
Sebenarnya El sendiri sedikit takut untuk datang ke sini setelah kejadian dia di usir dengan paksa. Namun, karena berkas penting Xavion ketinggalan jadi dia memberanikan diri untuk datang. Kali ini dia meminta agar supaya supir mengantarnya masuk hingga sampai di depan ruangan suaminya.
Kebetulan sekali dia melihat James, jadi dia akan menitipkan berkas itu tapi asisten suaminya itu malah menolaknya. Dia meminta untuk menyerahkan sendiri karena mood suminya sedang buruk. Dia juga bilang jika dia tidak diijinkan masuk sebelum tuannya memanggil. Dia meminta maaf karena tidak bisa membantu El.
Awalnya El hanya berniat untuk mengantar berkas lalu pulang, tapi dia malah terkurung di ruangan ini karena suami tirannya itu. Tapi baginya itu bukanlah masalah besar, asalkan itu permintaan dari suaminya maka dia akan menurutinya tanpa protes. Di sini juga tidak buruk, dia bisa melihat pemandangan kota yang indah pada siang hari. Kapan lagi dia bisa melihat pemandangan dari gedung setinggi ini. Dia bukan orang kaya atau pegawai kantoran yang bisa melihat pemandangan indah begini setiap waktu.
El menatap punggung suaminya yang telah menghilang dibalik pintu dengan senyum lebar. Dia berjalan menuju jendela kaca transparan besar yang menampilkan pemandangan kota yang banyak gedung-gedung tinggi yang berdiri kokoh. Saat dia melihat ke bawah, dia seperti melihat semut yang berjajar padahal itu mobil di jalanan karena terlalu kecil dan terlalu tinggi kantor suaminya.
Bibirnya mengulas senyum pedih karena tiba-tiba merindukan ayahnya. Andai saja kecelakaan itu tidak terjadi maka ayahnya pasti masih ada di dunia ini bersamanya saat ini. Dia bisa mengunjungi ayahnya dan pamer pada ibu tirinya jika sekarang dia memiliki suami yang tampan dan juga kaya raya. Tapi, itu semua tidak bisa dia lakukan karena mereka telah pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Dulu El mengira Tuhan terlalu jahat padanya karena mengambil orang tuanya, ayah, ibu, bahkan ibu tirinya hingga tersisa El sendirian di dunia ini. Namun, semakin lama semakin dia sadar jika Tuhan pasti punya rencana yang indah untuknya. Tuhan tidak akan membiarkan hidupnya sendirian terus menerus.
Terbukti sekarang dia memiliki kembali keluarga yang penuh dengan kehangatan yang sangat dia miliki dari dulu. Bahkan El memiliki keluarga kecil sendiri, suami sekaligus penyelamat dan tempatnya bersandar saat ini. Dia berjanji akan selalu menuruti semua permintaan suaminya kapanpun, dimanapun, dan dalam keadaan apapun sebagai ucapan terima kasih. Dia akan menjadi istri yang bisa diandalkan.
El takut darah. Dia juga takut sekali dengan senjata, tidak suka hutan yang gelap dan sunyi, tidak suka ketika harus sendirian, tapi setelah dia melawan semua rasa takutnya hanya agar tidak membuat suaminya kerepotan dan malah sibuk mengurusnya.
Dia berusaha keras untuk melawan rasa takutnya saat melihat sekertaris suaminya berdarah karena di lempar pisau oleh Xavion. El tidak boleh menunjukkan rasa takutnya dan harus melawan rasa takut itu karena suaminya seorang mafia. Hal itu adalah adalah hal yang pasti akan selalu terjadi di masa depan. Dia hanya perlu mempersiapkan diri agar tidak takut dan malah menjadi kelemahan Xavion.
"Hah?" Pekik El terkejut. Matanya melihat di bawah sana ada kecelakaan dua mobil yang saling bertabrakan. Salah satu mobil menabrak pembatas jalan dan mobil satunya berputar lalu akhirnya terguling karena terlalu cepat berputar. Beberapa mobil di sekitar berhenti untuk menghindar mobil yang berputar tersebut.
__ADS_1
El membeku di tempat menyaksikan kecelakaan mobil itu dengan kepalanya sendiri. Dia menyaksikan dengan jelas bagaimana dua mobil itu hampir bertabrakkan lalu membanting stir hingga salah satu menabrak pembatas jalan dan satunya berputar hingga terguling. Kepalanya terasa berputar, kakinya seperti jelly hingga membuat tubuhnya terjatuh ke lantai.
