Gadis Kecil Tuan Mafia Kejam

Gadis Kecil Tuan Mafia Kejam
30. Alter Ego 1


__ADS_3

Kebanyakan mereka yang memiliki alter ego akan memiliki sifat yang berbeda tiga ratus enam puluh derajat dengan kepribadian yang biasanya. Banyak juga yang menciptakan alter ego ini untuk mengungkapkan sisi emosional yang tidak bisa mereka keluarkan sendiri, seperti kemarahan, kesedihan yang berlebihan, atau yang lainnya.


Biasanya alter ego akan muncul saat kita sedang dalam situasi berbahaya atau dalam kondisi dimana diri asli si pemilik tidak bisa mengatasinya.


"Tidak seharusnya kamu membiarkan El-ku sendirian dan berakhir memunculkan aku yang sudah lama tertidur. Jika memang kamu tidak bisa menjaga El-ku maka aku yang akan menjaganya sendiri." Jelas Karina dengan dingin. Dia berjalan dengan anggun menuju kursi kebesaran Xavion dan menatap pria yang masih menatap dengan bingung kearahnya.


Bibirnya menyunggingkan senyum sinis melihat bagaimana mafia itu terkejut karena kehadirannya. Wajar karena ini memang pertama kalinya dia menunjukkan diri setelah sekian lama, hampir dua tahun berlalu dia tidak muncul karena El tidak merasa khawatir atau ketakutan.


Alasan dirinya muncul sebagai alter ego El adalah karena gadis itu tidak mampu menahan sendiri rasa takutnya karena kecelakaan mobil yang membuat orang tuanya meninggal. Karina akan muncul setiap gadis itu merasa sangat takut dan tidak mengatasinya sendiri. Karina akan datang dan menahan semua rasa takut juga sakit yang dirasakan oleh El.


Jika El memiliki kepribadian baik, penurut, lemah lembut, dan ramah maka Karina kebalikannya. Karina adalah sosok yang berkepribadian dingin, ketus, pemberani, dan sedikit kejam jika menyangkut El. Dia diciptakan untuk melindungi El.


"Kamu tau siapa aku, Karina?" Ucap Xavion. Dia melangkah mendekati tubuh istrinya dengan langkah pelan dengan aura mengintimidasi.


"Jangan sok, tidak ada yang bisa mengintimidasiku, Kariana!"

__ADS_1


Karina tersenyum kecil melihat Xavion yang berada di depannya yang mengeluarkan aura mengintimidasinya. Sayang sekali dia bukan El yang penakut, jadi hal kecil seperti ini jelas tidak akan membuatnya goyah sedikitpun. Dia sudah terlalu banyak menghadapi manusia kejam diluar sana demi El-nya tapi sejujurnya aura mengintimidasi suaminya ini sedikit membuatnya takut. Hanya sedikit karena baru kali ini menemukan seseorang dengan aura mengintimidasi sekuat ini.


Karina bangun untuk pertama kali setelah sekian lama tertidur karena ingatan buruk muncul di kepala El karena melihat kecelakaan mobil dengan mata kepalanya sendiri. El bahkan nyaris membenturkan kepalanya ke dinding jika saja dirinya terlambat mengambil alih tubuh El. Jika sampai membuatnya bangun begini maka El pasti sangat ketakutan. Jika hanya ketakutan biasa maka dia tidak akan terbangun.


Karina tersenyum senang karena akhirnya bisa menjaga El-nya lagi setelah di tidurkan secara paksa beberapa waktu yang lalu. Sekarang, El-nya tidak membutuhkan siapapun untuk melindunginya karena Karina sudah kembali.


"Jangan terlalu arogan, Karina. Kau bahkan terlalu lemah untuk menjaga istriku!" Xavion menggendong El dengan mudah seperti karung beras menuju kamar pribadinya meninggalkan James yang akhirnya keluar ruangan membiarkan tuannya menjinakkan macan peliharaan sang ratu. James cukup takjub melihat sosok lain sang ratu yang cukup mendominasi, bahkan auranya hampir sama dengan sang tuan. Jodoh memang begitu, bahkan kepribadian lain saja memiliki kemiripan.


