Gadis Kecil Tuan Mafia Kejam

Gadis Kecil Tuan Mafia Kejam
20. El Sakit 2


__ADS_3

"Kau membuang waktu dokter!" Sentak Xavion. Dokter sialan ini benar-benar membuang waktu padahal istrinya harus segera di periksa. Pria bermata abu-abu itu sangat membenci dengan mereka yang tidak prefossional dan membuang waktu.


Dokter Zee sadar dari lamunannya yang mengagumi istri pria yang sempat membuatnya terpesona itu. Dia mendekat kearah istri pria tampan itu dan tersenyum ramah.


"Anda kelelahan Nyonya, istirahat yang cukup untuk membuat Anda pulih." Ujar dokter Zee. Wanita itu tersenyum pada El yang mengulas senyuman ramah. Dia lalu beralih kepada Xavion yang berdiri di belakangnya.


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan Tuan. Saya akan meresepkan vitamin untuk istri Anda."


"Terima kasih Dokter. Maaf merepotkan Anda," ucap El dengan lembut. Bibirnya masih menyunggingkan senyuman ramah pada sang dokter yang sedang melamun sembari menatapnya. Sudah dua Kali dokter itu melamun sambil menatapnya dengan intens.


'Apakah ada yang salah dengan wajahku?'


"Itu tugas saya, Nyonya. Saya permisi dulu."


Xavion membiarkan sang dokter keluar kamar tanpa mengantarnya. Pria tampan itu lebih memilih mendekat pada sang istri tercintanya yang sedang menunduk tidak berani menatapnya. Tangannya mengelus kepala istri kesayangannya dengan sangat lembut.


"Sepertinya dokter itu lebih terpesona pada kecantikan istriku daripada aku."


"Kak Xavion kecewa karena dokter tadi tidak terpesona pada Kakak?" Tanya El. Gadis itu meremas jari jemarinya karena rasa bersalah merasuki relung hatinya.


'Apakah suamiku ini kecewa karena dokter tadi terpesona padaku? Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan untuk menghibur suamiku ini?'


"Dasar konyol!" Xavion terkekeh kecil melihat wajah panik kelinci kecilnya itu. Dia menyentuh kening istrinya dengan pelan. Bisa-bisanya otak kecil istrinya itu memikirkan jika dirinya kecewa karena dokter itu lebih terpesona dengan wajah cantik gadis itu.


Bisa dibilang Xavion bangga memiliki El yang cantik di sisinya. Selain bangga karena bisa memiliki bidadari lemah lembut seperti ini, dia juga senang karena istrinya itu bisa mengalihkan perhatian yang tertuju padanya. Pria tampan itu amat tidak masalah jika seandainya wanita diluar sana terpesona pada istri cantiknya itu.


Masalahnya akan berbeda jika yang terpesona pada istrinya adalah pria selain dirinya. Tidak boleh, dia tidak akan membiarkan pria lain terpesona pada kelinci kecilnya itu.

__ADS_1


"Jangan memikirkan hal yang konyol seperti itu. Aku malah senang jika wanita itu terpesona dengan malaikat kecilku ini."


"Kak Xavion jangan begitu!" Ujar El. Pipi gadis cantik itu mulai memerah karena malu akan pujian yang dikatakan oleh suami tampannya itu.


Ting... Tong...


Suara bel kamar terdengar membuat fokus mereka teralihkan. Sepertinya itu pengawal Xavion yang diminta olehnya untuk membeli vitamin sesuai resep yang diberikan oleh dokter Zee. Pria bermata abu-abu itu melangkah ke pintu untuk melihat siapa yang mengganggunya.


"Ini pesanan Anda, Tuan." Xavion mengambil kantong plastik dari pengawalnya itu lalu menutup pintu tanpa mengatakan apapun. Pria tampan itu lalu mengambil segelas air dan membantu istri tercintanya untuk meminum vitaminnya.


"Mau pulang sekarang? Di mansion akan lebih nyaman untuk kamu beristirahat, Bee."


"Kita sudah bisa pulang?" Tanya El. Anggukan kepala suaminya membuat dia tersenyum cerah. Akhirnya, dia bisa kembali ke mansion mereka dan bisa menikmati suasana hutan yang tenang itu.


