
🌷🌷🌷🌷
melihat air wajah Zein yang sudah tampak marah, lalu Vania melanjutkan ucapannya
"Gue ga masuk, karena lagi jaga kakak ipar gue, kasihan ga ada yang nemenin". jelas Vania
"Kenapa harus lo? kan banyak saudara yang lain". tanya Zein
"Ga ada, mereka sibuk!" ucap Vania ketus
"Dah lah, sana lo! ganggu gue aja, gue lagi sibuk". ucap ku ketus lagi
"Lo ngusir gue? "tanya Zein yang tak kalah emosi
"klo emang iya, kenapa? mau marah? terserah gue dong, rumah-rumah gue". cerocos Vania, mengusir Zein
"Dah, minggir loh! bisa stres gue deket-deket sama lo". ucap Zein, lalu pergi
Di sana dapur bego,lo mau ngapain di dapur? tanya Vania sambil tertawa
Zein yang tadi nya berjalan, kini berhenti dan balik arah.
"Ya sorry lah, nama nya gue ga tau". ucap Zein, lalu pergi
"Huh, dasar manusia goblok. tau nya cuman marah,marah,marah". gerutu Vania
"Tapi mengapa, saat gue deket-deket sama tu cowo rese, jantung gue kok kek mau copot gini ya?" batinnya
"Ah, sadar Vania,sadar. ya kali cinta lo buat cowo kek dia itu? kan ogah". batinnya, sambil membuang pikirannya jauh-jauh
Saat Vania balik lagi kedepan, sepertinya kaki nya kesleo dan di tangkap oleh seseorang
"Eh,eh,eh!" ucap Vania, karena kehilangan keseimbangan
__ADS_1
Hap! seseorang menangkap nya
Ternyata, yang menolong Vania adalah Zein.
Kini mata mereka saling tatapan, hingga tanpa sadar semua tamu fokus kepada mereka
"Cantik!" gumam Zein yang masih bisa di dengar oleh Vania
"Buset, ni cowo klo di liat-liat, ganteng bener yak? aliando syarif kalah kaya nya nih". batinnya sambil senyum-senyum
Saat ia tersadar, Vania langsung berdiri.
"Ga usah modus!" ucap Vania asal
"Woy! seharus nya lo tu bersyukur gue tolongin, klo ga? ga berani rasa lo keluar rumah sampe setahun". ucap Zein,marah
Lalu para tamu menyorakin mereka
"Cie...cie..."
"romantis banget!"
"ini semua ulah lo! gue jadi malu nih, bisa turun harga diri gue gara-gara lo". ucap Zein berbisik di telinga Vania
"Eh kutu kupret, lo kok jadi nyalahin gue sih?" ucap Vania tak terima di salah kan
"Jangan-jangan lo modus lagi sama gue". tuduh Zein
"wahai kupu-kupu malam, lo bilang gue modus sama lo? idih amit-amit". oceh Vania
karena masih jadi sorotan, akhirnya Zein lebih memilih ke tempat yang agak sepi, agar tidak bisa di lihat orang.
"Ikut gue!" ucap nya sambil menarik tangan Vania
__ADS_1
"Lo tadi bilangin gue apa? kupu-kupu malam? mata lo peang gue kupu-kupu malam". amuk Zein tak terima di bilang kupu-kupu malam.
"Oke,oke! lo bukan kupu-kupu malam, melainkan banci di pinggir jalan". ucap Vania asal, sambil tertawa jahat
"mulut lo kok bedes banget sih, lo makan apa sebenarnya?" tanya Zein
"Gue makan ati, puas lo". ucap Vania lalu pergi meninggalkan Zein
"Lo klo bersifat kaya gitu, lo tu kek ga punya etika tau ga sih? emang nya orang tua lo ga di didik lo". ucap Zein, dan tanpa sadar membuat hati Vania sakit.
lalu ia berbalik, dan menampar Zein
plak!!
"lo bisa ya ngata-ngatain gue, tapi please jangan bernah bawa-bawa orang tua gue!"
" klo emang gue ga di didik sama orang tua gue kenapa? apa urusannya sama lo". marah vania, dan tak sadar air matanya terus mengalir
"Orang tua gue udah meninggal sejak gue kecil. dan dari sejak kecil gue diurus oleh om bagas, karena dia satu-satunya saudara papa gue".
"Dan klo lo bilang gue ga pernah di didik, lo salah besar. paham lo!" ucap Vania lalu pergi meninggalkan Zein
Air mata Vania terus mengalir begitu saja. bahkan mereka berlomba-lomba untuk terjun ke pipi Vania
Zein yang merasa tak enak hati pun, akhirnya mengejar Vania dan menarik tangan Vania
"Van, gue minta maaf! gue ga maksud ngomong gitu, serius deh". ucap Zein meminta maaf
Lalu Vania menghentakkan tangannya agar terlepas dari genggaman Zein
Lalu Vania pergi kembali
"Oh astaga! lo gila Zein! lo udah ngehancurin hati seseorang". gumamnya
__ADS_1
lalu Zein pun kembali kedepan, ia berusaha mencari Vania namun tak ketemu.
bersambung...