
"Aku juga cantik, apakah kamu mau menjadi pacarku?" Tanya google
"Ha? Maaf! Salah sambung". ucap Zein, lalu langsung meletakkan gawainya
"Geer banget tuh google. Pake acara nembak segala, awak aja mau nembak orang, eh dia malah ikutan nyosor". Gumam Zein
"Oke, berarti gue harus buat Vania suka sama gue. Tapi, caranya gimana ya?" Ucap Zein bingung
"Ah, gue ajak jalan aja kli ya? Atau nongkrong gitu! Nah, pas nih". Gumam nya setelah mendapat ide
"Kenapa sih, Zein ga peka gitu? " Geram Vania
"Masa sih, gue yang nembak dia duluan, kan ga cocok banger! Mau taruh dimana muka gue?" Omel nya dalam hati
Sedangkan Karina dan Raka, sampai sekarang belum bangun juga
Mereka terbangun, saat kedua bayi nya menangis dengan bersamaan.
"Ya allah, udah siang!" Pekik nya terkejut
"Mas! Mas! Mas!" Panggil Karina
"Hem!" Jawab nya sambil menggeliat
"Mas, udah siang. Kita kesiangan!" Ucap Karina panik
"Ha? Jam berapa yang?" Tanya raka tak kalah panik
Saat keduanya melirik jam dinding secara bersamaan, dan semua bubar sibuk dengan keperluan nya masing-masing
"Astaga! Udah jam sepuluh?" Jawab keduanya serempak
Sudah tak di pentingkan lagi kedua bayi yang menangis itu.
Tok! Tok! Tok!
"Yang! Buruan! Mas ada meeting ini! Sabar dong mas, kebelet". Jawab Karina
Setelah selesai menuntaskan hajatnya, karina langsung lari kedapur untuk memasak
"Ais ya allah, kok bisa lah aku kesiangan gini?" Gumamnya
Saat iya sudah berada di dapur, nampak mama sedang membuat kopi.
"Loh, ma! Mama lagi ngapain?" Tanya karina
"Ini mau buat kopi". Jawab mama
"Kamu mau ngapain?" Tanya mama balik
"Mau masak ma". Jawab Karina
"Udah mama masak. Tadi mama sama Vania yang masak". Jelas mama
__ADS_1
"Jadi mama yang masak? Maaf yah ma". Ucap Karina tak enak hati
"Iya ga papa". Balas mama
"Oh iya mama kok ga bangunin?" Tanya karina
"Mama ga mau ganggu kalian". Jawab mama
Sedangkan Raka yang berada di kamar, sedang sangat kerepotan
Dengan kondisi kepala yang masih berbusa, ia berusaha menenangkan kedua bayi nya
"Cup! Cup! Cup!"
"Duh, mommy kalian mana sih? "Ucap Raka panik
Sesekali ia terus memanggil istrinya
"Yang! Yang! Yang! Anak nya nangis". panggil Raka sambil berteriak
"Duh, macam mana lah ini?" Ucap nya bingung
"Masyaallah! Anak ku ma". Ucap Karina, lalu naik kembali ke atas
Dan bener saja, anak nya dua-duanya menangis
"Duh yang, dari mana sih? Dah tau anak nya nangis, malah di tinggal". Omel Raka
"Kamu itu ya". Ucap Raka geram
"Sorry lah mas. Udah sana kamu mandi lagi, mana kepala busa semua lagi". usir Karina
Mama yang sangat khawatir, ternyata mengikuti Karina naik ke atas
Ceklek! Pintu pun terbuka
"Eh, ma! Kok gak ketuk pintu dulu sih?" Omel Raka
Melihat anaknya yang hanya menggunakan handuk yang menutupi pinggang sampai lutut itu pun, langsung memalingkan muka
"Ya ampun! Mata mama ternodai!" Teriak mama
Raka pun langsung berlari ke kamar mandi, dan menguncinya sambil melanjutkan ritualnya yang sempat tertunda
"Si kembar kenapa, Rin?" Tanya mama panik
"Ga kenapa-napa kok ma". Jawab Karina
"Tadi kamu lari, jadi mama ikutan panik". Jelas mama
"Oh. Aku lupa, klo tadi sikembar nangis, dan aku tinggal gitu aja". Jelas Karina
"Oalah, ya udah sini Arka sama mama aja". Pinta mama
__ADS_1
Lalu kami turun ke bawah.
"Ga ada niatan mau pakai baby sitter?" Tanya mama
"Ga lah ma! Jaga sendiri aja". Tolakku
Mama hanya manggut-manggut
"Oh iya ma, Vania mana?" Tanya ku
"Dia udah pergi dari tadi. Mama rasakan, dia kayanya cocok deh sama bos nya itu". Jelas mama
"Masa sih ma?" Ucapku tak percaya
"Klo mama rasa sih, kaya nya iya. Soalnya Vania klo cerita ke mama, selalu ceritain bos nya itu". Ucap mama
"Oh, bagus juga sih ma klo itu memang benar". Balas karina
"Iya, mama sih seteju saja asal kan itu yang terbaik". Ucap mama
"Sini ma, gantian. Biar Arka nya aku susuin dulu". Pinta Karina.
Lalu mereka pun tekeran. Arka sama Karina, dan Arsya sama mama
"Liat ini ma! Arka selalu nolak mulu klo aku kasi asi". Ucap Karina, sedih
"Kamu paksa aja, mana tau lama-lama jadi mau kan? "Ucap mama memberi saran
"Iya juga dih ma". Jawabnya
"Yang!" Panggil Raka
"Eh mas, udah siap?" Tanya Karina
Lalu Ia pun mencium punggung tangan suaminya, lalu Raka mencium punggung tangan mama nya
Tak lupa kedua bayi mungil nya, ia pun turut menciumi kedua nya
"Mas pergi dulu yah sayang!" Ucap nya lalu mencium kening Karina
"Aku pigi mah". Pamit nya
"Hati-hati". Pesan mama
"Ga makan dulu mas? "Tanya Karina
"Ga sempat, makan di sana aja lah". Tolaknya lalu segera pergi
"maknya jangan ngebut! gitu lah jadi nya, kesiangan kan?". sindir mama
"eh, apaan sih ma". ucap Karina malu
bersambung...
__ADS_1