"Senang?"


"Pergi sekarang atau ingin tidur dulu, Bee?"


"Kita belum mengemasi barang kita, Kak. Aku akan mengemasi dulu..."


"Tidak perlu, biar pelayan yang mengurusnya." potong Xavion. Pria itu menggendong istrinya ala bridal dan melangkah keluar kamar.


El melingkari tangannya di leher suaminya saat pria itu menggendongnya secara tiba-tiba. Matanya puas menikmati wajah tampan suaminya itu dari bawah. Rahang tegas yang terpahat sempurna, hidung mancung, dan mata abu-abunya yang indah. Seluruh hal yang ada pada pria itu diciptakan Tuhan dengan sempurna dan El beruntung menjadi istrinya.


"Selamat pagi Tuan Muda. Tuan James sudah bersiap di pintu masuk hutan." Ujar seorang pengawal Xavion. Pria berbadan kekar dengan pakaian serba hitam itu membukakan pintu mobil untuk Tuan dan Nyonyanya.


"James!" Panggil Xavion saat sudah di dalam mobil.

__ADS_1


"Ya Imperatore, ada yang Anda butuhkan?" Jawab James. Suara tangan kanan Xavion itu terdengar dari ponsel khusus yang ada di dashboard mobil.


"Aku ingin semuanya aman!"


"Sesuai perintah Anda, Imperatore. Diavolo sudah bersiap di setiap sudut hutan, Imperatore. Diavolo lain juga sudah mengepung rumah Bern dan mengawasi markas mereka."


"Kepalamu taruhannya!" Peringat Xavion. Pria tampan itu tersenyum kecil menatap istrinya yang mendongak dan menatap kearahnya dengan tatapan bertanya. Dia memeluk pinggang istrinya dengan erat, sedangkan tangan lainnya mengupas pucuk kepala istrinya dengan penuh cinta.


"Akan aku jelaskan di mansion nanti, Bee."


"El boleh tidur?" Tanya gadis itu. Kepalanya bersandar pada dada bidang milik suami tampannya dengan nyaman.


"Tentu saja. Tidurlah dengan nyaman." Xavion mencium puncak kepala istri kecilnya sekilas lalu membiarkannya tidur dengan nyaman.


"Ciao Imperatore!"


Sesampainya mobil Xavion di pintu masuk menuju ke mansion, James Smith menyambut sang Tuan. Seperti ucapannya, tangan kanan Xavion itu sudah bersiap dan menunggunya di pintu masuk menuju mansion. Jalan menuju mansion di keliling oleh hutan.


Mobil pria itu berhenti setelah melewati dua pohon besar. Mata abu-abu pria itu bertemu dengan mata tangan kanannya yang tengah menunduk hormat padanya. Mata tajam Xavion melihat sekitar untuk memastikan tidak ada hal janggal yang mungkin saja bisa melukai kelinci kecilnya itu.


"Sudah sampai?" Tanya El. Gadis cantik itu membuka matanya dengan perlahan saat merasakan mobil berhenti. Kepalanya mendongak menatap suami tampannya yang menatap ke arahnya juga dengan tatapan datar miliknya.


"Ciao Imperatrice." El refleks memeluk erat lengan suaminya saat pria asing menyapanya. Gadis itu baru saja melihat keluar jendela dan menemukan seorang pria yang menunduk hormat kepadanya. Tubuh El sedikit bergetar dengan jantung berdegup cepat, jujur El takut sekarang. Kejadian penculikan beberapa hari lalu membuatnya sedikit trauma saat bertemu dengan pria asing dengan pakaian hitam dan penutup wajah.


Xavion memeluk istrinya yang sedang ketakutan, pria itu berpikir sepertinya kejadian di ruangan rahasia itu meninggalkan trauma pada kelinci kecilnya. Istri tercintanya ketakutan, bahkan pria itu bisa merasakan secepat apa detak jantung sang istri. Karena gadis cantik itu menempelkan tubuhnya pada lengannya.


"Jalan!" Perintah Xavion pada supirny itu. Kaca mobil di samping pria itu tertutup secara otomatis saat mobil bergerak.

__ADS_1


__ADS_2