Xavion melempar tubuh El pelan ke tempat tidur. Meskipun dalam keadaan kesal karena sosok angkuh kepribadian lain El, tapi tubuh yang dipakai tetap tubuh istrinya. Dia tidak mau membuat istrinya terluka sedikitpun. Dia hanya akan memberikan sedikit pelajaran kepada Karina.


Xavion menatap datar sosok istrinya yang kini menatapnya dengan tatapan dingin berbeda dengan tatapan takut kesukaannya milik El. Dia tidak suka saat melihat tatapan ini, seolah dirinya ditantang. Dia lebih menyukai istrinya yang manis dan penakut daripada sosok kepribadian lain milik kelinci kecilnya itu.


"El-ku tidak membutuhkan tuan mafia. Dia cukup hanya dengan memilikku saja. Sekarang aku sudah bangun dan bisa menjaga El-ku dengan baik, lebih baik darimu!" Ucap Karina dengan percaya diri. Dia memang selalu bisa menjaga El-nya dari semua bahaya yang akan dihadapi oleh El. Karena istri Xavion itu terlalu penakut, jadi dia lebih mudah dan lebih sering mengambil alih tubuhnya. Mereka sudah lama hidup bersama, mereka tidak membutuhkan kehadiran Xavion lagi.


Bibir Xavion menyeringai kejam melihat sosok arogan di depannya. Bahkan gadis itu terlihat sedikit takut namun masih saja bisa bersikap angkuh. Dia cukup mengakui keberanian dan tekad sosok penjaga istrinya ini, namun sayangnya dia sayang dia tidak membutuhkan Karina untuk istrinya. Cukup dirinya saja yang menjaga kelinci kecil kesayangannya itu, tidak perlu orang lain.

__ADS_1


Kakinya melangkah mendekat kearah Karina yang terbaring di tempat tidur menatap dingin kearahnya. Dia melepaskan jas, dasi, juga kemeja putihnya. Dia sedikit merasa dejavu melakukan hal ini lagi bersama istrinya namun kondisi yang berbeda. Dia hanya mengenakan celana panjang hitam saja sedangkan atasannya sudah tidak mengenakan apa-apa.


Dia menindih tubuh mungil milik istrinya. Dia menatap mata tubuh di bawahnya berharap mendapatkan tatapan takut dan panik yang sangat dia sukai. Namun, hanya tatapan tajam yang dia terima.


'Bagaimana aku mengembalikan jiwa asli istrinya?'


"Jangan terlalu menyombongkan dirimu. Buktikan jika kau memang layak menjaga istriku. Sekarang selamatkan dia dariku!"


"Apa yang akan kau lakukan tuan mafia?"


Karina berujar panik saat tubuhnya sudah di tindih oleh tubuh atletis Xavion di depannya. Kedua tangannya bahkan tidak bisa mendorong Xavion untuk menjauh meski sudah  mengerahkan segala kekuatannya.


'Kenapa tidak bisa? Bahkan membuat pria ini bergerak sedikit saja tidak bisa, ada apa dengannya? Biasanya dia bahkan bisa mengalahkan empat pria besar sekaligus, kenapa hanya satu orang yang tidak bisa dia kalahkan?' Batin Karina.


Bibir Xavion tersenyum sadis saat istrinya kecilnya berusaha mendorongnya menjauh. Mari kita meralat, kepribadian lain istrinya lebih tepatnya. El adalah miliknya, tidak ada seorangpun diijinkan mengklaim miliknya seenaknya bahkan kepribadian kedua gadis itu sekalipun. Miliknya akan selamanya miliknya seorang.

__ADS_1


"Panik? Kau tidak akan bisa melawanku karena jiwa asli isriku sudah menyerahkan dirinya padaku." Ucap Xavion. Dia tersenyum tipis, sedangkan tangan kanannya membelai lembut pipi istrinya. Melihat sosok Karina yang menatapnya sadis dalam jarak dekat begini juga membuatnya tertarik.


Bukan, dia bukan tertarik pada sosok Karina, tapi tertarik pada ekspresi sadisnya yang menggunakan wajah istri kesayangannya. El terlihat sangat cantik dengan wajah sadis, tapi tetap saja dia tetap paling menyukai ekspresi takut dan panik.


__ADS_2