
"Tenang ya? Mau kembali saja ke kamar? Tidak perlu melanjutkan pesta ini jika istriku tidak menginginkannya."
"Jangan Kak, kasihan Mommy sudah mempersiapkan semua ini. Kak Xavion dan Mommy akan malu jika pesta ini di batalkan." Tolak El. Tentu saja dia tidak mau membuat masalah di hari yang bahagia ini. Hanya hal sepele karena mungkin banyak wanita yang juga merasakan gugup yang serupa dengannya.
"Yakin, Bee? Aku tidak ma..."
Terlambat. Ucapan Xavion terpotong saat pintu di depan mereka terbuka perlahan. Sebuah lampu menyorot sang bintang pada acara malam ini yang sangat serasi. Perlahan kedua pasangan itu melangkah masuk ke dalam ballroom tempat resepsi pernikahan mereka.
Tangan kanan El memeluk lengan kiri suaminya sedangkan tangan kirinya memegang bucket bunga mawar merah muda dan biru. Bibir gadis cantik itu menyunggingkan senyuman lembut, berbanding terbalik dengan suaminya yang hanya menunjukkan wajah datar.
Mata gadis itu menjelajahi ballroom tempat resepsi yang di dekorasi dengan mewah namun sangat memanjakan mata dan mengagumkan. Kue besar sekitar tujuh tingkat atau lebih? El sendiri tidak tau berapa jumlahnya karena kue itu sangat tinggi dan cantik dengan hiasan bunga dan miniatur kecil pengantin di atas.
Di depan pelaminan juga ada panggung sedang, tapi tidak melebihi pelaminan pengantin. El tidak menyangka sedikitpun pernikahannya akan dihadiri orang sebanyak ini.
Gadis itu tersenyum lagi saat mendapati bos dan beberapa temannya di cafe tempat dia bekerja dulu. Mommy mertuanya ternyata tidak melupakan mereka dan mengundangnya datang kemari. Itu sangat berarti untuknya.
Pengantin pria dan wanita melangkah menuju pelaminan. Keduanya menatap para tamu undangan yang datang dengan ekspresi berbeda. El dengan senyuman lembut namun tetap merasa luar bisa gugup sedangkan suaminya menatap datar dengan rasa marah yang menyelimuti hatinya.
Pria tampan itu menahan amarahnya sejak mereka baru saja melangkah memasuki ballroom. Banyak sekali mata pria sialan yang menatap istrinya dengan tatapan terpesona. Sialan! Tidakkah mereka tau jika dirinya yang berjalan di sampingnya adalah suaminya? Rasanya Xavion ingin lari dan menerjang mereka semua sekarang juga.
Xavion marah, dia benci sekali saat miliknya ditatap penuh minat oleh para pria. Apalagi istrinya, dia benar-benar benci sekali melihat kelinci kecilnya ditatap oleh para pria bajingan itu seperti serigala yang menemukan mangsanya. Andai saja ini bukan acara pernikahannya maka sudah di pastikan mereka semua dia habisi.
__ADS_1
"Berhenti tersenyum, Bee!" Bisik Xavion pada El. Tubuhnya panas melihat istri kecilnya tersenyum lembut begitu, dia cemburu. Dia tdak akan membiarkan sedikitpun miliknya dinikmati orang lain bahkan hanya senyumannya saja. Semuanya miliknya.
"Tapi Kak...."
"Membantah mmm? Tangan Xavion yang semula ada di samping tubuhnya kini berpindah pada pinggang ramping istrinya. Dia meremas lembut lalu menariknya lebih dekat dengan tubuhnya.
El sendiri secara otomatis menahan nafas saat tubuhnya ditarik mendekat dengan tiba-tiba oleh suaminya itu. Mata gadis cantik itu melirik sedikit kearah pria yang tengah memeluk pinggangnya dengan erat.
'Kenapa espresi pria tampan itu terlihat sangat kesal, apa itu karena aku? Tapi apa salahnya tersenyum untuk menghargai para tamu yang datang?' Batin El.
