
selang beberapa menit, sampailah raka di rumahnya.
"sayang! kamu kenapa?". ucap raka lalu langsung menggendong istrinya menuju mobil
"mamah ikut ya? ".ajak raka
"iya..iya..."ucap mama sambil sedikit berlari
karena sedari tadi karina menangis terus, dan raka tak tegs melihat istrinya menderita seperti itu
ia membelah jalan raya dengan kecepatan tinggi. hingga sampai lah mereka dirumah sakit.
lalu ada beberapa perawat yang membantu karina masuk kedalam ruang rawat.
lalu karina mulai diperiksa oleh dokter itu.
"bagaimana keadaan istri saya dok? apakah ia baik-baik saja? ".tanya raka
"iya pak. istri bapak tidak kenapa-napa pak, cuman tadi sedang mengalamin kontraksi, dan itu tak terlalu berbahaya sih". jelas dokter
"oh klo gitu makasih ya dok". ucap raka
"ini obat-obat peredangnya yah pak! bisa di tebus di apotek terdekat". ucap dokter itu
"makasih ya dok". ucap raka
"apakah istri saya sudah boleh pulang dok?". tanya raka
"sudah pak". ucap dokter itu
dikantor...
"lidah lo tuh yang salah!". ucap vania tak mau kalah
__ADS_1
"lo bilang lidah gue yang salah? ini lo minum sekarang!" ucap zein
lalu vania pun mulai menyeruput kopi yang ia buat tadi.
"byurr..."
lalu ia pun menyemburkan juga kopi yang di minumnya tadi
"busett!!! kok bisa asin benerr?". ucap vania sambil memelet- meletkan lidahnya yang terasa asin itu
"enak kan?" tanya zein
"perasaan tadi gue masukin gula loh? kok bisa jadi garam?". tanya vania pada dirinya sendiri
"lah mana gue tau? kan lo yang buat". ucap zein
"jadi kayak mana nih? "tanya vania
"yaudah bentar, biar gue buatin lagi". ucap vania
"ga usah! ntar malah pahit lagi. dah lah, lo belikan aja . gue ga mau klo lo yang buat". ucap zein
"ya udah, mana duit nya? ".ucap vania sambil menadahkan tangan
"pake uang lo lah! anggap aja sebagai uang ganti rugi". ucap zein
"perasaan dari tadi ganti rugi..ganti rugi..ganti rugi! ntah kapan untungnya". omel vania
"udah buruan! lama amat". ucap zein
tak lama datanglah vania dengan secangkir kopi.
"nah! dah kan gda lagi?" ucap vania
__ADS_1
"dah sana pergi aja lo! ".usir zein
"ck! dasar manusia tak tau di untung". umpat vania
sesampainya dirumah raka...
"kamu itu jangan terlalu cape! tidur aja ga masalahnya". ucap raka
"badan aku malah tambah sakit mas klo tiduran mulu". jawab karina
"udah sekarang kamu istirahat aja dulu." pinta raka
"mas ga balik ke kantor?" tanya karina
"ngga lah! mas mau nemenin kamu aja." ucap raka
"aku ga papa loh! lagian kan ada mama juga". ucap karina
"udah nggak! biar aja kantor bima yang atur. tadi mas udah hubungi dia". ucap raka kekeh
jam pulang pun tiba, semua para karyawan kantor sedang merapikan barang-barangnya masing-masing tak terkecuali vania
di saat hari pertama ia bekerja,selalu aja ada masalah. belum lagi bos nya yang super duper menyebalkan.
"ah sial. mengapa coba aku harus bertemu dan bekerja dengan seorang yang tak layak bila di sebut manusia itu". gerutu vania
saat ia sudah selesai membereskan barang-barang miliknya, kini ia keluar untuk menunggu taxi online nya.
namun dari tadi ia menunggu di pinggir jalan raya itu, namun taxi pesanannya tak kunjung datang.
tak lama terdengar suara klakson dari belakang.
bersambung...
__ADS_1