
"gue tunggu besok". ucap Zein semangat
"Dah pulang sana lo! gue sibuk". usir Vania
"ya udah, klo gitu gue pigi dulu assalamualaikum". salamnya lalu pergi meninggalkan rumah Raka
"yes! yes! yes... " soraknya sambil melompat-lompat kegirangan
Vania yang mengintip dari jendela, tersenyum-senyum sendiri
Oalah, orang cinta kok gengsian
keesokan hari nya pun tiba.
Zein sudah dari pagi tadi ia ke kantor, hanya untuk melihat Vania
Namun yang ditunggu-tunggu, tak kunjung datang hingga pukul 09.00 pagi.
Zein yang semulanya gembira, kini merasa panik, sedih, dan marah.
"tega banget lu Vania, lo bilang mau datang, ternyata apa?" semua hanya omong kosong. gerutu Zein
Tak lama, datang lah seorang gadis dengan postur tubuh yang waw.
Vania tak hanya memiliki wajah yang cantik, ia juga memiliki tubuh yang ideal. tinggi, rambut panjang, putih... ah, Zein pun sampai terlesona melihatnya
"Haii!" sapa Vania ramah pada Zein
"Kau?" ucap Zein terkejut dan juga gembira
__ADS_1
"Kenapa? kau tak ingin aku kembali kah?" tanya Vania
"Eh, bukan begitu. gue pikir lo ga bakalan nempati janji lo". jelas Zein lagi
Tampa di suruh, Vania langsung duduk di meja kerja nya seperti biasa.
"Kek gini kan enak, kenapa aja ga dari dulu, gue kan jadi lebih semangat". batin Zein sambil nyengir-nyengir.
"Kerja woy! jangan nyengir-nyengir mulu!" teriak Vania
dirumah, Karina sedang sibuk mengurusi dua bayinya. iya sangat sibuk dengan kedua bayi nya, hingga lupa dengan dirinya sendiri.
"Sayang, apakah sebaiknya kita memakai jasa baby sitter aja? " tanya Raka yang kasihan dengan istrinya yang selalu mengeluh kelelahan.
"Tidak mas, aku ga mau! biar kan mereka besar di tangan ku". jawab Karina menolak
Ga, aku ga mau titik! jawab Karina, lalu meletakkan bayi mungin nya kembali ke box, karena telah di beri asi
Saat kedua bayi nya sudah terlelap, barulah ia bisa tenang beristirahat.
ia menyandarkan bokong nya ke sofa, dan juga merentangkan kakinya, dan sedikit memijit bahunya yang terasa sangat pegal
"Huh, nikmatnya". ucap Karina
Karena tak tega melihat sang istri, akhirnya Raka memilih tuk memijitkan bahu dan kaki Karina yang terasa sangat pegal
"Uhh! enak sekali. sini mas, agak turun! nah iya tu sakit banget". ucap nya mengatur
namun Karina sangat menikmati pijitan suaminya, ya walaupun tangan Raka agal sedikit liar
__ADS_1
"Mau sampai kapan kamu begini?" tanya Raka
"ya sampai anak kita besar lah!" balas Karina
"Udah lah mas, ga ada baby sitter-sitteran!" ucap Karina marah
"Ya udah deh, masa gitu aja ngambek?" ledek Raka
"Yang! biasa, ntar malem". ucap Raka memberi kode
"Ada acara apa emang ntar melem?" batin Karina bertanya-tanya
"Emang ada acara apa mas?" tanya Karina polos
"Iss, bukan acara loh yang! tapi... biasa lah, kan udah bisa. orang sudah sebulan lebih juga pun". ucap Raka menjelaskan
"Ga ah mas, aku lagi cape!" tolak Kania
"ck, ayo lah yang! sudah lama banget!" rengek Raka
"Kamu klo kaya gitu, seperti anak kecil yang merengek meminta di belikan es krim tau ha mas?" ucap Karina samb tertawa puas
Terjadilah ritual malam tersebut, namun saat ingin memulai. tiba-tiba, abyasa menangis dan segera Karina melilitkan tubuhnya dengan handuk.
lalu menyusui putra nya.
"Ck, ayo lah nak! kau ini mengganggu saja". batin Raka
bersambung...
__ADS_1