
"lah? kok kasihan sama mereka pula?" tanya mas raka heran
"iya, kasihan soalnya di kasi bos yang tampang nya kaya gini". ucapku sambil tertawa, lalu meninggalkan mas raka sendirian
"eh yang! seharus nya yah, mereka itu bersyukur dapetin bos seperti mas, baik, tampan, semuanya lah apa lagi coba?" ucapnya sambil agak sedikit berteriak.
namun gak ku gubris sama sekali.
"loh yang, mau kemana?" tanya mas raka
"mau minggat". jawabku asal
"minggat kemana yang? mas ikut lah". balas mas raka sambil mengekoriku dari belakang.
"sapa sih yang mau minggat mas?"
"tapi tadi kamu bilang mau minggat, ya udah mas ikut". jawab mas raka
"huh.. aku itu mau mandi, bukan mau minggat". ucapku geram
"ya udah, mas ikut". balas nya lagi
"nggak, sana!! sana! ih sana!" ucapku sambil mendorong tubuh mas raka
"ga mau!" jawabnya
"mas, aku gerah dan pengen mandi. jadi kamu keluar dulu". ucapku kulembut-lembutkan
"ya udah mas gerah juga pingin mandi." balas nya sambil nyengir-nyengir
__ADS_1
"ya udah lah nah, kamu aja yang mandi aku nggak". ucapku lalu pergi kluar meninggalkan kamar mandi
"eh, yang mau mandi kan dia, kok aku yang disini?" ucap raka
lalu mas raka mengejarku
"udah sana mandi!"
"gak mau, udah ga mood".jawabku
"ada pula mandi pake mood-mood segala". jawab mas raka
"ada, kenapa rupanya? "ucapku
"ih yang, sensi amat sih? "balas mas raka
"udah sana, apa gak mau mandi?" tanya mas raka.namun tak ada jawaban dariku
lalu aku naik keatas menuju kamar, dan lebih memilih mandi di kamar mandi yang ada di kamar aja.
saat selesai mandi, aku kembali turun tuk menyiapkan makan siang.
saat semua hidangan sudah siap, aku memanggil semua orang disini untuk ikut makan siang
"mas, ayo makan dulu". tawar ku
"oh iya, mama sama ibu mana?" tanya mas raka
"masih di atas sih, bentar yah mas aku panggilin dulu". ucapku, lalu tanganku di tarik oleh mas raka
__ADS_1
"kamu duduk sini aja, biar mas yang naik". ucap mas raka dan aku hanya mengangguk.
sampai lah akhirnya mereka turun, dan kami mulai menyantap hidangan yang di atas meja ini
perasaan ku orang disini kok ada yang kurang. ha, aku baru ingat bahwa bapak gak ada
"oh iya bu, bapaknya mana"? tanyaku ke ibu
"tadi bapak izin pulang, katanya mau nengok sawahnya". jelas ibu
"oh, tapi udah ada mang ujang yang bakalan ngurus sawah sama ternak bapak". ucapku
"iya, bapak mu katanya gak percaya, gak puas klo bukan dia yang ngurus sendiri." ucap ibu
"oh, tapi bakal balik lagi kan bu? "tanyaku
"ini lah ibu ga tau, bapak mu susah kli di tebak hati dan pikirannya". jelas ibu
"yuk,yuk makan lagi". ucap mama
lalu kami makan dengan nikmat.
setelah selesai, kami mengumpul di ruang keluarg berniat ingin menonton tv bareng.
lalu membentang matras atau tikar/kasur busa di lantai supaya duduk atau sedang tiduran serasa empuk.
apasih itu namanya, alah lupa. dia itu kaya tikar gitu tapi ada busa nya gitu. ya udahlah kita skipp,
memang itu jarang ku keluarkan, karena jarang ada orang dirumah.jika kamu ingin nonton tv itu pun hanya duduk disofa, bila ketiduran ya di sofa juga hehehe
__ADS_1
bersambung...
memanglah, makin hari makin ga jelas aja nih novel😔