Gadis Kecil Tuan Mafia Kejam

Gadis Kecil Tuan Mafia Kejam
15. Pesta Pernikahan 1


__ADS_3

"Anda sangat cantik, Nona."


Pujian itu membuat El tersipu malu. Bibir mungilnya tersenyum tipis lalu mengucapkan terima kasih pada sang MUA yang memujinya. Dia menatap dirinya yang mengenakan gaun pengantin dari pantulan cermin dengan senyuman.


Hari ini adalah hari yang membahagiakan dan terpenting untuk Maurelle Anderson. Pagi ini, dia telah mengucapkan janji suci dengan orang yang dia cintai. Sedangkan malam ini adalah resepsi pernikahannya dengan Xavion.


Resepsi pernikahan mewah dan megah di sebuah hotel terbesar di kota ini. Semua hal yang menyangkut pernikahan mereka hampir semuanya dipersiapkan oleh Carol, Mommy Xavion. Wanita paruh baya itu melarang putra dan menantunya turut serta menyiapkan pesta pernikahan. Karena wanita itu berpikir Xavion dan El harus menghabiskan waktu bersama agar semakin dekat. Sesekali dia juga akan bertanya pendapat tentang konsep pernikahan pada putra dan menantunya itu.


El yang sedari kecil tidak pernah membayangkan akan menikah dengan salah satu pria kaya raya, jelas dia tikas pernah memikirkan konsep wedding dreamnya. Gadis cantik itu bahkan tidak pernah berpikir tentang pernikahan. Saat ditanya sang ibu mertua apa konsep pernikahan impian yang diinginkan gadis itu. Karena tidak pernah memikirkan konsep pernikahannya, dia menyerahkan semuanya pada sang ibu mertua.


Xavion sendiri juga bukan pria yang terlalu berpikir tentang konsep pernikahannya. Selain gaun dan cincin yang mengharuskannya turun tangan untuk memilih. Semua hal yang berkaitan dengan dekorasi pernikahan diserahkan pada sang Mommy. Pria itu bahkan dengan senang hati menerima saran Mommynya untuk fokus mendekatkan diri pada calon istrinya.


Gaun pengantin yang El kenakan sedikit lebih ringan daripada gaun pengantin yang dia coba saat fitting gaun pengantin beberapa hari yang lalu. Tapi sejujurnya dia lebih suka mengenakan gaun ini karena terasa lebih ringan dan simple dari yang sebelumnya. Rambut El hitam panjangnya dibuat sedikit bergelombang dan terurau. Rambutnya mengenakan manik-manik mutiara dan beberapa bunga putih kecil yang menghiasi bagian rambut belakangnya.



Makeup natural yang dikenakan El membuatnya lebih cantik hingga dia terus-menerus menatap bayangannya di kaca, dia tidak percaya dirinya akan secantik ini. Kakinya dibalut flat shoes berwarna senada dengan gaun pengantinnya.


Kenapa El tidak mengenakan heels pada acara resepsi pernikahannya? Jawabannya karena Xavion melarang hal itu. Dia takut istrinya itu tidak nyaman dan kakinya lecet karena terlalu lama mengenakan heels.


El setuju apapun yang suaminya itu katakan tanpa protes sedikitpun. Sejujurnya, dia juga meresa lebih nyaman flat shoes ini. Gadis cantik itu tidak terbiasa mengenakan sepatu dengan hak tinggi dan dia khawatir akan terjatuh jika mengenakannya. Untungnya, suaminya itu tidak mengijinkannya.


"El? Kamu cantik sekali!"

__ADS_1


El menoleh kearah pintu saat mendengar perkataan sang Mommy mertua. Bibir gadis itu menyunggingkan senyuman lebar pada sosok wanita paruh baya yang memiliki peran penting dalam hidupnya. Hingga dia bisa membuatnya menikahi pria hebat seperti Xavion Kenzie Alexander.


"Mommy tidak salah pilih, kamu sangat cantik. Xavion pasti pingsan atau mimisan saat melihatmu yang secantik ini." Ujar sang Mommy mertua dengan heboh.


"Mommy, tidak mungkin Kak Xavion pingsan atau sampai mimisan. Yang ada El yang pingsan karena gugup," adu El dengan manja. Gadis cantik itu tanpa sengaja mengungkapkan kegelisahannya pada sang Mommy mertua.


