Gadis Kecil Tuan Mafia Kejam

Gadis Kecil Tuan Mafia Kejam
21. Xavion dan Rahasianya


__ADS_3

"Bee? Are you okay?" Tanya Xavion. Pria tampan itu meraih dagu istrinya agar menatapnya. Mata abu-abunya membulat saat melihat airmata mengalir dari mata cantik milik istrinya. Kedua tangan pria itu menarik tubuh mungil istrinya ke dalam pelukannya, mengelus punggung istri kesayangannya yang tengah ketakutan.


"El takut. Dia menyen...."


"Ssstt... It's okay, Bee. Aku disini, jangan takut." Xavion berusaha menenangkan istrinya yang tengah ketakutan. Pria tampan itu memaklumi jika istrinya ketakutan seperti ini, itu juga salahnya yang meninggalkannya sendirian dengan seorang pelayan yang berkhianat. Andai saja dirinya lebih teliti, kelinci kecilnya pasti tidak akan mengalami hal menakutkan itu.


Jika pria itu tau kelinci kecilnya berusaha untuk terlihat baik-baik saja, meskipun sehari sebelum pernikahan mereka, dia mengalami hal yang tidak menyenangkan. Dia tau seberapa keras usaha istrinya untuk bisa tersenyum saat menyambut para tamu di resepsi pernikahan mereka.


"Kita sudah sampai, Bee." El mengangkat kepalanya untuk dan melihat mansion mereka di depan matanya. Beberapa orang berbadan kekar dengan pakaian hitam dengan wajah ditutup masker hitam terlihat berjajar.


"Kak," cicit El pelan. Bagaimana cara memberitahu suaminya jika dirinya ketakutan dan tidak ingin keluar sekarang? Otaknya bahkan secara tiba-tiba memutar kembali kejadian mengerikan di kamar ruang rahasia itu.


El bergerak sedikit memberi jarak antara tubuhnya dan suaminya. Gadis itu menggeleng kepalanya untuk menghilangkan memori mengerikan itu. Dia merasa tubuhnya kotor karena di sentuh oleh pria lain. Bagaimana bisa dia percaya diri menikah dengan Xavion? Hal itu membuatnya tertekan dan ketakutan.


El menepis tangan Xavion yang ingin menyentuhnya. Mata gadis itu kaget karena dia menepis tangan milik suaminya itu. Dia menatap mata suaminya dengan takut karena sikap kurang ajarnya tadi.


Bagaimana ini? Tubuhnya sudah kotor sebab telah di sentuh oleh pria lain, tapi sekarang dia malah bersikap kurang ajar pada suaminya.


"Maaf. El tidak bermaksud seperti itu, Kak." ujar El pelan. Gadis itu meraih salah satu tangan suaminya, dia menggenggamnya dengan kedua tangannya. Dia hanya berharap suaminya tidak marah karena perbuatannya tadi.


"Mau turun?"

__ADS_1


"Kak, El tidak sengaja. El tidak sadar kalau sudah menepis tangan Kak Xavion. Maaf seharu...."


"Tidak masalah, Bee. Aku mengerti, aku tidak marah, tenang ya?" Potong Xavion. Pria itu mengelus puncak kepala kelinci kecilnya dengan satu tangannya dengan penuh kasih sayang.


Pria tampan itu tidak masalah sedikitpun saat tangannya ditepis oleh istrinya tadi. Itu bukan masalah besar baginya, dia juga tau istrinya sedang ketakutan. Apalagi di samping mobil mereka, banyak Diavolo yang berjajar dengan pakaian hitam dan menutupi wajah mereka.


Diavolo adalah julukan untuk para bawahan Xavion di bawah tanah. Diavolo berarti 'Iblis' dalam Bahasa Italia. Xavion membangun pasukannya dan memberikan nama Iblis karena mereka diciptakan sebagai iblis berwujud manusia yang akan tunduk di bawah pimpinanya. Dunia pria itu terlalu kejam dan gelap. Dia membutuhkan Diavolo untuk melawan segala bentuk kejahatan yang bisa datang kapanpun padanya.