Pandangannya buram, kepalanya seperti kaset rusak terus mengulangi adegan kecelakaan itu bersama dengan bayangan kecelakaan yang di alami ayah dan ibu tirinya. Kedua tangan El bahkan menarik rambutnya keras berharap semua bayangan mengerikan itu hilang dari kepalanya. Kenapa dia harus menyaksikan kecelakaan mengerikan itu dengan mata kepalanya sendiri.
"Imperatrice?" James masuk ke dalam ruangan Xavion saat dia mendengar suara teriakan dari dalam. Dia takut terjadi sesuatu dengan sang Ratu jadi dia memutuskan masuk setelah mengetuk pintu. Matanya melebar melihat sang Ratu menarik rambutnya sendiri sambil menangis dan menggumam takut.
"Imperatrice? Anda baik-baik saja?"
"Pergi, jangan, jangan pergi. Tolong, tolong, daddy, daddy!" El bergumam tidak jelas. Bayangan mengerikan itu terus masuk ke dalam kepalanya menjadi memori mengerikan yang sangat ingin dia lupakan. Tapi kenapa sekarang malah memenuhi kepalanya.
'Enyahlah!!!' Gumam El.
'Bagaimana ini? Haruskah aku memanggil Xavion sekarang?'
Tidak ada waktu lagi, James berlari menuju ruangan rapat dimana tuannya sedang melakukan rapat penting. Dia memilih meninggalkan sang Ratu dan memanggil tuannya, lagipula sang Ratu akan semakin histeris jika orang lain ada di dekatnya. Ini adalah pilihan yang tepat.
"Dimana sopan santunmu James!" Desis Xavion marah. Dia menatap tajam ke James yang masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu lalu menunduk hormat.
"Maaf Imperatore, tapi Imperatrice sedang dalam kondisi tidak baik. Toloang segera pergi sekarang."
__ADS_1
"APA?!"
"Bee?"
Xavion masuk ke dalam ruangannya dengan wajah panik dan melihat istrinya berdiri tegak di jendela kaca menatap keluar ruangan. Dia melirik ke James yang menatap kebingungan juga padanya. James bahkan mengganggunya rapat karena istrinya dalam kondisi tidak baik-baik saja, tapi apa yang dia lihat sekarang? Istrinya berdiri dengan tenang melihat kearah jendela sekarang.
"Bee? Kamu baik-baik saja?" Xavion akhirnya mendekat kearah istrinya yang tengah asik melihat keluar, kearah bawah lebih tepatnya. Dia melotot melihat mobil yang terbalik dan yang lainnya menabrak pembatas jalan. Ada Ambulan dan juga mobil polisi di sana. Tangannya dengan cepat meraih tubuh istrinya dan memeluknya dengan erat.
Kalau tidak salah ingat, orang tua El meninggal karena kecelakaan mobil. Dia pasti akan kaget jika melihat hal itu Sudah berapa lama istrinya menatap mobil yang kecelakaan di bawah sana.
"Kamu Xavion, suami El?" Xavion melepaskan pelukannya saat mendengar suara istrinya yang terdengar berbeda. Suara lembut penakut milik El berubah menjadi datar dan dingin. Dia menatap dengan mata El yang biasanya menatapnya takut kini dengan berani menatapnya datar. Dan, apa maksud ucapan istrinya?
"Bee? Kenapa? Ada masalah?"
"Panggil aku Karina. Aku kepribadian kedua yang akan menjaga El-ku."
"Hah?" Xavion bingung.
'Kepribadian kedua? Alter ego maksudnya? El memiliki alter ego? Sejak kapan? Kenapa dia tidak menceritakannya?'
__ADS_1
Meski tidak tau dengan detail, namun dia tau apa itu alter ego. Secara pemahamannya, alter ego atau kepribadian kedua adalah karakter yang di buat seseorang dengan sengaja untuk mengatasi ketidakmampuan seseorang melakukan sesuatu yang diinginkan secara maksimal. Kebanyakan alter ego muncul karena trauma akan kejadian buruk di masa lalu. Karena itu alter ego sengaja diciptakan mereka untuk mengatasi trauma berlebihan dan rasa takut yang tidak bisa mereka tanggung.