Ini pertama kalinya, dia menikah dan pesta pernikahannya dihadiri ribuan tamu penting. Gadis itu takut melakukan kesalahan dan membuat malu suaminya di depan para tamu. Dia sungguh-sungguh khawatir jika suaminya malu karena kecerobohannya.


Tidak mungkin El tidak mengetahui jika hampir seluruh tamu undangan adalah kolega bisnis Xavion. Sang Mommy mertua bahkan mengatakan ada beberapa kolega bisnis dari luar negeri untuk menghadiri pesta pernikahan mereka dan melihatnya sebagai istri Xavion Kenzie Alexander yang tidak tersentuh.


'Bisakah aku tidak mengacau nanti?'


"Bee?" Xavion mengganti panggilan sayangnya pada El.


Meskipun sudah terbiasa melihat Xavion mengenakan jas, namun kali ini gadis cantik itu terpesona pada penampilan suaminya itu. Xavion benar-benar tampan sekali.


"Sudah selesai?"


"Sudah, bawah istrimu yang sangat cantik ini keluar." Ujar Carol, Mommy Xavion. Wanita paruh baya itu menuntun menantu cantiknya mendekat ke putranya yang tidak berkedip menatap penampilan istrinya.


"Mommy tau menantu Mommy cantik, tapi cepat sana keluar tidak usah terpesona dulu. Simpan saja di kamar kalian setelah acaranya selesai."


"Mommy semakin cerewer!" Seru Xavion menatap sebal sang mommy. Memangnya apa salahnya jika dia terpesona pada malaikat cantik yang mengenakan gaun pengantin ini. Toh itu istrinya sendiri bukan istri orang lain.

__ADS_1


Xavion menyunggingkan senyuman kecil lalu mendekat pada istrinya yang sangat cantik itu. Tangan kirinya meraih pinggang istrinya dan memeluk dengan erat. Utung saja gaun pengantin ini tidak mengembang dan membuatnya susah menempel pada istrinya. Xavion dan El meninggalkan ruangan makeup itu.


"Kamu cantik, Bee."


"Kak Xavion juga sangat tampan."


"Rasanya aku ingin mengurungmu di kamar kita supaya tidak ada orang yang bisa melihatmu, aku tidak rela. Pasti banyak pria yang menatap penuh minat pada istriku ini!" Keluh Xavion. Pria itu menaruh kepalanya di atas kepala istrinya sebentar.


El terkekeh kecil mendengar keluhan manja dari pria yang Sudah menjadi suaminya itu. Pria tampan itu terlihat berbeda dari sebelumnya yang kerap kali berbicara tanpa ekspresi padanya. Bahkan ini pertama kalinya gadis itu mendengar suaminya merengek dengan manja seperti ini.


"Kak Xavion tambah cerewet ya?"


"Bagaimana ini? Aku semakin tidak ingin membagimu dengan yang lain setelah mendengar tawa merdumu, Bee. Bagaimana jika kita pergi ke kamar saja, tidak perlu ke ballroom? Tidur terdengar lebih menyenangkan daripada ke pesta yang melelahkan dan berisik ya?"


"Kak Xavion lucu," ujar El. Gadis itu tertawa kecil mendengar rengekan manja suaminya itu lagi. Dia merasa jika suaminya berubah setelah menikah, tidak malu merengek seperti ini. Tapi, dia suka perubahan suaminya itu, dia jadi tidak terlalu canggung dan gugup lagi sekarang.


Tanpa dia sadari, El pun sedikit berubah setelah menikah.


"Kak, El takut."


Xavion menoleh kearah istrinya yang tengah gugup itu. Tangan gadis itu bahkan mencengkram lengan jasnya dengan kuat. Bibir pria itu menyunggingkan senyuman kecil melihat istrinya gugup campur gelisah.


Istri ya? Sekarang mereka sudah resmi menjadi suami-istri pada hari ini. Bagaimana ya? Rasanya tidak bisa dijelaskan oleh Xavion. Tapi, pria tampan itu merasa sangat puas, karena akhirnya gadis kecil itu sudah menjadi miliknya denga sepenuhnya. Di dalam kepalanya sudah merencanakan banyak hal yang menyenangkan pada istrinya dan renacana mereka ke depannya.

__ADS_1


__ADS_2