
"Mau kenalan dengan Demonio, Bee?"
Xavion mengelus kepala istri kesayangannya dengan lembut sembari menunggu jawabannya. Kebetulan sekali Demonio dan James sudah kembali ke negara ini setelah melakukan transaksi senjata di Italia. Dia ingin memperkenalkan sang ratu kepada para bawahannya.
Jika Demonio melihat wajah istrinya, mereka bisa dengan lebih mudah untuk melindunginya. Memang, dia sudah memberikan foto sang istri kepada setiap bawahannya, supaya mereka menghormatinya dan melindunginya sejak mereka bertunangan. Kejadian di perusahaannya memang kecerobohannya hingga resepsionis baru itu memperlakukan kelinci kecilnya dengan buruk.
Tidak semua karyawan di perusahaannya pernah melihat wajah istrinya, apalagi saat itu mereka belum menikah dan Xavion sangat melindungi El dari jangkauan media. Pria itu ingin sang istri diperkenalkan secara resmi pada dunia setelah menyandang gelar Nyonya Muda Alexander. Dengan begitu tidak ada yang berani mengganggu istrinya. Selain itu, Xavion belum memiliki hak sepenuhnya ke El yang masih berstatus tunangannya.
Sekarang mereka berdua sudah menikah. Xavion bisa memperkenalkannya pada seluruh dunia siapa gadis yang berhasil menjadi istrinya dengan bangga. Dia tidak ingin menyembunyikan istri kesayangannya, dia akan memberitahu pada seluruh dunia supaya mereka tau jika Maurelle Alexander adalah istri Xavion sehingga mereka tidak bisa mengganggunya.
Hal itu memang lebih berbahaya karena seluruh dunia mengenal istri kecilnya. Tapi, Xavion tau semua kosekuensi yang akan terjadi jika dia memperkenalkan istrinya pada khalayak umum secara terbuka. Dia tidak akan melakukan hal seperti itu. Khalayak umum bisa mengenali gadis cantik ini saat pernikahan mereka, juga saat mereka keluar bersama.
Xavion akan mengenalkan dunia pada kelinci kecilnya dengan bebas, tapi dengan penjagaan ketat. Dia tidak ingin melihat kelinci kecilnya terluka lagi karena keteledorannya.
"Bee?" Panggil Xavion. Dia bingung karena istrinya tak menjawab pertanyaannya. Jadi, dia menunduk untuk melihat istrinya yang tertidur dengan nyenyak di dalam pelukannya. Dia menyunggingkan senyuman tipis, saat melihat istrinya sudah tertidur padahal tadi dia menolak untuk tidur. Menurutnya itu tidak masalah, lebih baik gadis itu beristirahat untuk membuatnya tidak mudah sakit.
Dengan lembut Xavion meletakan tubuh kelinci kecilnya di tempat tidur supaya bisa tidur dengan lebih nyaman. Tidak lupa juga, Xavion menyelimutinya sampai batas dada sang istri. Dia mengecup kening El dengan lembut lalu keluar dari kamar.
Karena kelinci kecil kesayangannya tidur. Xavion keluar dari kamar membiarkan El tidur dengan nyenyak. Karena James dan anggota Demonio sudah kembali, penjagaan mansion akan lebih ketat lagi. Dia tidak ingin kecolongan untuk ketiga kalinya hingga membuat kelinci kecilnya ketakutan seperti saat itu.
"Ciao Imperatore," sapa Jame. Pria itu menunduk hormat pada Tuannya saat melihat Xavion masuk ke dalam ruangan khusus di lorong mansion itu. Ruangan itu adalah ruangan pertemuan saat mereka ingin membahas sesuatu yang penting.
__ADS_1
"Tidak istirahat?"
"Saya baru saja akan masuk ke kamar, Imperatore. Tapi, saya melihat Anda menuju ruangan ini, jadi saya masuk terlebih dahulu ke ruangan ini." Jawab James. Setiap mereka akan mengadakan pertemuan mendadak atau tidak, anggota Demonio akan ada di ruangan ini terlebih dahulu sebelum sang tuan datang. Tapi itu hanya akan terjadi saat ada pemberitahuan, selama tidak ada pemberitahuan apapun mereka dilarang masuk ke ruangan ini kecuali James.
Seluruh pelayan dan pengawal di mansion ini, diberikan rumah terpisah dari kediaman utama. Kecuali James, kepala pengawal, dan kepala pelayan yang di berikan kamar khusus di mansion utama supaya dengan sigap datang saat Xavion membutuhkan mereka. Sedangkan untuk para pengawal dan Demonio akan berganti untuk berjaga.
"Pergilah."
"Ada yang Anda butuh, sebelum saya pergi Imperatore?"
