
sore hari
"mah, mas raka kok belum balik juga yah?" tanya ku pada mama khawatir
"mungkin macet. kamu ga usah mikirin kali, tenang aja". ucap mama menenangkan
"iya juga yah mah, mungkin terkena macet di jalan. apa lagi jam segini ini jamnya orang pada pulang kerja, makanya rame". ucap ku
"udah sekarang kamu mandi dulu, bersih-bersih aja dulu". suruh mama
"baiklah mah". ucapku lalu pergi meninggalkan mama seorang diri.
dan jam dinding sekarang sudah menunjukkan pukul 08:00 malam.
"mah, udah jam segini tapi kok mas raka belum sampe juga? ".ucapku panik
"tenang sayang, jangan terlalu dipikirkan. mungkin bentar lagi sampe kok". ucap mama
"iya kakak ipar, bawa santai aja. terus kita doain mas raka semoga ga kenapa-napa". ucap vania
aku terdiam sesaat, sambil menenangkan diri dan membuang jauh-jauh pikiran buruk ini
tak lama terdengar suara klakson mobil dari luar.
"tin...tin...tin.."
"nah, itu dia si raka. kan dah mama bilang. pasti dia habis terkena macet". ucap mama senang
tak lama, ada yang mengetuk pintu dan segera dibuka oleh mama
"loh kok papa? ".ucap mama terkrjut
"loh kenapa mah? kok liat papa kaya gak senang gitu". ucap papa
"papa sendiri? rakanya mana? ".tanya mama
"iya papa sebdiri, klo raka mana lah papa tau? emang raka kemana?". tanya papa
"tadi dia abis nganterin ibunya karina kekampung. tapi sampai sekarang ga balik-balik". jelas mama
"oh, jadi ibu nya karina pulang jari ni? kok cepat kali? "tanya papa
"iya soalnya ga tega liat suaminya dikampung sendirian". jawab mama
"em, mama gak nyuruh papa masuh nih?". ucap papa
"eh lupa, ya udah mari masuk pah". ajak mamah
sesampainya di ruang keluarga, kami semua heran mengapa papa yang datang dan bukannya mas raka.
"loh vania, kapan kemari?" tanya papa
__ADS_1
"tadi pagi om". ucap nya sambil mensalim tangan papa
"loh, kalo yang tadi itu papa. jadi mas raka kemana dong?" ucap ku semakin bertambah khawatir
"udah kamu tenang! pikir kan anak yang ada di kandungan mu sayang". ucap mama
aku hanya diam. tak lama terdengar suara klakson kembali
"tin...tin..tin.."
"nah itu pasti mas raka". ucapku lalu terburu-buru menuju pintu
"menantu kamu itu mah, kayanya ga bisa deh mereka berjauhan".ucap papa mas raka sambil tersenyum
"apa gak nya, orang sepertinya udah kena pelet tuh sama sih raka". ucap mama menimpali
lalu mereka cekikian berdua.
"yee, aku dikacangin!". ucap vania
"makanya nikah biar ngerasain, jangan jomblo mulu! ".ledek mama
"ihh tante pun! ".ucap vania mulai kesal
"ala cup..cup..cup.. sini! sini tante peluk". ucap mama lalu memeluk vania
"ceklek". pintu pun terbuka
saat pintu terbuka, nampak lah si raka sedang berdiri didepan pintu dan langsung di peluk oleh karina
"mas kok lama banget!" ucap karina sambil menangis
"hiks...hiks..hiks.."
"loh kok malah nangis? kamu kenapa sayang?" tanya raka
"aku khawatir tau ga sih? a..ku pikir tadi mas.."ucapnya terputus
"shut..! jangan pernah berfikir yang bukan-bukan. paham? "ucam raka menimpali
"ya udah mari masuk! "ajak raka
sepanjang kaki melangkah, raka tak pernah melepaskan genggaman tangan sang istri
hingga tibalah mereka di ruang keluarga
"yaelah di gandeng mulu!" celetuk vania
"yaelah,kok sewot banget sih." balas mama raka
karina pun sebal karena lagi-lagi iya jadi bahan tertawaan.
__ADS_1
"ih tante, seharusnya tante itu bela dan dukung aku dong!" cerocos nya
lalu mereka tertawa kembali
"kenapa? iri? makanya nikah. jangan jadi jomblo mulu!". ucap mas raka
"ih, tante sama mas raka sama deh. sama-sama nyebelin tau". ucap nya semakin kesal
"om, om ada di pihak aku kan? "ucap vania
"ga deh, om di pihak tante kamu aja. makanya nikah! ". ucap papa raka membuat vania semakin sebal
"sekarang tinggal kakak ipar. kakak ipar dukun vania, atau mereka bertiga? "tanya vania
"sini yang! yang! gausah! udah sini buruan.." ucap mas raka
"mas raka diem!!!" ucap vania sambil berteriak
"iya, kakak ada di pihak kamu kok. tenang aja kamu ga sendiri kok". ucap karina menyemangati vania
lalu vania langsung memeluk kakak ipar nya itu.
"dengarkan semua, setidaknya ada juga yang di pihak aku". ucap nya menantang
"alah cuman berdua, ada imbang sama kami bertiga?" ucap mas raka angkuh
"duh kakak ipar, bagaimana ini? "bisiknya di telinga karina
"udah tenang, kita tantang balik mas mu itu. kita ga boleh kalah! "ucap karina
"yah ga adil dong klo gitu?" ucap vania
"ga adil? ga adil gimana?" tanya raka
"iya dong. sekarang kakak ipar hamil, minimal ga boleh ikut. berarti aku sendiri dong? sedangkan kalian bertiga kalah lah aku". ucap nya
"sudah! sudah! udah malam, ayo kita makan dulu".ucap karina
untung di suruh makan, klo gak abis mas aku telan". ucap vania
"ah masak sih, ih jadi takut". ucap raka sambil tertawa
"ih tante, liat tu mas raka! dia ledekin aku mulu". ucap vania mengadu
lalu karina menjewer kuping si raka
"ih sakit yang". ucap raka meringis kesakitan
"terus kakak ipar! biar sampe putus! jangan kasi kendor! jangan kasi ampun!". ucap vania gembira
"shut! kamu ini". ucap mama lastri sambil tersenyum
__ADS_1
"pilih diam, atau ku buat kuping ini putus?" ucap karina mengancam.
bersambung...