
Telah tiga hari berlalu, Karina dirawat dirumah sakit. kini ia sudah boleh pulang.
Begitu sampai di rumah, mereka terkejut. ternyata mereka telah membuat acara yang sangat mewah, dan sudah ramai dihadiri oleh rekan bisnis, sanak saudara, dan para tetangga lain nya.
"Loh mah, ini ada apa?" tanya mas Raka
"Iya, mama sama papa buat acara syukuran untuk baby twins". ucap Mama lastri
"Ya ampun mah, ini terlalu mewah loh". ucap Raka agak keberatan
"Udah, kamu diam aja. buat acara gini, ga ada apa-apanya sama kebahagiaan yang kita dapat". ucap mama Lastri
Lalu Karina meletakkan kedua baby nya di box bayi, dan ia ikut gabung bersama tamu yang lain.
Sementara ini, box bayi nya di letak dekat ruang tamu, jadi jika ada yang ingin melihat di susah, dan bisa di lihat-lihat keadaannya
Rata-rata semua tamu membawa pasangannya masing-masing.
"Ih, gemes banget deh!"
"ih, lucunya!"
"Tampan banget!"
"Gemes, jadi pingin nyubit"
Ya, begitulah kata para tamu undangan, memuji bayi ku
__ADS_1
Aku melihat Vania sangat kerepotan. ingin ku bantu, namun tidak boleh oleh mama lastri
Dia terlihat mondar mandir, membawa nampan yang berisi makanan untuk para tamu
9Permisi pak,bu , ini makanannya, jangan lupa dimakan yah". ucap Vania, menawarkan makanan
Saat ia hendak menghidangkan minuman ketama yang lain, tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya
"Jalan pake mata dong! " ucap Vania, lalu mendongak keatas. dan betapa terkejut nya ia, siapa yang telah menabraknya
"Elo?" jawab mereka kompak.
"Lo ngapain disini? "tanya Zein
"Eh bego! ini rumah gue, dan seharusnya gue yang nanya lo ngapain disini?" tanya Vania balik
"Gue disini di undang sama om bagas, papanya mas Raka". jelas Zein
"Liat nih, gara-gara lo! jadi berantakan semua". omel Vania
Bukannya marah, Zein malah meminta maaf kepada Vania
"Hem, sorry. gue ga sengaja". ucap Zein meminta maaf.
"kesambet apaan nih orang? kok baik bener, ga kaya biasanya. wajib di manfaatin nih hihihi ". batin Vania sambil tertawa
"What? seorang Zein yang sok cool, sok ganteng, sok hebat ini berminta maaf sama gue, uwuw. "ucap Vania sambil tertawa
__ADS_1
"Emang salah ya, klo meminta maaf? "ucap Zein
"Ga salah sih. cuman gue ga nyangka aja gitu, ntar harga diri lo turun lagi". ucap Vania, lalu pergi meninggalkan Zein yang sedang terpatung
"Jangan lupa, abis dari sini lo langsung berobat deh, rasa gue ada urat-urat yang putus tuh". ledek Vania
"Gue suka lo! gue suka cara lo bersikap, cara lo berkata, dan gue suka diri lo apa ada nya". gumam raka
lalu ia menepis semua pikirannya itu, jauh-jauh.
"Apaan sih Zein? lo mana mungkin suka sama cewe resek kek gitu, sadar Zein, sadar!" ucapnya sambil menepuk-nepuk pipinya.
Duh! jantung gue kok ngajak demo gini sih?" ucap Vania bingung
"Jangan-jangan, gue suka lagi sama ceo gendeng itu? ih, amit-amit, ogah gue ga mau. mending jomblo deh, dari pada sama dia. bisa mati berdiri gue entar". guman Vania
Ternyata, Zein dari tadi mengikuti Vania dari belakang. lalu ditariknya tangan Vania
"Apaan sih lo? narik-narik segala". ketus Vania
"Lo kemana aja? sampe udah seminggu ini ga masuk-masuk?" tanya Zein, penuh selidik
"Suka-suka gue dong!" ucap Vania asal
melihat air wajah Zein yang sudah tampak marah, lalu Vania melanjutkan ucapannya
"Gue ga masuk, karena lagi jaga kakak ipar gue, kasihan ga ada yang nemenin". jelas Vania
__ADS_1
"Kenapa harus lo? kan banyak saudara yang lain". tanya Zein
bersambung...