Suaminya itu aneh sekali, seharusnyakan dirinya senang karena El tersenyum pada para tamu yang sudah menyempatkan untuk datang ke pernikahan mereka. Matanya bahkan menangkap beberapa orang luar negeri yang juga menghadiri resepsi pernikahan mereka. Mereka jauh-jauh dari negara mereka hanya untuk ke pesta ini saja.
Dalam hati Xavion tersenyum lebar melihat istri cantiknya dengan wajah datar. Senyumannya luntur seperti keinginannya. Enak saja para tamu mendapatkan senyuman istri cantiknya secara cuma-cuma, dia saja jarang mendapatkannya karena gadis itu kebanyakan menunduk saat bersamanya.
"Selamat malam semuanya, terima kasih sudah hadir pada acara pernikahan Tuan Xavion Kenzie Alexander dan istrinya, Nyonya Maurelle Alexander pada hari malam ini. Saya Sagara Smith akan memandu acara malam ini."
"Pertama, saya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan Tuan dan Nyonya Alexander, semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan. Terima kasih juga untuk para tamu yang datang dari dalam maupun luar negeri."
"Acara selanjutnya adalah potong kue pengantin oleh kedua pasangan suami istri yang berbahagia pada hari ini. Tuan Xavion dan Nyonya Maurelle, mohon berdiri dan memotong kue pernikahan kalian."
Xavion dan El melangkah ke kue pernikahan mereka yang berada di samping. Dalam hati pria tampan itu sedikit menghina pria pemandu acara pernikahannya itu. Kaku sekali dan gugup seperti baru pertama kali menjadi pemandu acara pernikahan. Entah dari mama sang Mommy mendapatkan manusia aneh seperti Sagara Smith itu.
__ADS_1
Seseorang dari wedding organizer menyerahkan sebuah pisau panjang pada suami istri tersebut. Tangan El di genggam oleh Xavion saat memegang pisau itu. Perlahan mereka memotong dari atas hingga bawah dan disambut tepuk tangan meriah dari para tamu.
Pasangan baru itu tersenyum kecil lalu kembali ke tempat semula. Kue besar itu kemudian di potong oleh para pelayan dan dibagikan kepada para tamu setelah sang pengantin duduk di singgasana mereka. Kue itu adalah kue asli dan akan dibagikan saat mereka melakukan Pria motongan kue itu.
Jelas dibagi karena tidak mungkin dong kedua pengantin dan keluarga mereka memakan kue raksasa itu.
"Kak," panggil El. Gadis itu meremas jari-jari miliknya sendiri karena gugup.
"Mmm?" Xavion menoleh ke arah istrinya yang terlihat sedang gelisah itu. Tangannya menggenggam tangan istrinya dengan erat. Dia menunggu istri kecilnya itu mengutarakan keinginannya.
"Terima kasih," bisik El. Gadis itu sedikit mendongakkan kepalanya untuk dapat berbisik di telinga suaminya. Bibirnya juga mengecup pipi suaminya dengan cepat sebagai ucapan terima kasih. Wajahnya sedikit memerah karena blush on tapi kini semakin merah karena malu.
"Aku suka ucapan terima kasihmu."
....
"Capek, Bee?"
El menggeleng sebagai jawaban pertanyaan dari suami tampan miliknya itu. Gadis cantik itu menjawab dengan jujur apa yang dia rasakan, dia tidak terlalu merasa lelah setelah acara resepsi pernikahannya tadi. Bagaimana bisa lelah jika Xavion selalu memastikan dia tidak kelelahan selama acara bahkan sering menyuruhnya duduk saat bersalaman dengan para tamu yang memberikan ucapan selamat. Tidak sopan memang tapi mana bisa gadis cantik itu membantah ucapan suami tirannya itu.
Pasangan pengantin baru itu kini tengah berada di kamar pengantin yang ada di hotel tempat mereka mengadakan resepsi pernikahan. Ini adalah bonus dari pihak hotel kepada pasangan baru menikah yang telah menyewa hotel mereka sebagai tempat resepsi. Pemilik hotel secara khusus memberikan kamar president suit pada pasangan pengantin itu.
__ADS_1