
"hemm,belum tau sih tan. cuman rencana aku sih mau kerja di sekitaran kota sini aja". jawabnya.
"oh, gimana klo kamu kerja di kantor mas aja?" tawar mas raka
"udah terima aja, dari pada kamu repot-repot kesana kemari mencari kerjaan, kan lebih baik kerja tempat mas mu aja". hasut mama
"ya udah lah, aku kerja di kantor mas raka aja". jawab vania
"nah gitu dong, ya udah besok kamu ikut mas ya?". ucap mas raka
"oh iya mas, aku nanti dapat bagian apa"?tanya vania
"hem apa ya? OG cocok deh kayak nya". jawab mas raka
"ihh, kok OG sih! sia-sia banget S2 aku yang di amerika". jawab vania sambil cemberut
"kamu nih mas, yang bener dong! lihat tuh vania, jadi ngambek kan dia". ucap ku membela vania
"nah tuh dengerin kata kakak ipar, masak aku di jadiin OG? huh ga banget lah mas". jawabnya masih emosi
"idih baperan! mas kan cuman bercanda, ya ga mungkin lah adek mas ini jadi OG". ucap mas raka sambil mengacak-acak rambut vania
"eh,eh! aku baru kesalon loh mas! kan jadi rusak lagi rambut ku". ucap vania kesal
kami yang melihat ekspresi wajah vania yang sangat kesal,namun terkesan lucu itu hingga kami semua menertawainya
__ADS_1
"kok pada ketawa sih? "ucap nya masih kesal
namun tak ada yang membela nya sama sekali.
kini ibu lah yang berpihak padanya
"sudah!sudah! kasian itu nak vanianya klo diketawain mulu". ucap ibu membela
"tuh dengerin kata ibu nya kakak ipar! tante juga ih, masak ikutan sih ngetawain aku bete deh".ucap vania
"cie..cie.. merajuk nih yee!" ledek mas raka
********
lalu kami berbincang-bincang hingga siang hari. karena keasyikan bercerita, kami semua sampai lupa waktu
"iya bik, makasih ya". ucap mama
"ayo,ayo mari kita makan siang dulu". ajak mama
lalu kami semua makan siang bersama. saat sudah selesai, kami langsung shalat berjamaah dan mas raka sebagai imamnya
setelah shalat, kami berkumpul lagi di ruang keluarga
"hem kaya nya ibu harus pulang kerumah deh rin". ucap ibu
__ADS_1
"loh, kok pulang sih bu? ".tanya ku
"iya bapak mu di sana sendirian, ibu gak tenang. disana dia ga da yang ngurusin". jelas ibu
"ya udah lah buk, nanti ibu mas raka aja yah yang antarkan ibu pulang". tawarku
"ga usahlah, ngerepotin". ucap ibu
"udah ga papa bu, biar raka saja yang mengantar kan. biar karina dirumah sama saya". ucap mama meyakinkan
"ya sudah lah klo begitu, saya permisi kedalam dulu ya mau membereskan barang-barang". ucap ibu meminta izin
setelah semua nya selesai, kini ibu sudah siap ingin balik ke kampung
tak lupa aku mencium punggung tangan ibu dan memeluknya.
tak sadar, air mata ini lolos dan membasahi pipiku
"loh! loh! kok nangis? "ucap ibu
"ga papa lah rin, kan masih ada mama disini". ucap mama
lalu mereka berpelukan. setelah selesai berpamitan, kini mobil yang di gunakan siap meluncur.
"hati-hati mas, jangan ngebut-ngebut." pesanku
__ADS_1
setelah kendaraan roda empat itu sudah tak terlihat, kami memilih masuk kembali
bersambung...