Hari ini pria itu akan memberitahu identitasnya yang lain pada sang istri. Meskipun dia bisa menebak bagaimana reaksi istrinya nanti, tapi dia tetap akan menceritakan semuanya. Xavion percaya tentang prinsip untuk memulai sebuah hubungan dengan kejujuran. Setiap fondasi dalam hubungan akan bertahan lama jika tidak adanya kebohongan diantara mereka. Dia tidak mau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di masa depan karena kebohongannya itu. Lagi pula kelinci kecilnya harus tau siapa yang dia nikahi.


"It's okay, Bee. Ayo turun, ada aku disini. Mereka bawahanku."


Perlahan tangan El meraih tangan suami tampannya yang terulur padanya. Dia menggenggam erat tangan suaminya saat dia turun dari mobil. Matanya menatap takut pada para bawahan Xavion itu. Dia mencoba mempercayai suaminya yang mengatakan bahwa mereka adalah bawahannya.


Xavion sudah mengatakan jika semuanya aman. Maka itu berarti semuanya akan aman, kan?


"Selamat datang Imperatore, Imperatrice." James maju dan membungkuk hormat pada Tuan dan Nyonya mereka yang berdiri di hadapan mereka. Pria itu dengan wajah datarnya, begitu juga dengan beberapa pria yang ada di belakangnya.


"Saya James Smith, ketua Diavolo milik Imperatore. Salam kenal Imperatrice," sapa James sembari memperkenalkan dirinya. Pria itu melihat kode dari sang Tuan untuk memperkenalkan diri pada sang Nyonya.


"Beristirahatlah!" Perintah Xavion. Para pria yang ada di belakang James, menunduk hormat lalu pergi sesuai dengan perintah dari Tuan mereka-meninggalkan ketua pasukan sendirian disana. Xavion bertatapan dengan tangan kanannya itu, pria itu menatap mereka dengan bengis James.

__ADS_1


"Pergi!"


"Maaf, Imperatore. Saya permisi."


Xavion memeuluk pinggang El dengan erat dan membawanya ke dalam mansion mereka. Istri kecilnya harus beristirahat dan menenangkan dirinya yang terlihat ketakutan sekarang. Dia membawa istrinya ke kamar mereka supaya istri kesayangannya bisa beristirahat.


El memgamati kamar Xavion dengan tatapan kagum. Meskipun bukan pertama kalinya dia masuk ke kamar ini, tapi rasanya agak berbeda. Xavion sudah mengatakan jika mulai sekarang dia akan sekamar dengan suaminya itu. El hanya menurut saja tanpa membantah hal itu, karena mereka sudah menjadi suami-istri.


"Istirahatlah, Bee."


"Tapi El baru bangun, Kak. Ah... El mau bertanya sesuatu."


Xavion menatap kelinci kecilnya yang ada di depannya itu. Pria itu sudah memduga jika El akan bertanya tentang James dan Diavolo. Sebenarnya tidak masalah karena dia memang ingin memberitahu identitas lainnya pada kelinci kecilnya itu. Di berpikir bahwa semakin cepat El tau semakin baik. Xavion tidak perlu menyembunyikan apapun dari kelinci kecilnya itu.


"El tidak menarik?"


"Hah?" Xavion terkejut mendengar ucapan El. Dia sudah menyiapkan jawaban atas pertanyaan yang mungkin kelinci kecilnya tentang James dan Diavolo. Tapi kenapa gadis ini berbeda? Apa yang tidak menarik? Istrinya? Konyol sekali jika dia mengatakan istrinya tidak menarik.


"Mommy bilang El harus melayani Kak Xavion yang sudah menjadi suami El di atas ranjang. El dan Kak Xavion harus secepatnya memberikan Mommy cucu. Bahkan El harus mengajak Kak Xavion untuk mandi bersama agar Kak Xavion tertarik pada El. Tapi sepertinya El tidak menarik ya, Kak? Kak Xavion bahkan tidak menyentuh El kemarin."


Xavion membelakak saat mendengar ucapan kelinci kecilnya itu. Mommynya sudah mengotori otak polos istrinya dengan kalimat seperti itu. Astaga bagaimana Xavion menjelaskan semua itu? Mulai sekarang dia akan melarang istrinya berbicara lama dengan sang mommy, bisa berbahaya untuk kelinci penurutnya ini!

__ADS_1


__ADS_2