
"Kita mau kemana?" tanya Vania
"Udah lo tenang aja". ucap Zein
"jangan-jangan lo mau culik gue ya?" tuduh Vania
"idih! lo tuh klo ngomong asal jeplak aja ya. sapa juga yang mau jual lo, lagian ga bakal laku juga". ucap Zein membuat sang empu marah
"Enak aja tuh mulut! gini- gini gue itu langka tau gak lo?"
"langka dari hongkong! banyak kali yang kaya lo".
"Kalo emang banyak, kenapa yang lo ajak gue? kenapa gak yang lain?" tanya Vania
"Karena gue sukanya sama, lo! bukan yang lain". jawab Zein membuat Vania mengerjapkan matanya tak percaya
"Apa lo bilang?" tanya Vania memastikan bahwa ia tak salah dengar
"Gue sayang sama lo, dan gue juga cinta sama lo". sahut Zein mantap
"Apakah ini benar?"
"yah! ini serius!" sahut Zein
Zein menepikan mobilnya, dan ia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah
"Will you merry me?" ucap Zein sambil menunjukkan kotak kecil yang berisi sebuah cincin indah itu
"Ya, aku mau!" sahut Vania senang
Alvin pun segera memasangkan sebuah cincin kedalam jari manis Vania, lalu menciumnya
Hari ini adalah hari yang paling bahagia bagi gue. ucap Zein sambil terus menatap Vania
lalu keduanya mulai menjalankan mobil itu kembali, dan mulai membelah jalanan raya itu
Selang beberapa menit di perjalanan, keduanya pun sampai di sebuah cafe ternama
"Apa kau yakin dengan hubungan ini?" tanya Vania ragu
__ADS_1
Zein mengangguk mantap
"Ingat, aku tak suka bila dibohongi atau di hianati!" tegas Vania
"pasti dong sayang! "ucap Zein sambil mencolek hidung Vania
Setelah berbincang-bincang, keduanya pun kembali pulang
saat sudah sampai dirumah Raka, Vania pun turun
"Ingat! besok aku dan mama ku akan datang kemari untuk melamar mu". ucap Zein
"Apakah itu benar?" ucap Vania dengan mata yang berbinar
"Ya! aku tak pernah berbohong atas ucapanku".
"Baiklah! aku masuk dulu ya". pamit Vania, lalu di tahan oleh Zein
"Tunggu!" Zein menahan tangan Vania
"Ada apa?" tanya Vania
"Oh, astaga! cup..cup..cup.. "Vania pun mencium pipi Zein
"Oke makasih calon istri, gue pamit pulang dulu ya". Vania mengangguk dan tersenyum
Saat sudah sampai di dalam rumah, ternyata semua pada ngumpul di ruang keluarga
"Eh, apa apa nih? kok kaya nya seneng banget?" tanya mama
"Palingan juga lagi jatuh cinta, mah!" sahut Raka
"Kamu ini mas, nyamber saja! "ucap Vania
"Betul tuh, mbak! mas Raka nyamber aja kaya listrik!"
"kamu kenapa sayang? "tanya mama lagi
"Em, Zein besok mau ngelamar Vania tan". ucap Vania ragu
__ADS_1
Raka yang sedang mengemil sambil menonton tv pun, akhirnya tersedak.
"uhuk ....uhuk.....uhuk...."
"Hati-hati dong mas, makan kok ngebut amat kaya di kejar setan aja". celetuk Karina sambil memberikan segelas air minum
"Kamu gak bohong kan sayang?" tanya mama lagi
"nggak tan, Vania serius".
"Bagus dong! berarti Tante sama Om kamu, udah berhasil jagain kamu". ucap mama terharu sambil meneteskan air mata
"Kok tante nangis? tante gak suka ya, klo Vania nikah sama Zein?" tebak Vania
"Eh, bukan gitu sayang! tante malah sangat senang, klo kamu itu mau dilamar orang."
"Tante udah berhasil menjaga kamu. pasti kedua orang tua kamu akan bangga hal ini". jelas mama
Vania pun memeluk tantenya
"Makasih tante!" Vania sayang tante!
"Tante juga sayang, Vania! "sahut mama
Raka dengan sifat jahilnya, malah mengganggu momen haru ini
"Ciee...adek mas mau nikah niee...!" ucap Raka sambil mengacak-acak rambut Vania hingga kusut
"Mas!!!" teriak Vania geram
Raka pun tertawa
Ya, Raka dan keluarga kecilnya pun sudah berbahagia.
Lengkap sudah. Raka sudah mendapatkan keluarga kecilnya, dan Vania kini juga sudah dilamar dan akan menjadi istri orang.
Thanks, Guys. makasih sudah mau mengikuti karya receh ku ini.
~selesai~
__ADS_1