GADIS DESA MENIKAH DENGAN CEO TAMPAN

GADIS DESA MENIKAH DENGAN CEO TAMPAN
bab : 61 (mimpi ) happy reading


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷


"Loh tan, mbak Karina sama mas Raka nya mana? Kok Arsya sama tante?" Tanya Vania sambil mendekati tantenya


"Mereka kerumah sakit". Jawab mama Lastri


"Lho, siapa yang sakit tan?" Tanya Vania bingung


"Si Arka yang sakit, badannya panas banget! Jadi tante langsung suruh kerumah sakit aja". Jelas mama Lastri


"Sini tan, Arsya aku aja yang gendong". Pinta Vania


"Kamu jaga dulu yah, tante mau ketoilet bentar". Ucap mama lastri lalu pergi


"Hey, ponakan tante cantik banget". Ucap nya pada Arsya


Tak lama, terdengar suara mobil datang, dan mulai masuk ke perkarangan rumah.


"Assalamualaikum". Ucap mereka serempak


"Waalaikumsalam". Jawab Vania


"Bagaimana keadaan Arka mbak?" Tanya Vania


"Kata dokter Arka terkena diare Van". Jawab Karina sedih


"Ya allah. Kok bisa kena diare mbak?" Tanya Vania kepo


"Alergi susu formula". Jawab nya


"Tante mana?" Tanya Raka


"Tadi katanya ke toilet bentar". Jawab Vania


"Loh, Arsya kok belum tidur?" Tanya Karina


"Napa nak, ga ada kawan iya? Kacian kali lah anak mommy". Ucap nya dengan bayi perempuannya


"Mas!" Panggil ku

__ADS_1


"Hem, ada apa?" Tanya nya


"Ini lo anak nya di ambil, kasian Vania capek mau istirahat dia". Ucap ku


"Sini Van, biar Arsya sama mas aja". Pinta mas Raka


"Dada sayang!" Ucap Vania lalu menciumi bayi ku


"Dada tante, Arsya bobok dulu ya". Balas Karina


"Ya sudah, kamu tidur gih. Ntar klo tante nyariin, bilang kami udah pulang ya". Pesan mas Raka


"Oke mas". Jawab nya antusias


Lalu kami kembali ke kamar. Sesampainya di kamar, aku mulai meniduri baby ku


Klo si Arka, sudah terlelap dari di perjalanan. Sedangkan Arsya, mata nya melotot mulu ga merem-merem


Aku bolak balik menguap, pertanda kalo sudah ngantuk


"Sini Arsya sama mas aja". Kamu tidur aja duluan, biar mas nidurin Arsya dulu


"Iya! Udah sana kamu tidur, nanti mas nyusul". Ucap nya


Lalu aku mulai menyenderkan tubuh ku ke atas ranjang . Nikmat nya, tak terasa aku pun terlelap


Saat aku terbangun dari tidur ku, ku lihat mas Raka sedang tidur dengan kondisi duduk di tepi ranjang, dan memangku Arsya yang sudah tertidur dalam dekapannya


Seketika senyumku mengembang melihat ini


Pelan-pelan, ku ambil Arsya dalam gendongan mas Raka, dan meletakkannya di dalam box bayi


Ku lakukan dengan hati-hati, agar sang empu tak terbangun


Lalu, pelan-pelan aku menarik tubuh mas Raka, berniat untuk ingin meluruskan tubuh nya di atas ranjang.


Ternyata aku ga punya cukup tenaga, untuk menyeretnya


"Duh mas, kamu kok berat banget?" Gumamku

__ADS_1


Perlahan aku menaikkan kaki nya ke atas ranjang, setelah itu mulai menyeret kaki nya supaya bisa tertidur dalam posisi telentang dan bukan duduk


Ku hayati wajah suamiku saat tertidur, wajah nya sangat adem sekali


"Aku bersyukur menjadi istri kamu, dan beruntung banget mas!" Gumamku sambil terus memperhatikan wajah suamiku


Dan akhirnya, Karina pun ikut terpejam dan sudah masuk ke alam mimpi


Berbalik dengan Vania. Bisa-bisanya dia mimpi sedang berduaan bersama Zein


Begitu juga dengan Zein, ia malah memimpikan Vania


"Van!" Panggil Zein


"Iya, ada apa?" Tanya Vania


"Sebenarnya, gue itu udah sayang sama lo, Dari awal kita ketemu. Tapi gue takut tuk mengungkapkannya". Ucap Zein


"Hah? Jadi maksud lo, lo nembak gue gitu?" Tanya Vania


"Yes! Will you merry me?" Tanya Zein


"Ya, aku mau!" Jawab Vania


"Benarkah? Kamu terima cinta aku dan mau menikah dengan ku?" Tanya Zein lagi


"Yes! Aku mau hidup dengan kamu". Ucap Vania


Lalu mereka bersorak gembira, dan akhirnya terbangun karena suara alarm nya berbunyi


"Astaga! Gue cuman mimpi ternyata". Ucap Vania.


Sama juga dengan Zein, yang menyadari bahwa ia hanya bermimpi


"Sial! Gue pikir nyata. Tapi ga da salahnya klo aku nyoba ngungkapin hati gue ke Vania, mana tau dia nerima yakan?" Gumam Zein


Tembak sekarang, apa ntar dulu ya? penasaran.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2