
oke guys, kebetulan hari ini mas raka libur. karena weekend
"sayang!! "panggil mas raka
"iya, ada apa mas?" jawab ku lembut
lalu ia terdiam sebentar entah memikirkan apa, aku pun tak tahu.
"nih yang, mas mau ngajak kamu ngomong pake bahasa inggris" . ucap mas raka pada ku sambil menaik turunkan alis nya
"ma-maksudnya mas?" jawabku gugup
"kita ngomong pake bahasa inggris, biar kamu makin pandai. nanti mas nyebutin kalimatnya, kamu yang artikan oke". jelas mas raka
yah, memang klo dirumah karina selalu latihan bahasa inggris. sebab katanya klo mau keluar negeri, gak malu-maluin. katanya sih yah, author pun gak tau sih.
"nih yah kita mulai". ucap mas raka
"I love you."
"(aku sayang kamu)"
"aaaa... I love you too honey". balas mas raka sambil tersenyum mengembang
"iss mas, kamu mau ngajak latihan atau ngerjain aku sih". jawab ku sebel, sebab aku seperti dipermainkan oleh nya
"eh iya..iyaa.. jangan ngambek dong sayang." ucap mas raka sambil membujuk ku
namun tak ku perdulikan
"oke yang kedua". ucap mas raka lagi
"you crazy"
__ADS_1
"kamu gila mas, woww sungguh memang benar-benar gila". ucapku sambil mengangkat kedua tanganku di udara
"iss, kamu kok gitu sih sayang?" jawab nya sedih plus kecewa. aku sih tau itu hanya berpura-pura
"makanya mas, klo buat jebakan yang bener dong? kan jadi masuk perangkap sendiri."
ucapku sambil tertawa puas
"okee lah yang ke tiga"
"I handsome"
"ya.. aku tau itu mas.. kamu memang tampan".jawabku malas
"ihh.. makasih istriku sayang, makin tayang lah jadinya". ucapnya seperti anak kecil, lalu mencium pipiku
"yang ke empat"
"do you love me?" tanya mas raka
"what?" ucap mas raka terkejut.
"bercanda loh mas,ihh baperan bener dah buset". ucapku sambil memutarkan bola mata malas
"oh.. okee no problem"
"yang ke lima"
"do you want to grow old with me?" tanya mas raka lagi
karena aku malas berdebat yasudah aku menjawab.
"yes, yo happy?" tanya ku lagi
__ADS_1
"of course". jawabnya sambil tersenyum
"sudah lah mas, aku capek. kamu bukan mengajariku tetapi menjebakku, dan menjerumuskan aku kedalam lobang buaya".
ucapku kesal
"iya deh sayang, gak lagi kok". jawab mas raka sambil membujukku
tak lama datang art dan berkata babwa makanan sudah siap
"nyonya, tuan. mari makan, makanannya sudah siap". ucap art itu lemah lembut
karena usianya sudah tua, jadi aku menganggapnya sebagai ibu kandungku klo lagi kangen sama ibu.
"ehh iya bik, nanti kami nyusul". ucapku
"ayo mas makan dulu, aku udah lapar nih". ucapku pada mas raka sambil mengajaknya makan siang
lalu kami berjalan beriringan, dan mas raka selalu menuntunku untuk turun kebawah untuk makan siang
"hati-hati sayang!" ucap mas raka panik takut terjadi sesuatu.
"it's okey mas, no problem". ucapku meyakinkan mas raka
sesampainya kami di meja makan lalu kami duduk saling berhadapan.
lalu kami mulai melaksanakan aktivitas makan siang itu.
setelah selesai makan, kami melaksanakan shalat zuhur berjama'ah di rumah kami
setelah selesai shalat, ku pandangi wajah yang selama ini memberiku kasih sayang, kesabaran, ke bahagiaan, semuanya lah
"ngapain liat-liat, ahh..mas tau kok sayang, mas itu memang lh sangat tampan". ucap mas raka kepedean, dan percaya diri.
__ADS_1
bersambung...