"Tidak." James menunduk lalu pergi dari ruangan itu untuk membiarkan sang Tuan sendiri di ruangan itu. Xavion menyukai kesendirian, kesunyian, dan kegelapan dalam hidupnya. Bahkan seringkali dia meninggalkan ponselnya supaya tidak ada yang mengganggu ketenangannya.
Xavion duduk di singgasananya, dia menatap ruangan yang remang-remang itu. Dia menutup untuk merasakan kesunyian di dalam ruangan itu. Gelap, tenang, dan El istri tercintanya. Dia menambah istrinya sebagai seseorang yang disukainya. Hanya El satu-satunya wanita yang paling dia cintai di dunia ini.
Ponsel Xavion berdering kencang. Kali ini dia sengaja membawa ponselnya untuk berjaga-jaga siapa tau istrinya mencarinya, maka El bisa dengan mudah menghubunginya. Dia tidak ingin membuat El panik saat dia tidak melihatnya.
Pria itu mendengus kesal saat melihat nama yang menelponnya, ternyata bukan kelinci kecilnya tapi sahabatnya, Adrian Sebastian.
'Kenapa pria gila ini yang menelponku? Apa dia terkena masalah?' Batin Xavion kesal.
"Xavion my friend! Aku merindukanmu! Kau tau bagaimana aku sangat ri--"
__ADS_1
"Berisik!" Potong Xavion seenaknya. Pria itu menyesal karena mau menerima telpon dari sahabat gilanya itu.
"Kau! Tega sekali menyela ucapanku yang begitu tulus ini. Padahal aku sangat merindukanmu setelah satu tahun kita tidak pernah bertemu! Kau masih saja seperti balok es padahal sudah menikah. Ngomong-ngomong, selamat untuk pernikahanmu, aku sangat sedih karena tidak bisa hadir ke pernikahanmu karena sang pengantin pria mencegahku datang dengan mengirim banyak anak buahnya untuk membuatku kerepotan."
"Hmm..." Sahut Xavion malas mendengar ocehan Adrian. Kenapa Adrian selalu bersikap konyol dan tidak mengatakan maksudnya yang sebenarnya meski dalam keadaan terdesak sekalipun?
Xavion memang mengirim beberapa anak buahnya ke mansion Adrian supaya pria gila itu tidak perlu datang ke mansionnya. Dia memberitahu bahwa transaksi yang dilakukan oleh sahabatnya itu gagal. Jadi, Adrian harus membereskannya sendiri, tidak perlu datang ke pernikahannya. Karena, dia tau sahabatnya itu adalah manusia perfectionis yang tidak suka melihat sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencananya. Maka dari itu sangat mudah bagi Xavion untuk membuat Adrian sibuk dan tidak datang ke pernikahannya.
Dia tidak ingin membuat heboh dengan kedatangan dua sahabatnya yang terkenal itu. Biarkan orang-orang hanya mengenal mereka tanpa tau tentang persahabatan mereka bertiga.
Xavion dan Felix adalah pria yang tidak suka berada di keramaian, namun berbeda dengan Adrian yang lebih suka menjadi pusat perhatian dengan tingkahnya yang absurd meski dengan wajah datar kaya temboknya. Ada pepatah mengatakan; 'Kau akan aman selama kau tampan.' Meskipun Adrian melakukan hal yang buruk dengan wajah tampannya itu. Dia tidak akan mendapat masalah.
"Kau kaku sekali! Aku kasihan dengan istrimu yang harus hidup dengan pria kaku sepertimu! Aku akan mengatakan intinya. Ayo liburan ke pantai. Aku, kau, dan Felix, tidak ada penolokan!"
"Terlalu ramai."
"Baiklah ayo ke Villaku yang ada di perdesaan. Tidak ada penolakan atau bantahan!"
"Ya." Jawab Xavion setuju. Menurutnya hal itu tidak buruk juga, dia ingin mengajak kelinci kecilnya liburan bersama dengan sahabat-sahabatnya. El akan bosan jika berada di mansion terus-menerus. Lagipula, akan ada istri-istri sahabatnya, El pasti sangat senang saat bertemu dengan mereka.
"Kau setuju semudah itu? Baguslah aku sudah malas untuk membujukmu. Tadinya aku berpikir untuk menculik istrimu supaya kau setuju untuk ikut. Bye, aku akan menghubungi Felix dulu."
__ADS_1
Telpon itu di akhiri oleh Adrian. Xavion acuh tak acuh dengan tingkah Adrian, dia kembali memejamkan matanya untuk menikmati ketenangan itu. Dia lupa bertanya pada James tentang penyerangan di jalan menuju mansion tadi, siapa yang berani mengusik wilayah kekuasannya. Mereka mengira bahwa dia akan lengah karena James dan beberapa anggota Demonio pergi. Mereka salah karena James dan yang lainnya kembali lebih cepat dari yang mereka tau.