ramah
lalu Zein langsung menyalami mama lastri
"eh,tante! ini tan, mau jemput Kania.Kanianya ada tante?" tanya Zein
"Oh Kania? sebentar yah! oh iya, mari masuk dulu biar tante panggilin Kania nya"
Tak lama, datanglah mama Lastri serta Vania yang mengikutinya dari belakang
lalu keduanya menyalami mama Lastri
"Aku pergi dulu yah tan". pamit Vania
"Iya,hati-hati". pesan mama Lastri
Lalu keduanya pergi menuju mobil, dan kini sudah berada di jalanan raya.
"Kita mau kemana?" tanya Vania
"Udah lo tenang aja". ucap Zein
"jangan-jangan lo mau culik gue ya?" tuduh Vania
"idih! lo tuh klo ngomong asal jeplak aja ya. sapa juga yang mau jual lo, lagian ga bakal laku juga". ucap Zein membuat sang empu marah
bersambung...
__ADS_1
maaf klo makin ga jelas🙏