GADIS DESA MENIKAH DENGAN CEO TAMPAN

GADIS DESA MENIKAH DENGAN CEO TAMPAN
bab : 52 ( drama melahirkan ) happy reading


__ADS_3

"Sabar Zein,sabar". ucap Zein sambil mengelus-elus dadanya.


Lalu mobilnya pun pergi meninggalkan kediaman raka dan keluarga.


"Kok bisa yah, ade nya mas Raka kerja sama aku? padahal kan perusahaan mas Raka itu luas dan udah besar banget". batin Zein


"Ah sudahlah, tak usah ku pikirkan. permasalahannya sekarang adalah, bagaimana klo sempat wanita itu mengadu pada mas Raka, dan mas Raka marah pada ku, dan ia memutuskan untuk tak bekerja sama lagi? duh kepalaku makin pusing aja nih". gumamnya, sambil memijit pelipisnya


"Gimana, udah dapat kerjaannya? "tanya mama


"Udah sih tan, cuman bos nya itu rese banget! bahkan bisa ngelebihi mad Raka". ucap Vania cemberut


"Emang kamu kerja dimana?" tanya Raka


"Zein Group, mas kenal?" tanya Vania


"ya, mas kenal. dia patner bisnis mas. mas sudah banyak menanam saham disana". jelas Raka


"Oh! kok mas Raka mau sih kerja sama sama orang rese kek gitu?" ucap Vania


"Dia itu baik loh Van, pekerja keras, jujur lagi".puji mas Raka


"Idih, apaan! aku dikerjain mulu mas sama dia". adu Vania


"oh ya?" ucap Raka pura-pura terkejut.


"hati-hati, ntar jodoh". sambung karina


"Apaan sih mbak, mana mau aku pacaran sama dia. liat wajah nya aja, udah benci banget". ucap Vania


"hati-hati, jangan benci-benci ntar jadi rindu loh?". goda mama


"Ah sudahlah, lebih baik aku mandi saja". ucapnya lalu pergi ke kamarnya


Dua bulan kemudian,dan kini usia kehamilan karina sudah menginjak sembilan bulan.


Dan kata dokter, dalam minggu ini akan melahirkan.


"Sayang, kemarin dokter bilang kamu minggu ini bakal lahiran kan?" tanya mama Lastri


"Klo kata dokternya, sih iya mah". balas Karina


"Oh, bagus dong kalo gitu". ucap mama Lastri

__ADS_1


Seminggu pun berlalu, tibalah saat nya bayi itu akan lahir sekarang.


"Duh, perut aku kok mules yah?" batin Karina


"Ih kok makin sakit". batinnya lagi


Lalu ada cairan keluar, dan mengalir dilantai begitu saja.


"Ih yang, siang bolong kok ngompol sih? jorok banget! " ucap Raka sambil mengibas-ngibaskan tangannya


"Siapa sih yang ngompol? ini tuh namanya air ketuban mas, aku udah mau melahirkan!" ucap Karina sambil sedikit berteriak


"Lah! kamu mau lahiran? "tanya Raka


"Ih, buruan! sakit banget ini!" bukannya menolong, Raka malah teriak-teriak ga jelas.


"Mas! ngapain teriak? ini aku ditolongin dulu, sakit banget ini! "ucap Karina meninggi


"Duh! bagaimana ini? kok bisa? caranya?" ucap Raka bertanya-tanya pada diri sendiri


"Ya allah mas! aku dulu loh ditolongin, bawa kerumah sakit". ucap Karina sambil menahan sakit


"Iya, iya mari kita kerumah sakit". ucap Raka sambil pergi meninggalkan Karina sendirian


"Ya allah, suami macam apakah dia itu?" batin Karina


Tak lama Karina berteriak, datang lah mama Lastri dan Vania


"Kamu kena..., masyaallah! kamu mau mau lahiran itu sayang". ucap mama Lastri terkejut


"Iya nih mah, sakit banget perut aku". ucap Kariana sambil menangis


"Kamu tahan yah sayang, sekarang Raka nya dimana?" tanya mama


"Karina ga tau mah, tadi lari keluar ga tau mau kemana?" ucap Karina


"Memang yah anak itu! Vania, kamu tuntun mbak mu pelan-pelan, tante mau ngasi pelajaran dulu buat anak itu".ucap mama lalu pergi keluar


"Ayo mbak, aku tuntun". tawar Vania


"Raka! Raka! Raka! "teriak mama sambil memanggil nama anak semata wayang nya.


"Ada apa mah?" tanya Raka dengan entengnya

__ADS_1


"Ada apa? ada apa kamu bilang? istri kamu tu mau melahirkan, kamu malah enak-enakan".omel mama


"Ya udah mah,ini kan aku mau bawa kerumah sakit. cuman dari tadi aku tungguin, kok ga nyampe-nyampe". ucap Raka seperti dak berdosa


Mama pun spontan langsung menjambak rambut Raka.


"Ih mah,kok dijambak sih?" tanya Raka


"kamu bilang ga nyampe-nyampe? mana lah bisa, orang istri kamu lagi kesakitan tau ga?dia kepayahan jalan raka, ya allah".omel mama, sambil sedikit berteriak


"Sekarang Karina nya mana mah?" tanya Raka.


"Baru sekarang ingat, dari tadi kemana? anmesia? ngidam apa lah aku dulu,kok bisa lahirnya blo'on gini". batin mama


"Sana kamu liat dikamar, istri kesakitan bukannya ditolongin malah dibiarin. papa mu dulu, begitu denger mama mau ngelahirin kamu, langsung sigap bukan kaya kamu". omel mama lagi


Lalu Raka langsung berlari menuju kamar, lalu langsung menggendong Kania, menuju rumah sakit


"Van, nanti kamu bawa yah perlengkapannya, semua nya ada di dalam kamar. ntar kamu naik mobil yang di garasi yah, ajak tante juga". pesan Raka lalu pergi menuju rumah sakit.


Di sepanjang perjalanan, Karina turus menangis,bahkan hingga berteriak.


Raka berusaha menenangkan istrinya, dan hasilnya nihil


"Sabar sayang, bentar lagi nyampe nih". ucap Raka menenangkan istrinya


"Sabar-sabar, sabar dari hongkong?ini sakit banget loh mas! "ucap Karina sambil menangis


"Oke, kamu tenang dulu semua akan aman terkendali". ucap Raka ngelantur


"Aman apaan sih? kamu iya lah mas ga ngerasain, betapa sengsaranya jadi perempuan". ucap Karina sambil menangis, dan Raka lebih memilih diam


"Hiks...Hiks...Hiks... "tangis Karina pun pecah begitu saja


Tak lama, sampailah mereka di rumah sakit,dan langsung di bawa kedalam ruang bersalin


"Coba buka ****** ******** dulu bu". kata dokter itu


Sebenarnya, ada rasa malu namun di halau oleh rasa sakit yang Karina rasakan.


"Agak buka sedikit ibu,kakinya". saran dokter itu


"Wah, ini sudah pembukaan sempurna. mau SC atau normal aja bu?" tanya dokter itu

__ADS_1


"Normal aja dok. buruan dok, saya sudah ga tahan lagi nih". rengek Karina


bersambung...


__ADS_2