GADIS DESA MENIKAH DENGAN CEO TAMPAN

GADIS DESA MENIKAH DENGAN CEO TAMPAN
bab : 41 (berbagi itu indah) happy reading


__ADS_3

ia terus saja mengalir, dan mengalir tanpa henti.


ternyata mama melihat ku menangis


"loh? kamu kenapa sayang?" tanya mama


"ga papa kok mah, cuman sedikit kelilipan aja tadi ".ucapku berbohong.


"oh.. "ucap mama hanya oh saja


karena hari yang mulai siang, dan di terjang oleh matahari. akhirbya kami kerja terburu-buru agar cepat selesai.


"dah siap! "ucap ku lalu berdiri


"mama juga sudah kok". timpa mama


"yah, saya yang terakhir". ucap ibu dengan ekspresi yang sangat menggelikan.


lalu kami bertiga pun bangkit, dan membawa tempat masing-masing kedalam rumah


jangan tanya aku bangkit dari mana? yah jelas lah bangkit dari deprok di tanah. klo jongkok aku ga tahan, make bangku ribet, deprok/ ngelesot di tanah lah jawabannya


apa sih bilang nya yah? klo dekat rumah aku klo misalnya duduk tanpa alas sih bilangnya deprok atau ngelesot gitu.


tapi gak tau lah yah di daerah para readers kya mana? biasanya beda daerah beda namanya, tapi yaudahlah ga usah di bahas


lalu kami masuk kedalam rumah sambil membersihkan hasil panenan hari ini.


"emm, mah. kayanya kebanyakan deh klo kita masak sendiri". ucap ku

__ADS_1


"iya juga yah? ini mah banyak banget!" ucap mama


"klo gak, kita bagi ke tetangga aja yuk mah? dari pada mubazir, kan sayang.lagi pula nanti dapat pahala lagi? "ucapku memberi saran


"ide bagus! ya sudah ayo kita siapkan yang mana-mana aja untuk di bagikan" ucap mama antusias


"yang untuk kita gak usah banyak-banyak mah! sayang klo gak kemakan. mas raka payah klo tentang sayur". ucapku


"iya memang tuh si raka, dari dulu emang payah banget klo soal sayur". timpa mama lagi


"ambil agak banyakan aja lah yah? kan dirumah rame, gak kalian berdua aja".ucap mama


"ya sudah terserah mama gimana baiknya aja". ucapku


"kita suruh bik minah aja yah?" tanya mama


"gak usah lah mah, biar aku aja". jawabku


"nggak lah mah". jawabku memastikan


"ya udah klo gitu mama ikut. biar mama nemenin kamu". ucap mama


"tapi..mahh? "ucapku tak yakin


"udah ayo, gak papa". balas mama lagi


lalu kami permisi ke ibu, agar tak kecarian bila kami tak dirumah.


kami berjalan kerumah-rumah tetangga, dan mereka sangat antusias dan senang menerima sayuran pemberian kami

__ADS_1


"assalamualaikum". ucap kami memberi saran


"walaikumsalam". ucap seseorang dari dalam


"ini bu kami ingin memberi sayur". ucapku


"eh..makasih yah mbak karina! semoga murah rezeki , panjang umur, sehat selalu,dan diberikan buah hati yang sholeh sholeha". ucap ibu-ibu itu sambil mendoakan ku.


"aminn".ucapku lalu permisi pergi ke samping rumahnya.


beginilah klo berbagi. padalan hanya sayur, dan itu tak seberapa. namun antusias nya luar biasa bahkan sambil mendoakan pula


namun ada juga yang cuek. di beri namun tak berterima kasih atau pun gembira seperti tetangga sebelumnya


setelah semua sayur habis, aku dan mama pulang kerumah untuk makan siang


sesampainya dirumah, aku melihat mobil mas raka sudah terparkir di garasi.


"lah? mas raka dah pulang?" tanya ku dalam hati


"itu mobil raka kok dirumah? apa dia sudah pulang? "tanya mama


"mungkin aja sih mah". jawabku lalu kami pun masuk kedalam


saat aku dan mama masuk kedalam, nampak mas raka tengah duduk di sofa ruang keluarga


"loh mas, sudah pulang?" tanyaku


"iya". jawabnya

__ADS_1


lalu aku duduk di samping nya.


bersambung..


__ADS_2